Kuil Jepang Terbakar Hebat, Api Suci 1.200 Tahun Selamat
Kuil Jepang Daishoin di Miyajima terbakar hingga rata dengan tanah, namun api suci yang telah menyala selama 1.200 tahun berhasil diselamatkan.
Daftar Isi
Pariwisata dan sejarah kuil Jepang kembali menjadi sorotan setelah sebuah kebakaran besar melanda bangunan bersejarah di Pulau Miyajima. Peristiwa yang terjadi di Daishoin Temple ini menarik perhatian karena meski bangunan utama hangus terbakar, api suci yang telah menyala selama lebih dari 1.200 tahun tetap berhasil diselamatkan. Kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya pelestarian warisan budaya yang telah bertahan selama berabad-abad di Jepang.
Kuil Jepang Daishoin Dilanda Kebakaran, Api Suci Tetap Bertahan
Salah satu kuil Jepang, yakni Daishoin Temple di Pulau Miyajima, Prefektur Hiroshima, mengalami kebakaran pada pagi hari tanggal 20 Mei. Insiden di Daishoin Temple tersebut bermula ketika laporan mengenai kobaran api diterima oleh layanan darurat 119. Kebakaran yang melanda area api suci itu kemudian memicu respons cepat dari petugas pemadam kebakaran.
Daishoin dikenal sebagai kuil Jepang tertua di Miyajima. Tempat ibadah ini didirikan oleh biksu pengelana terkenal Kukai, yang juga dikenal sebagai Kobo Daishi, pada tahun 806. Keberadaan Daishoin Temple dan tradisi api suci yang diwariskan selama berabad-abad menjadikannya salah satu lokasi bersejarah yang banyak dikunjungi wisatawan maupun peziarah.
Lokasi kuil Jepang tersebut berada di Gunung Misen, tepat di jalur pendakian yang populer menuju puncak gunung. Setiap tahun, banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana alam sekaligus melihat berbagai peninggalan bersejarah di Daishoin Temple, termasuk keberadaan api suci yang menjadi simbol spiritual penting bagi kompleks kuil tersebut.
Reikado, Aula Api Suci yang Hangus Terbakar
Bangunan yang terdampak paling parah dalam peristiwa ini adalah Reikado Hall. Di lingkungan kuil Jepang tersebut, Reikado dikenal sebagai tempat penyimpanan api suci yang telah menyala tanpa padam selama lebih dari 1.200 tahun. Kebakaran bahkan sempat menjalar ke sebagian area hutan di sekitar Daishoin Temple sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Petugas pemadam membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menekan kobaran api. Meski bangunan kuil Jepang itu akhirnya rata dengan tanah, upaya pemadaman berhasil mencegah kerusakan yang lebih luas. Kebakaran di sekitar Daishoin Temple juga membuat sejumlah area wisata dan akses menuju api suci ditutup sementara sebagai langkah pengamanan.
Nama resmi bangunan tersebut adalah Kiezu no Reikado yang dapat diterjemahkan sebagai “Aula Api Suci yang Tak Pernah Padam”. Julukan itu merujuk pada keberadaan api suci yang menjadi bagian penting dari sejarah kuil Jepang tersebut. Selama lebih dari satu milenium, nyala api itu dipercaya terus dipelihara tanpa pernah padam.
Aksi Cepat Biksu Selamatkan Api Suci Berusia 1.200 Tahun
Di tengah kobaran api yang menghancurkan bangunan kuil Jepang tersebut, seorang biksu bertindak cepat untuk menyelamatkan api suci. Api yang berada di dalam Reikado segera dipindahkan ke bagian lain dari Daishoin Temple yang tidak terdampak kebakaran.
Langkah tersebut menjadi faktor utama yang membuat api suci tetap terjaga. Walaupun bangunan kuil Jepang yang menaunginya musnah, nyala api bersejarah itu berhasil mempertahankan keberlangsungannya menuju usia 1.300 tahun. Peristiwa ini menjadi salah satu aspek paling menarik dari kebakaran yang terjadi di Daishoin Temple.
Keberhasilan menyelamatkan api suci menunjukkan pentingnya respons cepat dalam melindungi warisan budaya. Bagi banyak pihak, keberadaan api tersebut memiliki nilai simbolis yang sangat besar bagi sejarah kuil Jepang dan identitas spiritual Daishoin Temple.
Tidak Ada Korban Jiwa, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Meski kebakaran menyebabkan kerusakan besar pada bangunan kuil Jepang tersebut, tidak ada korban luka maupun korban jiwa yang dilaporkan. Namun sebagai langkah pencegahan, jalur pendakian menuju Gunung Misen dan layanan kereta gantung di sekitar Daishoin Temple sempat ditutup sementara.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran yang melanda kuil Jepang tersebut masih dalam proses penyelidikan. Otoritas terkait terus mengumpulkan informasi guna mengetahui sumber awal munculnya api yang menghancurkan bangunan penyimpanan api suci tersebut.
Pernah Terjadi Sebelumnya dan Akan Dibangun Kembali
Menariknya, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi di Daishoin Temple. Pada tahun 2005, bangunan yang menyimpan api suci juga pernah terbakar. Meski demikian, nyala api berhasil diselamatkan dan tetap dipertahankan.
Setelah kebakaran pada 2005, bangunan kuil Jepang tersebut dibangun kembali dan dibuka pada tahun 2006. Kini, setelah kebakaran terbaru menghancurkan Reikado, kepala biara Daishoin, Masahiro Yoshida, menyatakan bahwa proses pembangunan ulang kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari satu tahun.
AI Dianggap Bisa Tekan Pembajakan Anime, Mengapa Demikian?
Peristiwa ini menjadi catatan penting dalam sejarah kuil Jepang Daishoin. Walaupun bangunan fisiknya kembali mengalami kerusakan, keberhasilan menyelamatkan api suci memastikan bahwa salah satu warisan spiritual tertua di Jepang tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Rekomendasi
Ferdinand Marcos Jr. Disambut Kekaisaran Jepang Saat Kunjungan Bersejarah
2 hours ago
AI Dianggap Bisa Tekan Pembajakan Anime, Mengapa Demikian?
1 hour ago
Hajime Moriyasu Yakin Jepang Bisa Juara Piala Dunia Meski Kehilangan Mitoma
2 hours ago
Natsu Hinata Hebohkan Publik Lewat Foto Kereta
3 months ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.