Game

Aether Gazer Stop Update Bulan Desember, Tapi Dipastikan Tak Akan Mati

Aether Gazer berhenti update usai versi 5.2 Desember, namun Yongshi siapkan Companion Server agar game tetap bisa dimainkan hingga 2031.

👁 15
Daftar Isi
  1. Companion Server, Cara Yongshi Menjaga Aether Gazer Tetap Hidup
  2. Peluang Perpanjangan hingga Opsi Berubah Jadi Game Offline
  3. Tren Menjaga Game Gacha Tetap Hidup usai Tutup Layanan

Kabar soal penghentian dukungan pada sebuah game gacha biasanya jadi pertanda buruk, tapi tidak demikian dengan Aether Gazer. Developer asal Tiongkok, Yongshi, resmi mengumumkan bahwa game action RPG tersebut bakal berhenti menerima update dan konten baru setelah versi 5.2 dirilis pada 1 Desember mendatang. Namun alih-alih menutup server sepenuhnya, Yongshi memilih jalan lain agar Aether Gazer tetap bisa dinikmati pemainnya dalam waktu yang sangat panjang.

Companion Server, Cara Yongshi Menjaga Aether Gazer Tetap Hidup

Begitu memasuki masa End of Service (EOS), Aether Gazer tidak akan langsung lenyap dari perangkat pemain. Yongshi mengonfirmasi bahwa game ini akan dialihkan ke skema Companion Server, yakni infrastruktur khusus yang memungkinkan pemain tetap login dan mengakses seluruh konten yang sudah ada, meski tanpa tambahan update maupun materi baru.

Menurut keterangan Yongshi, Companion Server ini merupakan langkah awal dari komitmen mereka untuk merawat pengalaman bermain Aether Gazer dalam jangka panjang. Server pengganti tersebut dijadwalkan beroperasi hingga September 2031, yang berarti pemain masih punya waktu bertahun-tahun ke depan untuk menuntaskan cerita maupun koleksi karakter di game ini, sekalipun masa pengembangan aktifnya sudah berakhir.

Peluang Perpanjangan hingga Opsi Berubah Jadi Game Offline

Skema ini rupanya belum menjadi kata akhir. Sebelum Companion Server benar-benar ditutup pada 2031, pihak publisher disebut akan mengevaluasi apakah masa operasionalnya masih memungkinkan untuk diperpanjang lagi. Jika perpanjangan tidak bisa dilakukan, Yongshi menyiapkan opsi cadangan berupa konversi Aether Gazer menjadi client offline yang bisa dimainkan gratis tanpa perlu koneksi ke server sama sekali.

Yongshi menyebut rincian lebih lanjut soal mekanisme Companion Server serta rencana lanjutan lainnya akan diumumkan secara bertahap lewat update berikutnya, sehingga komunitas pemain diminta untuk terus memantau kanal resmi game ini.

Tren Menjaga Game Gacha Tetap Hidup usai Tutup Layanan

Langkah Yongshi ini muncul di tengah gelombang penutupan layanan yang belakangan makin sering menimpa game live-service dan gacha. Kondisi tersebut membuat diskusi soal cara mempertahankan game agar tetap bisa dimainkan pasca-EOS semakin ramai dibicarakan komunitas gamer.

CEO Ubisoft Blak-blakan Dukung Sony Setop Produksi Game FisikCEO Ubisoft Blak-blakan Dukung Sony Setop Produksi Game Fisik

 

Topik pelestarian game pasca-EOS ini sempat memanas usai sebuah port offline buatan penggemar untuk NieR Re[in]carnation viral di platform X. Meski proyek tersebut dibuat tanpa izin resmi dari pemegang hak cipta, kemunculannya memicu perdebatan tentang sejauh mana tanggung jawab developer dalam menjaga karya mereka tetap dapat diakses setelah dukungan resminya dihentikan. Masih ada waktu sebelum Companion Server Aether Gazer resmi berjalan, tetapi arah kebijakan Yongshi ini bisa jadi rujukan menarik bagi studio lain yang menghadapi situasi serupa di masa depan.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.