Review The Promised Neverland - Ketika Panti Asuhan Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Review anime The Promised Neverland
Daftar Isi
The Promised Neverland berhasil mengubah premis sederhana tentang panti asuhan menjadi salah satu anime thriller paling menegangkan dalam beberapa tahun terakhir. Misteri yang perlahan terungkap, serta berbagai plot twist yang tak terduga membuat Season 1 sulit untuk berhenti ditonton.
- Karakter utama yang cerdas
- Ketegangan yang konsisten hampir semua episode
- Permainan strategi dan psikologis yang menarik
- Season 2 menghapus banyak bagian penting dari manga
- Penyelesaian cerita Season 2 terburu-buru
- Potensi dunia luar yang menarik kurang di eksplorasi dalam anime
The Promised Neverland Season 1 adalah anime thriller yang wajib dicoba, terutama bagi penonton yang menyukai misteri, ketegangan, dan permainan strategi. Meskipun kualitas Season 2 mengecewakan banyak penggemar manga, Season 1 tetap layak disebut sebagai salah satu anime thriller terbaik yang pernah dibuat.
Dari Anime Panti Asuhan Menjadi Thriller Penuh Ketegangan
Saat pertama kali menonton The Promised Neverland, saya kira anime ini hanya akan menjadi cerita tentang kehidupan anak-anak di sebuah panti asuhan yang damai. Namun, ekspektasi tersebut langsung dihancurkan di episode pertama.

Momen ketika Emma berusaha mengembalikan boneka milik Connie menjadi titik balik yang benar-benar mengejutkan. Alih-alih menemukan suasana hangat seperti yang dibayangkan, ia justru menemukan kenyataan mengerikan yang mengubah seluruh arah cerita. Sejak saat itu, anime ini berhasil membangun ketegangan yang membuat saya penasaran di setiap episode.
Duel Strategi dan Psikologis yang Menegangkan
Kekuatan terbesar The Promised Neverland bukan terletak pada aksi, melainkan permainan strategi dan adu kecerdasan antara anak-anak Grace Field House melawan Isabella.
Setiap rencana pelarian, setiap gerakan mencurigakan, hingga setiap percakapan terasa memiliki konsekuensi besar. Anime ini berhasil membuat penonton ikut berpikir bersama para karakter sambil terus dibuat cemas akan kemungkinan mereka tertangkap.
Plot Twist yang Sulit Dilupakan
Season pertama juga dipenuhi berbagai plot twist yang berhasil meningkatkan ketegangan cerita.
Salah satu momen yang paling memorable bagi saya adalah ketika Norman berhasil memanjat tembok yang selama ini dianggap sebagai jalan menuju kebebasan. Namun, alih-alih menemukan dunia luar yang indah, ia justru menyadari bahwa di balik tembok tersebut terdapat jurang yang sangat luas. Momen itu semakin menegaskan betapa kecilnya harapan yang dimiliki mereka untuk melarikan diri.

Season 1 Hampir Sempurna
Menurut saya, Season 1 merupakan salah satu anime thriller terbaik yang pernah dibuat. Ceritanya rapi, misterinya menarik, ketegangannya konsisten, dan hampir setiap episode berhasil membuat saya ingin segera melanjutkan ke episode berikutnya.
Kombinasi antara misteri, horor psikologis, dan strategi membuat The Promised Neverland memiliki identitas yang berbeda dibanding kebanyakan anime shounen lainnya.
Season 2 yang Mengecewakan Banyak Penggemar
Sayangnya, kualitas tersebut tidak berhasil dipertahankan pada Season 2.
Salah satu kritik terbesar datang dari keputusan adaptasi yang memotong banyak bagian penting dari manga. Beberapa alur cerita besar bahkan dihapus sepenuhnya, termasuk kemunculan karakter-karakter penting yang memiliki peran besar dalam versi manga.
Akibatnya, perkembangan cerita terasa terlalu cepat dan banyak momen emosional yang kehilangan dampaknya. Bagi pembaca manga, Season 2 sering dianggap sebagai salah satu adaptasi anime yang paling mengecewakan karena terlalu banyak materi sumber yang dilewati.
Kesimpulan
The Promised Neverland Season 1 adalah anime thriller yang luar biasa dengan misteri, ketegangan, dan plot twist yang mampu membuat penonton terus berada di ujung kursi. Namun sayangnya, Season 2 gagal memenuhi potensi besar yang telah dibangun sebelumnya akibat banyaknya bagian manga yang dipotong.
Meskipun demikian, Season 1 tetap sangat layak ditonton dan menjadi salah satu pembuka anime thriller terbaik yang pernah saya lihat.
Editor: Muhammad Zaki
Rekomendasi
Review Vivy: Fluorite Eye's Song – Bagaimana Jika Seorang AI Harus Menyelamatkan Umat Manusia?
1 week ago
Review Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era: Kualitas Animasi Sakuga Terbaik dari Cygames Pictures!
1 month ago
Review POCO M7: Smartphone Entry Level dengan Baterai Badak dan Performa Andal
5 months ago
Review Film Your Letter | Mengangkat Isu Bullying di Korea Selatan
7 months ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.