Live-action
Eiichiro Oda Tolak Desain Awal Chopper di Live-Action One Piece, Dinilai Terlalu “Realistis”
Eiichiro Oda Tolak Desain Awal Chopper di Live-Action One Piece, Dinilai Terlalu “Realistis”

Seputar Otaku - Penayangan musim kedua adaptasi live-action One Piece (Netflix series) pada 10 Maret 2026 membawa salah satu karakter paling ditunggu oleh penggemar, yaitu Tony Tony Chopper. Namun di balik kemunculannya, ternyata ada cerita menarik mengenai proses desain karakter tersebut.

Menurut laporan produksi, konsep awal yang diajukan tim efek visual kepada kreator Eiichiro Oda sempat ditolak secara tegas. Desain tersebut mencoba membuat Chopper terlihat lebih realistis dengan detail anatomi hewan yang sangat jelas, termasuk struktur otot dan tulang yang menyerupai hewan asli.

Pendekatan tersebut bertujuan agar karakter rusa dokter dari Bajak Laut Topi Jerami terlihat lebih cocok dengan dunia live-action. Namun hasilnya justru dianggap terlalu menyeramkan dan jauh dari karakter Chopper yang dikenal lucu serta menggemaskan dalam manga dan anime.

chopper

Eiichiro Oda kemudian meminta tim produksi untuk meninggalkan konsep tersebut dan kembali ke esensi karakter Chopper yang lebih imut dan menyerupai boneka. Ia menegaskan bahwa dunia One Piece adalah cerita shonen penuh fantasi dan humor, bukan drama realistis tentang hewan liar.

Setelah melalui berbagai penyesuaian, tim efek visual akhirnya menghasilkan desain final yang memadukan wajah bulat khas Chopper dari awal cerita dengan tubuh berbulu yang lebih detail agar tetap terlihat alami di layar. Desain tersebut juga disempurnakan dengan pengujian pencahayaan dan animasi agar gerakannya terasa nyaman ditonton.

Hasil akhirnya muncul dalam episode ketujuh musim kedua dan mendapat persetujuan penuh dari Oda. Ia bahkan memuji tim efek visual dan pengisi suara yang berhasil mempertahankan kepribadian polos serta suara khas karakter tersebut.

Banyak penggemar menilai keterlibatan langsung Oda dalam proses produksi menjadi salah satu alasan mengapa adaptasi live-action One Piece di Netflix berhasil menghindari “kutukan adaptasi anime” yang pernah menimpa beberapa proyek lain.