Anime
Kontroversi “Go for It, Nakamura!”: Syundei Buka Suara Soal Kritik dan Pelecehan Daring
Kontroversi “Go for It, Nakamura!”: Syundei Buka Suara Soal Kritik dan Pelecehan Daring

Platform manga digital HERO's Web merilis pernyataan resmi dari mangaka Syundei menyusul kontroversi yang melibatkan karya mereka, Go for It, Nakamura! (Ganbare, Nakamura-kun!). Pernyataan ini muncul sekitar satu minggu setelah Syundei menghapus akun media sosial mereka akibat dugaan pelecehan daring yang meningkat seiring popularitas adaptasi anime-nya.

Anime tersebut, yang kini tayang secara global melalui Crunchyroll, membawa perhatian besar terhadap karya aslinya. Namun, peningkatan eksposur ini juga diiringi kritik dari sebagian penonton. Beberapa adegan—seperti interaksi antara siswa dan guru yang dianggap sugestif—menjadi sorotan, ditambah reaksi terhadap konten lama dan karya non-kanonik yang pernah dibuat oleh sang kreator.

Menanggapi hal tersebut, Syundei menegaskan bahwa adegan tertentu, termasuk yang muncul dalam episode anime, dimaksudkan sebagai bagian dari gaya naratif BL (Boys’ Love) dan tidak memiliki pesan yang mendorong perilaku tersebut di dunia nyata. Ia juga menyatakan bahwa dirinya bersama tim produksi tidak mendukung hubungan yang melanggar batas etis, seperti pertukaran kontak pribadi antara guru dan murid.

Lebih lanjut, Syundei mengungkap bahwa dalam proses adaptasi anime, mereka secara aktif meminta beberapa penyesuaian, termasuk menjaga batasan hubungan karakter, menghindari eksploitasi seksual, serta menyederhanakan adegan yang dianggap terlalu vulgar agar lebih sesuai untuk audiens luas. Bahkan, sebagai respons terhadap situasi ini, Syundei menyatakan tidak akan lagi mengangkat tema hubungan dengan perbedaan usia atau dinamika guru-murid dalam karya mereka ke depan, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap isu sosial yang lebih sensitif saat ini.