Game

Video Musik AI Stellar Blade: Bloodrain Panen Kecaman

Video musik AI 'Wanna be in LOVE' untuk Stellar Blade: Bloodrain tuai kritik usai wajah Evie dinilai aneh dan jauh dari model in-game aslinya.

👁 9
Daftar Isi
  1. Wajah Evie Jadi Sorotan, SHIFT UP Akui Video Musik Stellar Blade: Bloodrain Digarap dengan AI
  2. SHIFT UP Memang Dikenal Getol Merangkul Teknologi AI

SHIFT UP kembali menjadi bahan perbincangan gamer setelah kanal YouTube resmi mereka merilis video musik untuk Stellar Blade: Bloodrain yang ternyata digarap dengan bantuan kecerdasan buatan alias AI generatif. Alih-alih disambut hangat, video berjudul 'Wanna be in LOVE' itu justru dibanjiri kritik karena tampilan karakter utama, Evie, dinilai janggal dan cukup jauh berbeda dari model aslinya di dalam game.

Wajah Evie Jadi Sorotan, SHIFT UP Akui Video Musik Stellar Blade: Bloodrain Digarap dengan AI

Kritik mulai bermunculan tak lama setelah video tersebut tayang. Banyak penonton menyoroti proporsi wajah dan tubuh Evie yang terasa aneh apabila dibandingkan dengan model in-game aslinya di Stellar Blade: Bloodrain. Ketimpangan visual ini yang kemudian memicu gelombang komentar negatif di kolom YouTube.

Menariknya, SHIFT UP tidak menutup-nutupi proses pembuatan video musik ini. Pada bagian credit di akhir tayangan, dijelaskan secara gamblang bahwa video dibuat dengan bantuan gen AI, menggunakan basis aset yang diambil langsung dari Stellar Blade: Bloodrain. Pengerjaannya sendiri melibatkan divisi internal khusus bernama A.I. Labs, yang menurut kabar yang beredar berpotensi kembali menggarap proyek-proyek serupa ke depannya. Salah satu yang disebut-sebut bisa kebagian sentuhan AI dari tim ini adalah jajaran game garapan UNBOUND.

SHIFT UP Memang Dikenal Getol Merangkul Teknologi AI

Ketertarikan SHIFT UP pada AI generatif sebenarnya bukan hal baru. CEO SHIFT UP, Kim Hyung-tae, selama ini dikenal sangat terbuka terhadap penerapan teknologi tersebut dalam pengembangan game-game terbaru perusahaan, termasuk Stellar Blade: Bloodrain. Ia bahkan disebut memandang AI sebagai satu-satunya jalan bagi SHIFT UP untuk tetap mampu bersaing dengan derasnya laju industri game asal China.

Sinyal keseriusan ini juga terlihat dari langkah SHIFT UP mengakuisisi penuh UNBOUND, studio yang dipimpin oleh sutradara game kenamaan Shinji Mikami, pada akhir Maret lalu. Bahkan video pengumuman akuisisi tersebut pun sudah lebih dulu memanfaatkan proses berbasis AI dalam perombakan visualnya, menegaskan bahwa arah baru SHIFT UP menuju otomatisasi kreatif lewat AI memang sudah dipersiapkan cukup matang.

Garena Rilis Monster Hunter Outlanders di Asia TenggaraGarena Rilis Monster Hunter Outlanders di Asia Tenggara

 

Meski video musik Stellar Blade: Bloodrain menuai banyak kritik, tidak sedikit pula gamer yang bersikap santai dan tidak mempermasalahkan langkah baru SHIFT UP ini, apalagi mengingat pemanfaatan AI kini juga semakin lumrah di industri game secara umum. Ditambah lagi, SHIFT UP sudah lebih dulu membangun basis penggemar yang kuat lewat Goddess of Victory: NIKKE dan Stellar Blade, yang pada masanya masih sepenuhnya bebas dari sentuhan AI. Alhasil, proses transisi yang tecermin dari kasus Stellar Blade: Bloodrain ini pun dinilai belum sampai membuat minat penggemar terhadap SHIFT UP anjlok secara signifikan.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.