Jepang

Hajime Moriyasu Yakin Jepang Bisa Juara Piala Dunia Meski Kehilangan Mitoma

Hajime Moriyasu tetap optimistis membawa Timnas Jepang bersaing di Piala Dunia 2026 meski Kaoru Mitoma dipastikan absen akibat cedera

👁 6
Daftar Isi
  1. Hajime Moriyasu Tetap Percaya Diri Hadapi Piala Dunia 2026
  2. Kemenangan Bersejarah Tingkatkan Kepercayaan Diri Jepang
  3. Grup F dan Tantangan di Fase Awal
  4. Kehilangan Mitoma dan Minamino Jadi Pukulan Berat
  5. Pengalaman Jadi Modal Utama Samurai Biru
  6. Target Juara Dunia Tetap Tidak Berubah

Paruh persiapan menuju Piala Dunia 2026 menghadirkan tantangan besar bagi Timnas Jepang setelah kehilangan salah satu pemain andalannya. Meski demikian, Hajime Moriyasu tetap menunjukkan keyakinan tinggi terhadap peluang timnya. Kepercayaan diri tersebut muncul setelah serangkaian hasil positif yang diraih Jepang dalam laga persahabatan melawan lawan-lawan kuat, sekaligus memperlihatkan kedalaman skuad yang dimiliki Samurai Biru menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia.

Hajime Moriyasu Tetap Percaya Diri Hadapi Piala Dunia 2026

Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah sang pelatih menegaskan bahwa target timnya tidak berubah meski diterpa kabar buruk. Jepang harus menerima kenyataan bahwa Kaoru Mitoma tidak dapat tampil di turnamen setelah mengalami cedera hamstring kurang dari sepekan sebelum pengumuman skuad resmi dilakukan.

Ferdinand Marcos Jr. Disambut Kekaisaran Jepang Saat Kunjungan BersejarahFerdinand Marcos Jr. Disambut Kekaisaran Jepang Saat Kunjungan Bersejarah

Absennya Mitoma tentu menjadi kehilangan besar bagi Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan ambisi mereka di Piala Dunia 2026. Winger Brighton tersebut dikenal sebagai salah satu pemain paling berbahaya dalam skema permainan Jepang. Namun Moriyasu menilai kekuatan tim tidak bergantung pada satu individu karena setiap pemain telah dipersiapkan untuk mengisi peran yang dibutuhkan kapan saja.

Menurut Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan target di Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Ia mengingatkan bahwa saat Jepang mengalahkan Brasil dalam laga persahabatan tahun lalu, Mitoma juga tidak tersedia. Hal tersebut dianggap sebagai bukti bahwa sistem permainan dan kekompakan tim mampu menjaga performa meski kehilangan pemain penting.

Kemenangan Bersejarah Tingkatkan Kepercayaan Diri Jepang

Kepercayaan diri Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan persiapan menuju Piala Dunia 2026 semakin meningkat berkat sejumlah hasil impresif dalam pertandingan persahabatan. Pada Oktober tahun lalu, Jepang berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol saat jeda untuk menundukkan Brasil 3-2 di Tokyo.

Kemenangan tersebut menjadi catatan bersejarah bagi Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan perjalanan menuju Piala Dunia 2026 karena menjadi kemenangan pertama Jepang atas juara dunia lima kali tersebut. Keberhasilan itu juga menunjukkan kemampuan tim dalam menghadapi tekanan dan membalikkan keadaan saat menghadapi lawan kelas dunia.

Tidak berhenti di sana, Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan harapan besar di Piala Dunia 2026 kembali mendapat dorongan setelah kemenangan 1-0 atas Inggris di Wembley pada Maret lalu. Hasil tersebut menjadikan Jepang sebagai negara Asia pertama yang mampu mengalahkan Inggris.

Dalam dua pertandingan bergengsi tersebut, Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan proyek menuju Piala Dunia 2026 mengandalkan susunan pemain yang seluruhnya berkarier di Eropa. Dari skuad yang dibawa ke turnamen, hanya tiga pemain yang berasal dari kompetisi domestik J.League.

Grup F dan Tantangan di Fase Awal

Undian Piala Dunia 2026 menempatkan Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan para pemainnya di Grup F bersama Belanda, Swedia, serta Tunisia. Jepang akan membuka perjalanan mereka dengan menghadapi Belanda di Dallas pada 14 Juni.

