Jepang
Sony Akui Cacat Chip IC pada Kartu Transit Jepang
Sony Akui Cacat Chip IC pada Kartu Transit Jepang

Sony resmi mengonfirmasi adanya cacat pada chip IC yang digunakan dalam kartu transit Jepang. Masalah ini dinilai serius karena melibatkan kerentanan enkripsi yang memungkinkan peretas mengeksploitasi sistem. Raksasa teknologi Sony mengakui permasalahan tersebut setelah dilakukan penyelidikan mendalam yang dilaporkan media besar Jepang.

Sony Konfirmasi Cacat Chip IC FeliCa

Perusahaan Sony menyatakan bahwa versi lama chip IC nirsentuh FeliCa yang digunakan secara luas pada kartu transit Jepang memiliki celah keamanan. Celah ini memungkinkan penyerang menembus enkripsi serta merusak data yang tersimpan. Menurut laporan, beberapa chip IC yang diproduksi sebelum tahun 2017 terdeteksi rentan, dan Sony baru mengonfirmasi setelah penyelidikan dilakukan oleh Kyodo News terkait penggunaan kartu transit Jepang tersebut.

Risiko Serangan pada Kartu Transit Jepang

Data menunjukkan lebih dari 1,8 miliar chip IC FeliCa telah diproduksi dan digunakan di berbagai sektor, termasuk kartu transit Jepang, kartu identitas karyawan, serta kartu mahasiswa. Sebuah kelompok riset di Tokyo menemukan bahwa kunci enkripsi sistem dapat dicuri sehingga membuka peluang eksploitasi. Menurut para pakar, kelemahan ini dapat memungkinkan penyerang untuk memalsukan akses fasilitas sensitif, mengubah isi kartu transit Jepang, dan bahkan mengganggu sistem pembayaran elektronik yang berbasis chip IC milik Sony.

Dampak Cacat Chip IC bagi Infrastruktur Jepang

Analis keamanan siber menyebut masalah pada chip IC ini sebagai isu “sangat serius” karena merusak kepercayaan publik terhadap infrastruktur berbasis kartu transit Jepang. Meski demikian, hingga saat ini Sony menegaskan belum ditemukan adanya kasus penyalahgunaan secara nyata. Namun, para ahli menilai langkah pencegahan mendasar kemungkinan harus dilakukan dengan menonaktifkan seluruh kartu lama yang terdampak. Hal ini menimbulkan dilema besar bagi jutaan pengguna chip IC FeliCa di Jepang yang masih mengandalkan kartu transit Jepang untuk aktivitas harian mereka.

 

Sumber