Komunitas Forza Horizon 6 di Jepang Protes Masif Soal Gelombang Banned Mobil Itasha
Masalah ini dipicu oleh maraknya tindakan penangguhan (banned) serta takedown terhadap para kreator yang membuat serta membagikan desain livery mobil bergaya itasha.
Komunitas gim Forza Horizon 6 di Jepang saat ini tengah dilanda gelombang kekecewaan dan aksi protes masif. Masalah ini dipicu oleh maraknya tindakan penangguhan (banned) serta takedown terhadap para kreator yang membuat serta membagikan desain livery mobil bergaya itasha (mobil dengan stiker/dekorasi karakter anime, manga, maupun gim).
Protes ini kian tajam mengingat Forza Horizon 6 sendiri mengambil latar tempat di Jepang, namun elemen penting dari budaya otomotif lokalnya justru dinilai mendapat perlakuan diskriminatif oleh sistem moderasi.
Kronologi Masalah dan Keluhan Para Kreator

Berdasarkan laporan dari media Automaton Jepang, kekacauan ini bermula dari serangkaian tindakan penertiban konten buatan pengguna (User Generated Content / UGC) yang dianggap tidak transparan:
-
Hapus Desain dan Takedown Massal: Banyak kreator itasha ternama mendapati karya mereka dihapus paksa dari sistem publikasi gim. Beberapa di antaranya bahkan menerima hukuman banned akun setelah memamerkan foto kendaraan itasha mereka di dalam gim.
-
Sketsa Garis Pun Kena Report: Komunitas dibuat bingung setelah muncul laporan bahwa karya yang masih dalam tahap sketsa kasar (work in progress) sudah dijatuhi sanksi karena dilaporkan sebagai konten tak senonoh.
-
Ancaman pada Logo Manufaktur Asli: Tidak hanya karakter anime, beberapa kreator yang menyertakan logo suku cadang atau manufaktur dunia nyata juga menerima teguran resmi.
-
Dugaan Mass Report: Muncul spekulasi kuat di kalangan player bahwa ada kelompok oknum tertentu yang sengaja melakukan aksi penyalahgunaan fitur laporan (mass reporting) untuk menjatuhkan karya kreator itasha.
Kondisi ini membuat para pembuat livery di Jepang enggan membagikan desain baru mereka karena takut kehilangan akses akun.
Developer Update Kode Etik dan Tanggapan Komunitas

Menanggapi gejolak UGC yang meluas, pengembang Forza Horizon 6 merilis pembaruan pedoman kode etik (Code of Conduct) pada 24 September 2026:
-
Moderasi Manusia: Pengembang menegaskan bahwa seluruh laporan UGC ditinjau langsung oleh moderator manusia, dan jumlah laporan tidak menentukan tingkatan prioritas pemeriksaan.
-
Mekanisme Sanksi: Pelanggaran pertama hanya diberi peringatan, sementara pelanggaran berulang berujung pada penangguhan sementara. Banned permanen secara langsung hanya berlaku untuk pelanggaran berat (konten eksplisit seksual, ketelanjangan, atau kebijakan Zero Tolerance).
Kriteria yang Dinilai Terlalu General
Meskipun pengembang telah memperbarui aturan kode etik, komunitas player di Jepang menilai penjelasan tersebut terlalu umum dan tidak menjawab kebingungan utama mereka.
Aturan tersebut dianggap tidak memberikan batasan yang spesifik mengenai detail itasha seperti apa yang dianggap melanggar aturan sugestif/eksplisit. Komunitas Jepang berharap pengembang segera merilis kriteria dan panduan kurasi yang lebih jelas agar mereka dapat terus berkarya memeriahkan kultur itasha tanpa rasa cemas.
Tagar
Rekomendasi
Fenomena Buku Bekas Jepang Diborong Berton-ton demi Pelatihan Model AI
53 minutes ago
Netizen Jepang di X Buka Diskusi: Pilih Anak Otaku atau Berandalan?
1 week ago
Perusahaan Jepang Thanko Rilis Oshi no Nukumori, Dakimakura dengan Fitur Pemanas
1 week ago
Aimer Umumkan Kelahiran Anak Pertama dan Pilih Jalur Independen Usai Keluar Agensi
1 week ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.