Game

Yostar Lepas Blue Archive Jepang, Nexon Ambil Alih Mulai Januari 2027

Yostar resmi lepas peran publisher Blue Archive di Jepang. Nexon ambil alih penuh mulai Januari 2027, data dan Pyroxene pemain dijamin aman.

👁 12

Babak baru menanti Blue Archive di Jepang. Yostar mengumumkan akan melepas perannya sebagai publisher game gacha tersebut di Negeri Sakura, sementara seluruh hak pengelolaannya akan dipegang langsung oleh Nexon selaku pihak pengembang. Proses peralihan ini dijadwalkan berlangsung sekitar Januari 2027, sekaligus menutup kerja sama yang sudah terjalin hampir enam tahun sejak game ini pertama kali meluncur pada 4 Februari 2021.

Blue Archive Jepang Resmi Berpindah ke Tangan Nexon

Kabar mengejutkan ini muncul dalam siaran khusus Blue Archive Jepang yang digelar akhir pekan lalu. Menjelang akhir acara, Presiden Direktur Yostar Jepang, Li Hengda, tampil langsung untuk menyampaikan keputusan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Yostar dan Nexon Games telah melalui proses negosiasi yang panjang sebelum akhirnya sepakat mengakhiri kontrak penerbitan yang berlaku selama ini.

Peralihan publisher ditargetkan berlangsung sekitar Januari 2027. Dengan begitu, pembaruan game dan acara Bluaka Fes! yang direncanakan pada akhir bulan tersebut sudah akan berjalan di bawah sistem operasional Nexon. Meski demikian, tanggal pasti serah terima masih menunggu pengumuman resmi berikutnya.

Lalu, bagaimana nasib akun para pemain? Li Hengda menegaskan bahwa layanan Blue Archive di Jepang tidak akan berhenti. Yostar juga berkomitmen memastikan item, Pyroxene yang belum terpakai, hingga data permainan lainnya dapat diwariskan secara utuh agar pemain tetap bisa melanjutkan petualangan di Kivotos setelah pergantian operator. Adapun alasan spesifik di balik berakhirnya kontrak tidak dijabarkan lebih jauh. Yostar hanya menyebut langkah ini sebagai keputusan bersama kedua belah pihak.

Hanya Berlaku untuk Server Jepang

Perlu digarisbawahi, perubahan ini hanya menyentuh operasional Blue Archive di server Jepang. Versi global yang dimainkan sebagian besar pemain di luar Jepang, termasuk di Indonesia, sejak peluncurannya pada November 2021 memang sudah diterbitkan langsung oleh Nexon, begitu pula versi Korea. Sementara itu, server Tiongkok yang hadir pada 2023 dikelola oleh anak perusahaan Shanghai Yostar, dan sejauh ini belum ada tanda-tanda pergantian publisher di wilayah tersebut.

Indonesia Game Expo 2026 Pecah! Dompet Jebol, Kaki Pegal, Hati SenangIndonesia Game Expo 2026 Pecah! Dompet Jebol, Kaki Pegal, Hati Senang

Wajar apabila sebagian pemain mulai berandai-andai apakah langkah serupa akan merembet ke wilayah lain. Kemungkinan itu memang tidak sepenuhnya mustahil, tetapi keputusan di Jepang tampaknya lahir dari berbagai pertimbangan yang khusus menyangkut pasar tersebut dan tidak berkaitan langsung dengan operasional server lain.

Nasib Merchandise dan Toko Resmi di Akihabara

Bagi pemain di luar Jepang, dampak langsung dari kabar ini mungkin belum terasa. Namun, ada sisi logistik yang patut dicermati, terutama urusan merchandise resmi. Selama ini Yostar punya andil besar dalam membuat berbagai produk Blue Archive mudah dijangkau penggemar, mulai dari merchandise, single musik, video pendek, hingga konten ASMR. Mereka bahkan mengoperasikan toko resmi di kawasan Stasiun JR Akihabara yang menjajakan koleksi merchandise game ini secara lengkap.

Dengan beralihnya hak pengelolaan ke Nexon, masa depan toko tersebut belum jelas. Para penggemar yang biasa berburu merchandise Blue Archive di Akihabara bisa jadi tidak lagi dapat menjadikan tempat itu sebagai tujuan utama di masa mendatang.

Bukan Kali Pertama Yostar Ditinggal Developer

Jika ditarik ke belakang, pergantian publisher semacam ini sebenarnya bukan cerita baru bagi Yostar. Seperti yang ramai dibahas warganet di Reddit, sejumlah game gacha ternama sempat berada di bawah naungan Yostar sebelum akhirnya diambil kembali oleh pengembangnya. Girls' Frontline, misalnya, sudah lepas dari Yostar bahkan sebelum dirilis resmi di Jepang. Epic Seven menyusul setelah Smilegate mengambil alih penuh pengelolaannya pada 2022, sementara Guardian Tales versi Jepang juga dikembalikan kepada Kong Studios untuk dikelola sendiri.

 

Arknights menjadi contoh yang sedikit berbeda. Game besutan Hypergryph itu masih diterbitkan Yostar hingga sekarang, tetapi Hypergryph memutuskan tidak melibatkan Yostar dalam pemasaran Arknights: Endfield. Kini, Blue Archive Jepang resmi menambah panjang daftar tersebut, sambil menunggu kepastian tanggal serah terima dari Nexon.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.