Meski lawan yang dihadapi tidak mudah, Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan misi besar di Piala Dunia 2026 didukung oleh skuad yang kaya pengalaman kompetisi Eropa. Moriyasu bahkan menilai timnya kini memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dibanding periode-periode sebelumnya.

Selain kualitas individu, Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan target mereka di Piala Dunia 2026 juga mengandalkan fleksibilitas taktik. Sang pelatih meyakini timnya mampu beradaptasi terhadap berbagai gaya permainan lawan selama turnamen berlangsung.

Kehilangan Mitoma dan Minamino Jadi Pukulan Berat

Cedera yang dialami Kaoru Mitoma menjadi pukulan bagi Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan persiapan menuju Piala Dunia 2026. Pemain berusia 28 tahun itu sedang berada dalam performa terbaik sebelum mengalami cedera yang mengakhiri peluangnya tampil di ajang tersebut.

Salah satu momen terbaiknya terjadi saat membantu Timnas Jepang mengalahkan Inggris. Dalam proses gol kemenangan, Mitoma merebut bola dari Cole Palmer sebelum memimpin serangan balik dan menyelesaikannya menjadi gol. Kontribusi tersebut menunjukkan pentingnya peran Mitoma bagi Hajime Moriyasu dan skuad Jepang.

Selain Mitoma, Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan persiapan Piala Dunia 2026 juga harus kehilangan Takumi Minamino. Gelandang Monaco tersebut dipastikan absen setelah mengalami cedera ligamen lutut pada Desember lalu.

Pengalaman Jadi Modal Utama Samurai Biru

Meski kehilangan beberapa pemain penting, Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan target besar di Piala Dunia 2026 tetap memiliki banyak sosok berpengalaman. Wataru Endo dari Liverpool serta Takehiro Tomiyasu dari Ajax berhasil pulih tepat waktu setelah sebelumnya menjalani masa pemulihan cedera yang cukup panjang.

Lini serang Timnas Jepang juga masih diperkuat oleh Ayase Ueda yang bermain untuk Feyenoord. Selain itu terdapat Daichi Kamada dari Crystal Palace dan Takefusa Kubo dari Real Sociedad yang menjadi figur penting dalam permainan tim asuhan Hajime Moriyasu.

Sekitar setengah dari skuad saat ini pernah tampil pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah bagi Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan ambisi mereka di Piala Dunia 2026. Pada turnamen sebelumnya, Jepang mengejutkan dunia dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol sebelum akhirnya tersingkir lewat adu penalti melawan Kroasia di babak 16 besar.

Moriyasu menilai pengalaman tampil di panggung terbesar sepak bola dunia akan membantu para pemain menjaga ketenangan dalam berbagai situasi pertandingan. Faktor tersebut diyakini dapat meningkatkan efektivitas permainan Jepang sepanjang turnamen.

Target Juara Dunia Tetap Tidak Berubah

Perjalanan kualifikasi yang kuat semakin mempertegas optimisme Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan peluang di Piala Dunia 2026. Jepang memenangkan tujuh dari sepuluh pertandingan kualifikasi dan hanya menelan kekalahan setelah tiket ke putaran final sudah dipastikan.

Turnamen mendatang akan menjadi penampilan kedelapan beruntun bagi Timnas Jepang di ajang Piala Dunia sejak debut mereka pada 1998. Meski sudah empat kali mencapai babak 16 besar, Jepang belum pernah melangkah ke perempat final.

Namun kali ini, Hajime Moriyasu, Timnas Jepang, dan ambisi Piala Dunia 2026 berada pada level yang lebih tinggi. Sang pelatih secara tegas menyatakan bahwa target timnya adalah menjadi juara dunia. Kehilangan Mitoma tidak mengubah sasaran tersebut karena fokus utama tetap meningkatkan kualitas individu dan kolektif tim.

Sebagai pelatih terlama dalam sejarah modern Jepang sejak mengambil alih tim setelah Piala Dunia 2018, Hajime Moriyasu bertekad memanfaatkan seluruh pengalaman yang dimiliki dirinya, staf pelatih, dan para pendahulunya untuk memperbesar peluang Jepang meraih prestasi terbaik dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.