Jepang
Polisi Osaka Diduga Lakukan Tindakan Cabul pada Gadis di Bawah Umur
Polisi Osaka Diduga Lakukan Tindakan Cabul pada Gadis di Bawah Umur

Kasus mengejutkan datang dari Jepang ketika seorang polisi Osaka diduga melakukan tindakan cabul terhadap seorang gadis di bawah umur. Peristiwa yang melibatkan seorang pejabat tinggi kepolisian ini sontak memicu perhatian publik karena melibatkan aparat hukum yang seharusnya melindungi masyarakat.

Polisi Osaka Terlibat Dugaan Tindakan Cabul

Kepolisian Prefektur Osaka menangkap Hirotsugu Tsujimoto, seorang polisi berusia 53 tahun yang menjabat sebagai kepala Unit Investigasi Khusus Biro Keamanan Publik. Ia diduga melakukan tindakan cabul terhadap seorang gadis di bawah umur di sebuah ruangan pribadi di bar karaoke pada akhir Juni lalu. Dugaan perbuatan cabul berupa perabaan ini kemudian membuat sang polisi ditahan setelah laporan resmi diterima oleh pihak berwenang di Osaka.

Pengakuan Polisi Osaka dan Dugaan Transaksi Keuangan

Setelah penangkapan, polisi Osaka yang diduga melakukan tindakan cabul tersebut mengakui perbuatannya. Fakta lain yang mengejutkan adalah keterlibatan gadis di bawah umur itu dalam praktik papakatsu, atau kencan berbayar. Pihak kepolisian mengungkap bahwa keluarga korban sempat melaporkan anaknya hilang pada bulan Juli. Setelah ditemukan, terungkap adanya indikasi transaksi keuangan antara Tsujimoto dan gadis tersebut yang memperkuat dugaan kasus ini.

Investigasi Polisi Osaka dan Tindakan Tegas

Dalam proses investigasi, pihak berwenang mengandalkan rekaman kamera keamanan yang menempatkan Tsujimoto sebagai tersangka utama. Sebagai pejabat di Unit Investigasi Khusus, posisi Tsujimoto cukup tinggi dengan tanggung jawab mengawasi sekitar 40 anggota tim. Namun, dugaan tindakan cabul terhadap gadis di bawah umur ini justru merusak integritas seorang polisi Osaka. Kepala Kantor Inspeksi, Eiji Kunii, menegaskan: “Ini benar-benar perilaku yang tidak dapat diterima oleh seorang petugas polisi. Kami akan mengambil tindakan tegas berdasarkan hasil investigasi kami.”

 

Sumber