Lebih dari 20% Anak Muda di Jepang Enggan Menikah
Hasil riset menunjukkan bahwa jumlah generasi muda yang enggan menikah seumur hidup meningkat signifikan hingga menembus angka tertinggi sepanjang sejarah survei.
Survei terbaru dari National Institute of Population and Social Security Research (IPSS) Jepang mencatatkan rekor baru terkait tren pernikahan di negara tersebut.
Hasil riset menunjukkan bahwa jumlah generasi muda yang enggan menikah seumur hidup meningkat signifikan hingga menembus angka tertinggi sepanjang sejarah survei.
Pada kelompok usia 18–34 tahun, sebanyak 24% pria dan 21,5% wanita secara tegas menyatakan tidak memiliki keinginan untuk menikah seumur hidup mereka.
Pergeseran Sikap Budaya dan Angka Kunci

Temuan survei ini menandai babak baru dalam dinamika demografi Jepang, di mana untuk pertama kalinya persentase penolakan terhadap pernikahan melampaui angka 20% bagi kedua gender.
-
Penurunan Minat Menikah: Kategori kelompok yang masih memiliki keinginan untuk "menikah suatu saat nanti" kini merosot hingga di bawah 80%.
-
Enggan Mencari Pasangan: Lebih dari 35% responden mengaku tidak memiliki pasangan saat ini dan sekaligus tidak berniat untuk mencarinya.
-
Tren Tanpa Anak: Lebih dari 30% responden menyatakan tidak menginginkan anak di masa depan.
Tekanan Ekonomi Jadi Faktor Utama
Perubahan sikap sosial ini dipicu oleh berbagai faktor kompleks, dengan tekanan ekonomi menjadi alasan utama yang paling sering disoroti. Biaya hidup yang tinggi, ketidakpastian finansial, serta beban ekonomi untuk membesarkan keluarga membuat semakin banyak anak muda di Jepang memilih untuk hidup lajang dan memprioritaskan kemandirian finansial individu.
Tagar
Rekomendasi
Tokyo Diguyur Hujan 34 Hari Berturut-turut, Fans Mengaitkannya dengan Tenki no Ko
5 days ago
Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat jadi 200.000 Yen
5 days ago
Komunitas Forza Horizon 6 di Jepang Protes Masif Soal Gelombang Banned Mobil Itasha
2 weeks ago
Fenomena Buku Bekas Jepang Diborong Berton-ton demi Pelatihan Model AI
2 weeks ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.