Game

Petisi "Don't Kill the Disc" Tembus 211 Ribu Tanda Tangan, Gamer Desak Sony Pertahankan Game Fisik

Saat artikel ini ditulis, jumlah dukungan telah mencapai 212.111 tanda tangan. Meski demikian, hingga kini Sony masih belum memberikan tanggapan resmi terkait petisi maupun protes yang terus berkembang.

👁 4
Daftar Isi
  1. Muncul Setelah Pengumuman Sony
  2. Game Fisik Dinilai Memberikan Kepemilikan Nyata
  3. Dinilai Berdampak ke Banyak Industri
  4. Gamer Ramai Berikan Dukungan

 

 

Gelombang penolakan terhadap keputusan Sony PlayStation untuk menghentikan produksi game dalam format fisik terus membesar. Petisi bertajuk "Don't Kill the Disc" kini telah mengumpulkan lebih dari 165 ribu tanda tangan dari para gamer di seluruh dunia.

Saat artikel ini ditulis, jumlah dukungan telah mencapai 212.111 tanda tangan. Meski demikian, hingga kini Sony masih belum memberikan tanggapan resmi terkait petisi maupun protes yang terus berkembang.

Muncul Setelah Pengumuman Sony

Petisi tersebut dibuat melalui Change.org oleh PNP Games, retailer game asal Kanada yang dipimpin oleh CEO perusahaan tersebut dan memiliki tiga toko fisik.

Aksi ini muncul setelah Sony mengumumkan pada 1 Juli 2026 bahwa mereka akan menghentikan produksi game PlayStation dalam format disc mulai Januari 2028.

Setelah kebijakan tersebut mulai berlaku, game PlayStation baru hanya akan tersedia dalam bentuk digital atau kemasan yang hanya berisi kode unduhan, tanpa cakram fisik di dalamnya.

Game Fisik Dinilai Memberikan Kepemilikan Nyata

Dalam isi petisinya, PNP Games menilai bahwa game fisik masih memiliki nilai yang tidak dapat digantikan oleh distribusi digital.

Menurut mereka, kepemilikan melalui disc memungkinkan pemain untuk:

  • Meminjamkan game kepada orang lain.
  • Menjual kembali game bekas.
  • Menukar koleksi.
  • Mengoleksi edisi fisik.
  • Mewariskan koleksi kepada generasi berikutnya.

Sebaliknya, mereka menilai pembelian digital pada dasarnya hanya memberikan lisensi penggunaan, bukan kepemilikan penuh atas produk tersebut.

Petisi tersebut juga menyinggung berbagai kasus di mana konten digital pernah dihapus dari perpustakaan pengguna atau ditarik dari toko digital sehingga tidak lagi dapat dibeli.

Dinilai Berdampak ke Banyak Industri

Sebagai retailer yang menjual game fisik, PNP Games memang memiliki kepentingan bisnis terhadap keberlangsungan format disc.

Namun mereka menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya berdampak pada toko game.

Menurut mereka, hilangnya format fisik juga akan memengaruhi berbagai sektor lain, seperti:

  • Distributor.
  • Gudang dan logistik.
  • Produsen media fisik.
  • Pasar game bekas.
  • Komunitas kolektor.
  • Upaya pelestarian (game preservation).

Mereka menilai perubahan total menuju distribusi digital berpotensi mengancam banyak usaha kecil sekaligus ribuan lapangan pekerjaan yang bergantung pada ekosistem game fisik.

Gamer Ramai Berikan Dukungan

Kolom komentar petisi juga dipenuhi pendapat para gamer yang berharap Sony membatalkan kebijakan tersebut.

Salah satu penandatangan bernama Stephen menyatakan bahwa dirinya hanya membeli game dalam format fisik karena ingin benar-benar memiliki produk yang dibelinya.

Ia bahkan menyebut bahwa apabila Sony tetap melanjutkan kebijakan tersebut, dirinya berencana berhenti membeli produk PlayStation setelah Januari 2028.

Hingga saat ini, Sony masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai petisi "Don't Kill the Disc", sementara jumlah dukungan dari komunitas gamer terus bertambah dari hari ke hari.

 
 

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.