HoYoverse Untung Sekitar Rp91 Miliar Hanya dari Kasus Leak di Tahun 2025
Perusahaan juga menyoroti peran komunitas pemain dalam membantu pelaporan pelanggaran. Sepanjang tahun tersebut, HoYoverse menerima lebih dari 100 ribu laporan dari pemain terkait aktivitas yang melanggar aturan dalam ekosistem game mereka.
Seputar Otaku - Pengembang HoYoverse, kreator di balik Genshin Impact dan Honkai: Star Rail, merilis laporan terbaru mengenai upaya perlindungan kekayaan intelektual mereka sepanjang tahun 2025. Laporan tersebut menunjukkan langkah hukum besar yang diambil perusahaan terhadap berbagai pelanggaran, mulai dari pembocoran konten hingga penjualan cheat.
Sepanjang 2025, HoYoverse bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam 22 penyelidikan kriminal serta mengajukan 2.388 gugatan perdata terhadap individu yang diduga melanggar aturan. Target utama penindakan ini mencakup penyebar rumor palsu, leaker konten yang belum dirilis, penjual cheat, serta operator server ilegal.
Perusahaan juga menyoroti peran komunitas pemain dalam membantu pelaporan pelanggaran. Sepanjang tahun tersebut, HoYoverse menerima lebih dari 100 ribu laporan dari pemain terkait aktivitas yang melanggar aturan dalam ekosistem game mereka.
Dari berbagai kasus yang diproses, HoYoverse berhasil memulihkan kerugian hingga 37 juta yuan (sekitar Rp91 miliar) melalui putusan pengadilan maupun penyelesaian di luar pengadilan.
Beberapa kasus besar turut menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah penangkapan tiga orang yang membocorkan informasi terkait Genshin Impact dan Honkai: Star Rail melalui situs HomDGCat Wiki. Selain itu, seorang blogger juga digugat sekitar USD 70 ribu karena terus membagikan informasi game yang belum dirilis.
HoYoverse juga menindak keras penjual cheat dan layanan ilegal lainnya. Sepanjang 2025, mereka menindak 503 toko online yang menjual alat cheat atau layanan terkait. Dalam salah satu kasus besar, sebuah toko bernama Raindrop Studio dijatuhi hukuman membayar sekitar USD 380 ribu setelah kalah di pengadilan.
Dalam kasus lain, kepolisian di China juga menangkap 25 tersangka dari kelompok yang menjual akun game secara ilegal serta mencuri data pribadi hingga 10 juta pengguna.
Langkah agresif ini menunjukkan bahwa HoYoverse semakin serius dalam menjaga keamanan ekosistem game mereka sekaligus melindungi hak kekayaan intelektual dari berbagai bentuk pelanggaran.
Rekomendasi
Seiyuu Alya, Sumire Uesaka Akan Tampil di Ring Gulat Tokyo Joshi Pro-Wrestling
1 jam yang lalu
Eiichiro Oda Tolak Desain Awal Chopper di Live-Action One Piece, Dinilai Terlalu “Realistis”
1 jam yang lalu
Kritikus Musik Jepang Soroti Ketergantungan J-Pop pada Lagu Tema Anime
1 jam yang lalu