Pencipta Tribe Nine: Lebih Baik Bekerja Tanpa Bayaran Daripada Dikenang Sebagai Game Gagal
Pada bulan Mei 2025, dunia game dikejutkan oleh pengumuman penutupan Tribe Nine, RPG free-to-play garapan Akatsuki Games, yang dijadwalkan resmi berakhir pada 27 November 2025.


Seputar Otaku - Pada bulan Mei 2025, dunia game dikejutkan oleh pengumuman penutupan Tribe Nine, RPG free-to-play garapan Akatsuki Games, yang dijadwalkan resmi berakhir pada 27 November 2025. Keputusan ini datang hanya tiga bulan setelah peluncuran global yang sebelumnya berhasil melampaui 10 juta unduhan di seluruh dunia.
Meski mengecewakan, langkah mengejutkan justru memicu lahirnya sebuah inisiatif baru dari Kazutaka Kodaka, pencipta konsep orisinal Tribe Nine sekaligus pendiri Too Kyo Games. Ia bersama timnya mendirikan Neoneon Tribe, sebuah kelompok independen yang bertujuan untuk melanjutkan cerita waralaba ini.
Neoneon Tribe dibentuk oleh Kazutaka Kodaka, mantan produser Shuhei Yamaguchi, dan penulis skenario Katsunori Suginaka. Menariknya, meski hak cipta IP masih dimiliki oleh Akatsuki Games, mereka memberikan izin kepada Neoneon Tribe untuk menerbitkan seri doujin non-komersial yang melanjutkan kisah Tribe Nine.
Langkah ini dianggap belum pernah terjadi sebelumnya di industri game Jepang, mengingat tim kreator tidak akan mendapatkan keuntungan finansial dari proyek tersebut baik melalui penjualan cerita maupun merchandise.
“Saya tidak ingin dunia dan karakter yang saya ciptakan hanya dikenang sebagai
game tiga bulan. Jadi, kami memutuskan untuk menyelesaikan kisah ini meskipun
tanpa bayaran,” ungkap Kodaka dalam wawancaranya.
Meskipun Kodaka menciptakan konsep dasar dan karakter Tribe Nine (yang juga diadaptasi menjadi anime pada 2022), ia tidak terlibat langsung dalam pengembangan game F2P. Namun, keputusan End of Service (EoS) yang mendadak membuatnya merasa perlu turun tangan.
Kodaka menegaskan bahwa penggemar layak mendapatkan akhir cerita yang memuaskan, bukan hanya kenangan pahit dari sebuah game yang berhenti terlalu cepat.
Senada dengan itu, Shuhei Yamaguchi yang meninggalkan Akatsuki setelah pengumuman penutupan menyebut keputusan ini merugikan reputasi waralaba:
“Ada banyak karakter dan alur cerita yang telah kami rancang, namun belum sempat
ditampilkan. Menurut saya, Tribe Nine belum mendapatkan penilaian yang layak.”
Dengan berdirinya Neoneon Tribe, Kodaka dan timnya berharap Tribe Nine tidak hanya diingat sebagai game yang gagal, melainkan sebuah kisah yang berhasil menemukan penutupannya.
Kodaka menyebut proyek ini sebagai “hadiah pribadi” sebuah usaha untuk menjaga warisan kreatifnya sekaligus memberikan kepuasan bagi para penggemar.
“Saya ingin orang berkata, ‘Bahkan setelah penutupan, penciptanya sendiri
menulis akhir ceritanya dan menjadikannya legenda.’ Itu akan menjadi semacam
medali kehormatan bagi saya,” tutur Kodaka.
Bagi penggemar, masih ada waktu untuk menikmati kisah asli Tribe Nine. Game ini akan tetap tersedia secara gratis di, PC (Steam), iOS, dan Android hingga 27 November 2025.
Neoneon Tribe mendorong seluruh pemain untuk menuntaskan semua bab cerita dalam game, karena proyek doujin yang mereka buat akan melanjutkan alur cerita tepat dari titik akhir game tersebut.
Rekomendasi

Komdigi Akan Panggil Platform Media Sosial, Ini Alasannya
36 menit yang lalu
Debut Gemilang QINN, DEWA UNITED Taklukkan NAVI 2-0
3 jam yang lalu
Tampilan Xiaomi Hyper OS 3 Lebih Minimalis dan Modern
4 jam yang lalu.webp)
Nonton Anime My Dress-Up Darling Season 2 Episode 9 Sub Indo, Preview dan Jadwal Rilis
4 jam yang lalu.webp)