Review

Review Vivy: Fluorite Eye's Song – Bagaimana Jika Seorang AI Harus Menyelamatkan Umat Manusia?

Review jujur anime Vivy: Fluorite Eye's Song

👁 21
Daftar Isi
  1. Sebuah Pertanyaan yang Terus Menghantui Vivy
  2. Ditulis Oleh Author Re:Zero
  3. Belum Setara Demon Slayer, Tapi Tetap Memanjakan Mata
  4. Ketika Musik Menjadi Bagian Dari Cerita
  5. Kesimpulan
Review Score
8.5
dari 10
Review Highlight

Visual dan musik menjadi kekuatan utama anime ini.

Score 8.5/10 2 Kelebihan 2 Kekurangan
Kelebihan
  • Tema hubungan manusia dengan AI cukup menarik untuk diikuti
  • Musik yang mendukung momen emosional dengan baik
Kekurangan
  • Beberapa arc berasa kurang dieksplorasi
  • Konflik dan penyelesaian bagian akhir terasa terburu-buru
Verdict

Jika kamu mencari anime original dengan kualitas produksi tinggi, Vivy: Fluorite Eye's Song adalah salah satu pilihan terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Ceritanya mungkin tidak serumit Steins;Gate atau sefilosofis Ghost in the Shell, tetapi eksekusi visual, musik, dan emosinya cukup mampu meninggalkan kesan mendalam hingga episode terakhir.

Sebuah Pertanyaan yang Terus Menghantui Vivy

Vivy: Fluorite Eye's Song menceritakan seorang AI penyanyi yang mendapat misi untuk mencegah perang antara manusia dan AI yang akan terjadi 100 tahun di masa depan. Di balik premis time travel tersebut, anime ini juga mengangkat berbagai pertanyaan filosofis tentang identitas dan tujuan hidup seorang AI.

Hal yang paling menarik adalah bagaimana Vivy terus mempertanyakan misinya sendiri untuk "membawa kebahagiaan melalui nyanyian". Apa arti bernyanyi dengan sepenuh hati bagi seorang AI? Pertanyaan seperti ini membuat ceritanya terasa lebih dalam dibanding anime sci-fi biasa.

Ditulis Oleh Author Re:Zero

Anime ini ditulis oleh Tappei Nagatsuki, penulis Re:Zero. Pengaruhnya cukup terasa dalam konflik, perkembangan karakter, dan berbagai momen emosional yang muncul sepanjang cerita.

Meski menurut saya belum mencapai level masterpiece, cerita Vivy tetap berhasil menyajikan perjalanan yang menarik dari awal hingga akhir.

Belum Setara Demon Slayer, Tapi Tetap Memanjakan Mata

Dari sisi produksi, WIT Studio menghadirkan visual yang sangat bagus dengan adegan aksi yang dinamis dan enak diikuti. Walaupun belum berada di level Demon Slayer atau Fate Series dalam urusan animasi, tetapi kualitas animasinya tetap konsisten dan memanjakan mata. Di beberapa momen penting, WIT Studio juga menambahkan ilustrasi khusus yang membuat adegan terasa lebih berkesan.

Vivy

Ketika Musik Menjadi Bagian Dari Cerita

Musiknya juga menjadi salah satu kekuatan terbesar anime ini. Lagu-lagu yang dibawakan Vivy tidak hanya enak didengar, tetapi juga memiliki peran penting dalam perkembangan cerita dan karakternya.

Kesimpulan

Vivy: Fluorite Eye's Song adalah anime sci-fi yang berhasil memadukan aksi, musik, dan tema filosofis dalam satu paket yang solid. Meskipun belum bisa saya sebut masterpiece, anime ini tetap menawarkan pengalaman yang unik dan berbeda dibanding kebanyakan anime bertema AI.

Editor: Muhammad Zaki

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.