Ikura YOASOBI Tampil Dadakan di Taman Sapporo, Pertama Kali Ngamen Setelah Delapan Tahun
Ikura YOASOBI tampil dadakan dengan gitar akustik di taman Sapporo, pertama kali ngamen setelah delapan tahun.
Seputar Otaku - Ikura YOASOBI, nama panggung Lilas Ikuta, menggelar pertunjukan jalanan dadakan di Sapporo tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sang vokalis bernyanyi dengan gitar akustik di Taman Sungai Sosei dan membuat sejumlah pejalan kaki beruntung menyaksikannya langsung.
Semua bermula pada Sabtu pagi, ketika Ikuta mengunggah foto taman itu di bawah langit cerah. Dalam keterangannya, ia menulis bahwa cuacanya indah dan membuatnya ingin bernyanyi.
Lagu YOASOBI Cetak Rekor Baru Lewat “Idol” Dengan 1 Miliar Views
Beberapa jam kemudian, ia muncul membawa gitar dan menghibur para pejalan kaki dengan versi akustik sejumlah lagu hit, termasuk “Yoru ni Kakeru” dan “Sakihokore”. Lagu terakhir itu dirilis beberapa hari sebelumnya dan menjadi soundtrack drama pagi “Blossom”, yang diangkat dari kisah hidup penulis Chiyo Uno.
X開いたら幾多りらさんでできてダッシュで行ったら間に合った!! #幾多りら #YOASOBI https://t.co/XuLIUAa8hf
— 北海道のゆうと (@yu_0121) October 17, 2026
Usai tampil, Ikuta membagikan kegembiraannya lewat media sosial karena bisa bernyanyi di ruang publik lagi setelah delapan tahun. Ia menggambarkan suasana yang hangat dan ramah dari orang-orang yang berhenti untuk mendengarkan, dan menyebut pengalaman itu menghubungkannya kembali dengan akar budayanya.
Momen ini hadir menjelang tur stadion dan dome YOASOBI di Asia bertajuk Cho Wakusei, yang mencakup konser di Sapporo Dome pada pertengahan November.
Lilas Ikuta lahir pada 25 September 2000 di Tokyo. Ia sudah menciptakan lagu sejak sekolah dasar, lalu pada usia 14 tahun bermain gitar di jalanan dan tempat-tempat kecil di Tokyo sambil mengunggah cover lagu ke internet. Sebuah video rumahan yang ia unggah menarik perhatian produser Ayase pada 2019, dan Ayase pun mengusulkan pembentukan proyek YOASOBI. Sejak itu, duo ini memecahkan rekor di tangga lagu streaming dan menjadi salah satu grup paling berpengaruh dalam musik pop Jepang modern.
Tagar
Rekomendasi
Inilah Alasan Game Horor Jepang Sering Fokus ke Karakter Perempuan
3 days ago
Acara di Mana Fans Yuri Bertemu, Yuriten, Dibatalkan Usai Menggunakan Poster Buatan AI
4 days ago
Jepang Gelar Perayaan atas Heiji dan Kazuha Resmi Jadi Pasangan di Detective Conan Setelah 28 Tahun
4 days ago
Penampilan Ado di Konser K-Pop di Jepang Picu Amarah Penonton
3 weeks ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.