Game Blue Archive kembali menarik perhatian komunitas lewat merchandise terbarunya yang tidak biasa. Kali ini, Nexon Games menggandeng Tanita untuk merilis alat pedometer—perangkat penghitung langkah kaki—dengan desain karakter-karakter dari dunia Kivotos.
Kolaborasi ini menghadirkan total sekitar 136 varian pedometer dengan ilustrasi para murid Blue Archive. Produk ini mulai tersedia sejak 20 April 2026 dan langsung mencuri perhatian karena menggabungkan elemen fandom dengan fungsi kesehatan. Alih-alih sekadar merchandise biasa, pedometer ini mendorong para “Sensei” (sebutan pemain) untuk tetap aktif bergerak sambil membawa karakter favorit mereka.
【全136種類 受注生産】
— 株式会社タニタ (@TANITAofficial) April 20, 2026
「ブルーアーカイブ」と歩数計のコラボで、先生の健康づくりをさらにアシストします!
前回101種類の再販に加えて、新たに35種類が加わり再登場!(=゚ω゚)ノ
予約期間は本日~5/20(水)13時まで。
ぜひ特設ページをチェックしてください!https://t.co/hnz4xB5jB4#ブルアカ… pic.twitter.com/NAbbGqjwOQ
Meski konsepnya menarik, nama “pedometer” sempat memicu kebingungan dan reaksi beragam di komunitas. Namun setelah dipahami sebagai alat kesehatan, respons pun berubah menjadi lebih santai dan penuh humor. Banyak penggemar di forum seperti Reddit melontarkan komentar lucu, mulai dari menyebutnya sebagai alat untuk mengukur “kekuatan tempur” berbasis langkah, hingga menganggap kolaborasi ini sebagai bentuk pun (candaan) yang disengaja oleh pihak developer.
Terlepas dari reaksi tersebut, langkah ini menunjukkan bagaimana Blue Archive terus bereksperimen dalam menghadirkan merchandise yang kreatif dan berbeda. Dengan menggabungkan gaya hidup sehat dan budaya pop, kolaborasi ini bukan hanya memperluas lini produk, tetapi juga memperkuat keterikatan antara game dan komunitasnya.
Rekomendasi
Ingrid Resmi Jadi DLC Terakhir Year 3 Street Fighter 6, Rilis 28 Mei
3 jam yang lalu
Toei Games Umumkan 3 Game Perdana: KILLA, HINO, dan DEBUG NEPHEMEE
3 jam yang lalu
VTuber Indonesia Leo Axenos Umumkan Kelulusan dari Re:Memories per Mei 2026
3 jam yang lalu
Kontroversi “Go for It, Nakamura!”: Syundei Buka Suara Soal Kritik dan Pelecehan Daring
3 jam yang lalu