Proyek Game YouTuber Jepang Terancam Gagal, Dana Puluhan Juta Yen Nyaris Habis
Proyek ini awalnya diluncurkan pada 2023 melalui crowdfunding dengan target 30 juta yen. Namun, antusiasme penggemar membuat dana terkumpul melonjak hingga lebih dari 50 juta yen hanya dalam empat hari. Game tersebut dijanjikan sebagai RPG souls-like fant
Seputar Otaku - YouTuber Jepang Narunii (The Lore Knight) mengonfirmasi bahwa proyek game ambisiusnya, Chikai no Fuchi, kini berada di ambang krisis finansial setelah tiga tahun pengembangan.
Proyek ini awalnya diluncurkan pada 2023 melalui crowdfunding dengan target 30 juta yen. Namun, antusiasme penggemar membuat dana terkumpul melonjak hingga lebih dari 50 juta yen hanya dalam empat hari. Game tersebut dijanjikan sebagai RPG souls-like fantasi gelap dengan target rilis 2024.
Sayangnya, realita pengembangan berkata lain.
Pada akhir 2025, konflik internal membuat direktur utama dan programmer utama mundur dari tim. Lebih parah lagi, terungkap bahwa selama tiga tahun pengerjaan, hampir tidak ada hasil signifikan yang bisa digunakan—memaksa tim untuk memulai ulang dari nol.
Dalam laporan terbaru Maret 2026, Narunii mengakui bahwa proyek ini membutuhkan biaya jauh lebih besar dari perkiraan awal. Dari dana awal, kini hanya tersisa sekitar 10 juta yen, sementara untuk menyelesaikan game sesuai visi awal dibutuhkan tambahan hingga 100 juta yen.
Sebagai langkah darurat, tim kini melakukan pemangkasan konten besar-besaran demi menyelamatkan inti proyek. Narunii juga berencana mengajukan bantuan ke program pemerintah Jepang IP360 untuk mendapatkan tambahan dana.
Menariknya, ia berjanji akan mengembalikan dana pendukung dari kantong pribadi jika proyek gagal, menggunakan penghasilan dari kanal YouTube miliknya—sebuah langkah yang jarang dilakukan dalam kasus crowdfunding.
Kasus ini kembali menyoroti kerasnya realita industri game, terutama bagi kreator tanpa pengalaman teknis atau manajemen proyek skala besar. Antusiasme dan ide besar saja ternyata tidak cukup tanpa perencanaan matang, tim solid, dan estimasi biaya yang realistis.
Situasi ini juga memicu perdebatan: apakah kreator konten seharusnya lebih dibatasi dalam crowdfunding, atau justru pendukung yang perlu lebih kritis sebelum berinvestasi?
Rekomendasi
Natsuiro Matsuri Putuskan Hentikan Kolaborasi dengan Streamer Pria
2 jam yang lalu
HiAnime Diduga Tutup, Situs Bajakan Anime Raksasa Menghilang dari Internet
2 jam yang lalu
Sony Kembangkan “Protective AI” untuk Cegah Pelanggaran Hak Cipta di Era AI
2 jam yang lalu
Player Arknights: Endfield Bangun “Lingkaran Transmutasi Nasional” ala Fullmetal Alchemist
2 jam yang lalu