Game

Brown Dust 2 Kena Sensor di Korea Selatan, Pemain Dapat Diamond Gratis

Brown Dust 2 resmi disensor di Korea Selatan mulai 30 Juli, dua outfit dan cutscene diubah, pemain dapat kompensasi ribuan Diamond gratis.

👁 5
Daftar Isi
  1. Alasan di Balik Sensor Brown Dust 2 di Korea Selatan
  2. Outfit Palette dan Olivier Kena Imbas
  3. Kompensasi Diamond untuk Pemain yang Terdampak
  4. Bukan Kasus Sensor Pertama, Brown Dust 2 Pernah Alami Hal Serupa di Jerman

Brown Dust 2 resmi menerapkan sensor dan pembatasan konten khusus untuk versi Korea Selatan mulai 30 Juli. Kabar ini disampaikan langsung oleh Game Director Jun-hee Lee lewat siaran langsung darurat pada 29 Juli, menyusul temuan sejumlah konten yang dinilai melanggar aturan sensor dan pedoman penilaian yang berlaku di negara asal game tersebut. Akibatnya, dua outfit populer beserta cutscene terkait bakal mengalami penyesuaian, sementara pemain yang terdampak dijanjikan kompensasi Diamond dalam jumlah besar.

Alasan di Balik Sensor Brown Dust 2 di Korea Selatan

Jun-hee Lee menjelaskan bahwa keputusan menerapkan sensor Korea Selatan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, konten yang menampilkan alat kelamin, cairan tubuh yang berkaitan dengan organ seksual, atau adegan yang mengarah pada tindakan provokatif dianggap melanggar aturan sensor yang berlaku di negara tersebut. Ironisnya, Brown Dust 2 sebenarnya sudah mengantongi rating 19+ di Korea Selatan, namun rating tersebut ternyata tidak cukup untuk membebaskan game ini dari kewajiban mematuhi pedoman penilaian yang lebih ketat.

Ke depannya, versi Korea Selatan bahkan akan memiliki build tersendiri yang terpisah dari versi global. Artinya, semua konten baru yang dirilis khusus untuk pasar Korea wajib disesuaikan dengan aturan sensor setempat, sementara pemain di wilayah global dan negara lain tetap bisa menikmati outfit serta konten asli tanpa perubahan apa pun.

Outfit Palette dan Olivier Kena Imbas

Dua outfit yang terdampak kebijakan ini adalah Palette – Shattered Dream dan Olivier – Retired Legend. Selain tampilan outfit yang diubah, cutscene yang berkaitan dengan keduanya turut disesuaikan agar sesuai standar sensor yang berlaku. Tidak berhenti di situ, event rahasia milik Olivier juga mendapat sensor tambahan lantaran menampilkan adegan saat karakter tersebut mengeluarkan senjata dari bagian belakang tubuhnya, sebuah detail yang rupanya dianggap melanggar pedoman penilaian konten di Korea Selatan.

Kompensasi Diamond untuk Pemain yang Terdampak

Sebagai bentuk kompensasi, seluruh pemain Brown Dust 2 di Korea Selatan bakal menerima 4.000 Diamond secara cuma-cuma. Bagi pemain yang telah memiliki salah satu dari dua outfit yang terkena sensor, tersedia tambahan 2.000 Diamond untuk setiap outfit yang dimiliki. Namun bila memilih opsi refund, jumlah kompensasi yang didapat jauh lebih besar, yakni 13.400 Diamond per outfit.

Bahkan, bagi pemain yang memiliki kedua outfit tersebut dengan enhancement penuh di level +5, total kompensasi refund yang bisa diterima mencapai 160.800 Diamond, ditambah seluruh material yang sebelumnya sudah dipakai untuk meningkatkan level outfit itu. Skema kompensasi ini terlihat sebagai upaya developer untuk meredam kekecewaan pemain atas perubahan mendadak tersebut.

Bukan Kasus Sensor Pertama, Brown Dust 2 Pernah Alami Hal Serupa di Jerman

Kebijakan penyesuaian konten khusus satu negara ini sebenarnya bukan hal baru bagi Brown Dust 2. Sebelumnya, developer sudah pernah melakukan penyesuaian serupa untuk memenuhi regulasi yang berlaku di Jerman. Jun-hee Lee sendiri mengaku kecewa lantaran Brown Dust 2, yang notabene merupakan game buatan Korea Selatan, justru harus disensor di negara asalnya sendiri.

Bocoran Durasi Main Control Resonant, Tamat Butuh 30 Jam!Bocoran Durasi Main Control Resonant, Tamat Butuh 30 Jam!

 

Ia mengungkapkan bahwa tim pengembang sempat mempertimbangkan sejumlah jalan keluar, termasuk mencari penyedia layanan yang berbeda. Namun karena tetap harus tunduk pada hukum yang berlaku di Korea Selatan, langkah tersebut dinilai tidak memungkinkan dan justru berisiko membuat game ini tidak lagi bisa diakses di negara tersebut, sebagaimana pernah terjadi pada kasus Brown Dust 2 di Vietnam.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.