Baru sepekan sejak diperkenalkan sebagai divisi game dari Toei Company, Toei Games langsung mengumumkan tiga proyek perdana mereka: KILLA, HINO, dan DEBUG NEPHEMEE. Ketiganya dikembangkan oleh studio berbeda, baik dari Jepang maupun internasional, dan menjadi langkah awal Toei dalam membangun identitas baru di industri game.

Game pertama, KILLA, dikembangkan oleh Black Tangerine dan dijadwalkan rilis pada 2026 untuk PC melalui Steam. Game ini menawarkan petualangan misteri 3D dengan banyak ending, mengikuti karakter Valhalla dalam mengungkap pembunuhan mentornya di sebuah pulau misterius. Dengan gaya visual gelap yang terinspirasi pertunjukan boneka surealis, pemain akan menggunakan kemampuan “resonance” untuk menyelami ingatan para tersangka dan menyusun potongan mimpi demi menemukan kebenaran.
Sementara itu, HINO dari UnGloomStudio menghadirkan pengalaman 2D dark fantasy dengan atmosfer yang kuat. Pemain akan mengikuti perjalanan Hino bersama makhluk bernama Monimoni Skeleton di dunia penuh bayangan dan monster. Gaya visualnya yang khas—terinspirasi ilustrasi pena karya seniman Yatara—memberikan nuansa artistik yang unik. Eksplorasi dan pilihan pemain akan memengaruhi jalannya cerita, termasuk variasi ending yang bisa didapatkan.

Game ketiga, DEBUG NEPHEMEE, dikembangkan oleh Nephemee Studio dan membawa konsep dunia yang “rusak” oleh bug digital. Dalam petualangan 2D top-down ini, pemain menjelajahi dunia Nepherum sambil menghadapi makhluk bernama Nephemees. Sistem pertarungannya menggabungkan aksi dan elemen “hacking,” memungkinkan pemain mengungkap memori serta kepribadian musuh. Ketiga proyek ini menunjukkan visi Toei Games yang tidak hanya berfokus pada gameplay, tetapi juga pada storytelling yang kuat melalui dunia dan karakter yang imersif.
Rekomendasi
Ingrid Resmi Jadi DLC Terakhir Year 3 Street Fighter 6, Rilis 28 Mei
1 jam yang lalu
VTuber Indonesia Leo Axenos Umumkan Kelulusan dari Re:Memories per Mei 2026
1 jam yang lalu
Kontroversi “Go for It, Nakamura!”: Syundei Buka Suara Soal Kritik dan Pelecehan Daring
1 jam yang lalu
Yoshiyuki Tomino Soroti Pergeseran Makna Gundam dan Kritik Situasi Politik Jepang
2 jam yang lalu