Toei Resmi Masuk Industri Game Lewat Toei Games, Fokus Kembangkan IP Baru
Dengan masuk ke industri game, Toei berupaya memperluas lini bisnisnya ke sektor yang terus berkembang pesat secara global, melengkapi portofolio mereka di bidang film, televisi, dan animasi.
Perusahaan hiburan asal Jepang, Toei Company, resmi mengumumkan ekspansi ke industri game melalui peluncuran brand baru bernama Toei Games. Pengumuman ini turut disertai logo baru serta animasi pembuka bergaya pixel art yang dikerjakan oleh Kairosoft, memberikan sentuhan unik yang langsung menarik perhatian penggemar.
Selama ini, Toei dikenal luas melalui divisi animasinya, Toei Animation, yang melahirkan berbagai franchise besar seperti One Piece dan Dragon Ball. Dengan masuk ke industri game, Toei berupaya memperluas lini bisnisnya ke sektor yang terus berkembang pesat secara global, melengkapi portofolio mereka di bidang film, televisi, dan animasi.

Pada tahap awal, Toei Games akan berfokus merilis game untuk platform PC melalui Steam. Ke depannya, mereka juga berencana merambah ke berbagai platform lain seperti PlayStation, Nintendo Switch, dan Xbox guna menjangkau pasar yang lebih luas.
Menariknya, Toei memilih untuk tidak langsung memanfaatkan IP populer yang sudah mereka miliki. Sebaliknya, mereka akan membangun IP baru dari nol dengan melibatkan developer dari Jepang maupun internasional. Dengan memanfaatkan pengalaman panjang dalam storytelling visual di industri film, Toei berharap dapat menghadirkan pengalaman bermain yang segar. Langkah ini juga mengikuti tren industri, di mana perusahaan seperti Toho mulai berekspansi ke sektor game—meski dengan pendekatan berbeda, seperti tetap mengandalkan IP besar seperti Godzilla.
Rekomendasi
Ingrid Resmi Jadi DLC Terakhir Year 3 Street Fighter 6, Rilis 28 Mei
45 menit yang lalu
Toei Games Umumkan 3 Game Perdana: KILLA, HINO, dan DEBUG NEPHEMEE
47 menit yang lalu
VTuber Indonesia Leo Axenos Umumkan Kelulusan dari Re:Memories per Mei 2026
1 jam yang lalu
Kontroversi “Go for It, Nakamura!”: Syundei Buka Suara Soal Kritik dan Pelecehan Daring
1 jam yang lalu