Pemerintah Jepang Bubarkan Cool Japan Fund Usai Rugi Rp6,1 Triliun
Meski popularitas budaya pop Jepang di tingkat global sedang berada di puncaknya, performa finansial dari program investasi pemerintah ini justru berbanding terbalik.
Pemerintah Jepang resmi mengambil keputusan untuk membubarkan Cool Japan Fund, sebuah program investasi publik yang diluncurkan sejak tahun 2013. Dana investasi ini tadinya dibentuk untuk memperluas pengaruh budaya pop dan industri kreatif Jepang, seperti anime, manga, gim, hingga kuliner ke pasar internasional.
Meski popularitas budaya pop Jepang di tingkat global sedang berada di puncaknya, performa finansial dari program investasi pemerintah ini justru berbanding terbalik.
Akumulasi Kerugian Menembus 54 Miliar Yen

Selama bertahun-tahun beroperasi, Cool Japan Fund terus mencatatkan kinerja keuangan yang buruk akibat keputusan investasi yang dinilai tidak efektif.
-
Total Kerugian: Mencapai sekitar 54 miliar yen (setara Rp6,1 triliun).
-
Penyebab Utama: Kegagalan berbagai portofolio bisnis dan perusahaan rintisan (startup) yang disuntik dana. Salah satu contoh kasus terbesar berasal dari investasi bermasalah pada perusahaan bioteknologi Spiber.
Rencana Penghentian dan Pembubaran

Kegagalan meraih imbal hasil (return) sesuai target membuat pemerintah mengambil langkah tegas untuk menghentikan alokasi dana secara bertahap:
-
Tahun Fiskal 2027: Menjadi batas akhir penghentian seluruh pendanaan baru.
-
Proses Pembubaran: Keputusan ini menandai langkah akhir pembubaran organisasi secara menyeluruh.
Langkah ini menjadi sorotan publik di Jepang sebagai salah satu evaluasi terbesar terhadap efektivitas program strategi budaya (cultural diplomacy) berbasis dana pemerintah.
Tagar
Rekomendasi
Aimer Umumkan Kelahiran Anak Pertama dan Pilih Jalur Independen Usai Keluar Agensi
42 minutes ago
User X Asal Korsel Sebut Anime dan Gim Bukan Bagian dari "Pop Culture"
55 minutes ago
Lebih dari 20% Anak Muda di Jepang Enggan Menikah
1 hour ago
Seorang Pria 24 Tahun Rekayasa Kasus Perampokan dan Tusuk Diri Sendiri, Alasannya: "Ingin Bikin Keributan"
2 months ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.