Game

Capcom Ungkap Strategi Rilis Resident Evil Setiap Tahun

Capcom targetkan Resident Evil rilis tiap tahun lewat strategi remake demi jaga kualitas dan pendapatan dari game barunya.

👁 13
Daftar Isi
  1. Remake Jadi Andalan Capcom Kejar Target Rilis Tahunan
  2. Cuan dari Remake Ikut Danai Proyek Game Baru, Termasuk Pragmata
  3. Stok Judul Resident Evil untuk Di-remake Kian Menipis

Capcom rupanya punya ambisi besar agar seri Resident Evil bisa hadir di tangan pemain setiap tahun tanpa jeda. Dalam perbincangan terbaru bersama Game Informer, produser Masachika Kawata membeberkan bahwa target tersebut bukan perkara mudah jika Capcom hanya mengandalkan game seri utama. Justru, proyek remake dari judul-judul lawas menjadi tulang punggung yang membuat rencana ambisius ini bisa terwujud.

Remake Jadi Andalan Capcom Kejar Target Rilis Tahunan

Menurut Kawata, membangun satu game Resident Evil orisinal setiap tahun akan menjadi beban produksi yang sangat berat bagi tim developer. Karena itulah, Capcom secara konsisten menggarap ulang seri-seri klasik lewat proyek remake. Selain menjaga jadwal rilis tetap padat, proyek semacam ini juga jadi ruang bagi tim untuk terus belajar, bereksperimen dengan teknologi baru, sekaligus mengasah kemampuan mereka sebelum menggarap proyek yang lebih besar.

Kawata pun menegaskan bahwa remake sama sekali bukan proyek kelas dua dibanding game seri utama. Ia menyebut, 'membuat Resident Evil baru setiap tahun adalah tantangan besar', sehingga posisi remake justru setara pentingnya dengan pengembangan game orisinal. Bagi Capcom, kombinasi keduanya membentuk siklus produksi yang saling menopang satu sama lain.

Cuan dari Remake Ikut Danai Proyek Game Baru, Termasuk Pragmata

Tak berhenti di situ, Kawata menjelaskan bahwa kesuksesan finansial dari game-game remake turut menjadi sumber pendanaan bagi proyek lain di internal Capcom. Pemasukan tersebut tidak hanya dialokasikan untuk menggarap kelanjutan seri Resident Evil, tetapi juga untuk mengembangkan IP anyar seperti Pragmata. Dengan kata lain, hubungan antara proyek remake dan proyek-proyek baru Capcom bersifat saling melengkapi dan memperkuat.

Strategi ini terbukti membuahkan hasil jika melihat rekam jejak Capcom belakangan ini. Setelah sempat mengalami masa-masa kurang stabil pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an, performa Capcom kembali moncer sejak kehadiran Street Fighter V pada 2016 dan Resident Evil 7 pada 2017. Bahkan game yang mendapat respons cukup beragam dari kritikus, seperti Resident Evil 3 Remake dan Monster Hunter Wilds, tetap mampu mencatatkan angka penjualan yang solid dan mempertahankan basis penggemar yang loyal. Di tengah banyaknya publisher besar yang harus melakukan pemutusan hubungan kerja atau kesulitan merilis game tepat waktu, Capcom justru tampil sebagai salah satu studio paling konsisten di industri.

Stok Judul Resident Evil untuk Di-remake Kian Menipis

Meski strategi ini berjalan mulus, Capcom mulai dihadapkan pada tantangan baru: pilihan judul Resident Evil klasik yang layak di-remake kian terbatas, terutama setelah Resident Evil Code: Veronica dirilis ulang tahun ini. Remake Resident Evil pertama di GameCube selama ini dianggap sebagai salah satu remake terbaik sepanjang masa, meski Capcom kemudian membuktikan bahwa Resident Evil 4 Remake juga mampu meraih kesuksesan besar dengan caranya sendiri.

Rilis Tomb Raider: Catalyst Diundur ke 2028? Ini Kata Bos AmazonRilis Tomb Raider: Catalyst Diundur ke 2028? Ini Kata Bos Amazon

 

Setelah Code: Veronica, pilihan yang tersisa di rak Capcom tinggal Resident Evil 0, Resident Evil 5, dan Resident Evil 6, tiga judul yang selama ini memang punya reputasi cukup beragam di mata para penggemar seri horor tersebut. Bagaimana Capcom akan mengolah sisa katalog ini untuk tetap menjaga ritme rilis tahunan Resident Evil akan menjadi hal menarik untuk diikuti ke depannya.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.