PANDORA Daftarkan Merek “XTuber”, Picu Pro-Kontra di Komunitas VTuber
Langkah ini disebut sebagai respons terhadap perkembangan industri VTuber yang semakin matang. PANDORA berharap konsep XTuber bisa menjadi “fase berikutnya” dalam dunia konten virtual, membuka peluang bagi kreator untuk mengekspresikan diri baik secara vi
Seputar Otaku - Agensi VTuber PANDORA mengumumkan langkah baru yang cukup kontroversial pada 16 Maret 2026 dengan mendaftarkan merek dagang “XTuber” (dibaca cross-tuber). Istilah ini dimaksudkan sebagai konsep VTuber generasi baru yang menggabungkan aktivitas virtual dan dunia nyata.
Konsep XTuber sendiri mengarah pada kreator yang tidak hanya tampil melalui avatar digital seperti VTuber pada umumnya, tetapi juga aktif sebagai individu di dunia nyata. Dengan pendekatan ini, PANDORA ingin mendorong evolusi industri VTuber agar lebih fleksibel dan tidak lagi terikat pada anonimitas penuh.
Langkah ini disebut sebagai respons terhadap perkembangan industri VTuber yang semakin matang. PANDORA berharap konsep XTuber bisa menjadi “fase berikutnya” dalam dunia konten virtual, membuka peluang bagi kreator untuk mengekspresikan diri baik secara virtual maupun fisik.

Namun, pengumuman ini langsung memicu beragam reaksi dari komunitas. Sebagian netizen menyindir nama “XTuber” karena kemiripannya dengan istilah yang berkonotasi negatif di internet. Selain itu, muncul pula kritik terkait upaya pendaftaran merek dagang tersebut.
Beberapa pihak menyoroti bahwa istilah “VTuber” sendiri selama ini digunakan secara umum dan bukan sebagai merek dagang eksklusif. Upaya PANDORA untuk mematenkan istilah baru dianggap berpotensi menimbulkan masalah hukum, terutama karena pedoman platform seperti YouTube memiliki aturan ketat terkait penggunaan kata “Tuber” dalam branding.
Tak sedikit pula yang berpendapat bahwa konsep kreator hybrid—yang aktif baik sebagai persona virtual maupun di dunia nyata—sebenarnya bukan hal baru, sehingga klaim sebagai “evolusi baru” dianggap berlebihan.
Di tengah kontroversi tersebut, PANDORA tetap melanjutkan rencana mereka dengan membuka program audisi bertajuk Project YOHANE. Program ini ditujukan untuk menjaring talenta baru, bahkan dari pemula yang belum memiliki pengalaman atau sumber daya di industri VTuber.
Menariknya, meski konsep XTuber melibatkan aktivitas di dunia nyata, peserta audisi tidak diwajibkan langsung memperlihatkan wajah mereka pada tahap awal seleksi.
Dengan pro dan kontra yang muncul, konsep XTuber kini menjadi topik panas—apakah ini benar-benar evolusi industri, atau sekadar rebranding dari sesuatu yang sudah ada?
Rekomendasi
Natsuiro Matsuri Putuskan Hentikan Kolaborasi dengan Streamer Pria
3 jam yang lalu
Proyek Game YouTuber Jepang Terancam Gagal, Dana Puluhan Juta Yen Nyaris Habis
3 jam yang lalu
HiAnime Diduga Tutup, Situs Bajakan Anime Raksasa Menghilang dari Internet
3 jam yang lalu
Sony Kembangkan “Protective AI” untuk Cegah Pelanggaran Hak Cipta di Era AI
3 jam yang lalu