Sebuah insiden tak terduga di Argentina menjadi viral di media sosial setelah seorang anak laki-laki dilaporkan kesulitan melepaskan riasan kostumnya sebagai Frieza dari serial Dragon Ball. Kejadian ini bermula dari acara sekolah yang seharusnya menjadi kegiatan kreatif, namun berujung pada situasi yang memicu perhatian luas.
Menurut laporan lokal, untuk meniru tampilan karakter tersebut, tubuh anak dilapisi cat berwarna putih dan ungu. Orang tua anak memilih menggunakan cat dinding berbahan lateks sebagai alternatif yang dianggap lebih ekonomis, dengan asumsi bahwa cat tersebut dapat dibersihkan dengan mudah seperti cat tubuh berbasis air.

Namun setelah acara selesai, cat tersebut justru menempel kuat pada kulit dan sulit dihilangkan. Dalam video yang beredar, terlihat upaya sejumlah orang dewasa yang mencoba membersihkan cat tersebut tanpa hasil signifikan. Anak tersebut bahkan terdengar menanyakan cara membersihkan cat yang menempel di tubuhnya.
Insiden ini dengan cepat menyebar di media sosial, memicu reaksi beragam dari warganet. Selain komentar humor, banyak pihak juga menyampaikan kekhawatiran terkait potensi risiko kesehatan. Komunitas cosplayer dan praktisi efek khusus menyoroti bahwa cat dinding mengandung bahan kimia yang tidak dirancang untuk kontak langsung dengan kulit manusia dalam waktu lama, sehingga berpotensi menyebabkan iritasi atau reaksi alergi.

Hingga pertengahan April 2026, belum ada informasi resmi mengenai bagaimana cat tersebut akhirnya dibersihkan sepenuhnya. Meski tidak ada indikasi niat buruk, kejadian ini menjadi pengingat penting mengenai aspek keamanan dalam penggunaan bahan untuk kostum, khususnya bagi anak-anak. Penggunaan produk yang telah teruji secara dermatologis tetap menjadi standar utama untuk menghindari risiko serupa.
Rekomendasi
Ingrid Resmi Jadi DLC Terakhir Year 3 Street Fighter 6, Rilis 28 Mei
45 menit yang lalu
Toei Games Umumkan 3 Game Perdana: KILLA, HINO, dan DEBUG NEPHEMEE
48 menit yang lalu
VTuber Indonesia Leo Axenos Umumkan Kelulusan dari Re:Memories per Mei 2026
1 jam yang lalu
Kontroversi “Go for It, Nakamura!”: Syundei Buka Suara Soal Kritik dan Pelecehan Daring
1 jam yang lalu