Forgotten Island: Petualangan Fantasi tentang Persahabatan dan Kenangan
Forgotten Island mengisahkan dua seorang sahabat yang terjebak di pulau misterius dan menghadapi ancaman kehilangan kenangan.
Daftar Isi
Forgotten Island menghadirkan petualangan fantasi tentang persahabatan, kenangan, dan mitologi Filipina melalui perjalanan Jo dan Raissa di pulau misterius Nakali.
- • Mengangkat mitologi dan folklore Filipina.
- • Tema persahabatan terasa kuat dan emosional.
- • Dunia fantasi memiliki identitas budaya yang menarik.
- • Cerita memiliki pesan tentang kenangan dan perpisahan.
- • Alur cerita berpotensi terasa sederhana bagi penonton yang menginginkan konflik lebih kompleks.
- • Beberapa elemen mitologi mungkin kurang dijelaskan secara mendalam.
Forgotten Island menjadi film animasi yang menarik bagi penonton yang menyukai petualangan fantasi dengan tema persahabatan dan sentuhan budaya lokal.
Forgotten Island merupakan film animasi produksi DreamWorks yang didistribusikan oleh Universal Pictures. Film ini menawarkan perpaduan antara petualangan, fantasi, humor, serta unsur mitologi Filipina yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Cerita berfokus pada Jo dan Raissa, dua sahabat yang telah tumbuh bersama sejak kecil. Kedekatan mereka mulai diuji ketika Raissa memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat.
Bagi keduanya, kemungkinan harus menjalani kehidupan di tempat berbeda menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama mengenai apakah hubungan mereka akan tetap bertahan. Situasi kemudian berubah ketika Jo dan Raissa menemukan diri mereka berada di Nakali, sebuah pulau misterius yang dihuni oleh berbagai makhluk yang berasal dari cerita rakyat Filipina. Perjalanan mereka di tempat tersebut tidak hanya menjadi petualangan untuk mencari jalan keluar, tetapi juga membawa keduanya menghadapi persoalan mengenai hubungan dan kenangan.
Persahabatan Menjadi Inti Cerita

Salah satu hal yang paling menonjol dari Forgotten Island adalah bagaimana film ini menjadikan persahabatan sebagai bagian penting dari perjalanan kedua karakternya. Jo dan Raissa harus memahami bahwa bertambahnya jarak bukan berarti sebuah hubungan secara otomatis berakhir. Kehidupan memang dapat membawa seseorang menuju jalan yang berbeda, tetapi momen yang telah dilewati bersama tetap memiliki arti. Konsep tersebut kemudian dibuat lebih menarik melalui ancaman yang dihadapi keduanya.
Di Nakali, Jo dan Raissa harus berhadapan dengan kemungkinan kehilangan ingatan mengenai satu sama lain. Ancaman tersebut membuat perjalanan mereka terasa lebih personal. Persoalannya pun berkembang dari sekadar mencari cara untuk meninggalkan pulau. Mereka juga harus berusaha mempertahankan sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu kenangan mengenai persahabatan yang telah mereka bangun sejak kecil.
Mengangkat Mitologi Filipina
Daya tarik lain dari Forgotten Island terletak pada penggunaan berbagai elemen folklore Filipina. Film ini menghadirkan sejumlah makhluk yang mungkin masih asing bagi sebagian penonton internasional, termasuk Manananggal, Tiyanak, Kapre, Duwende, dan Sirena. Salah satu karakter yang menarik perhatian adalah Batiba, yang mengambil inspirasi dari Batibat dalam cerita rakyat Filipina. Dalam folklore, Batibat memiliki kaitan dengan mimpi buruk dan kondisi tidur.

Film kemudian mengembangkan konsep tersebut dan menghubungkannya dengan tema kenangan yang menjadi bagian penting dalam ceritanya. Penggunaan makhluk-makhluk tersebut membuat Nakali terasa seperti sebuah dunia fantasi yang memiliki identitas budaya tersendiri, bukan sekadar pulau misterius yang dipenuhi monster.
Ketika Kenangan Bisa Terlupakan

Tema “melupakan” menjadi salah satu aspek yang membuat Forgotten Island memiliki makna lebih luas. Film tidak hanya membicarakan rasa takut Jo dan Raissa kehilangan satu sama lain, tetapi juga menyentuh persoalan mengenai bagaimana sesuatu dari masa lalu dapat perlahan menghilang. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan keberadaan cerita rakyat.
Folklore hanya dapat terus dikenal apabila diwariskan dan diceritakan kembali. Ketika generasi baru mulai melupakannya, bagian dari kebudayaan tersebut juga berpotensi ikut menghilang. Karena itu, penggunaan mitologi Filipina dalam film terasa relevan dengan tema utamanya. Kisah tentang dua sahabat yang takut kehilangan kenangan secara tidak langsung berjalan beriringan dengan gagasan mengenai pentingnya menjaga cerita dan warisan budaya.
Kesimpulan Review Forgotten Island
Secara keseluruhan, Forgotten Island menawarkan lebih dari sekadar petualangan dua sahabat di sebuah pulau misterius. Film ini menggabungkan dunia fantasi dengan cerita mengenai perubahan hubungan, perpisahan, kenangan, serta pentingnya mempertahankan sesuatu yang berharga meskipun kehidupan terus bergerak maju. Jo dan Raissa menjadi pusat dari pesan tersebut. Mereka diperlihatkan menghadapi kenyataan bahwa persahabatan tidak selalu berarti harus berada di tempat yang sama.
Seseorang bisa pergi dan menjalani kehidupan baru, tetapi pengalaman yang pernah dibagikan bersama tetap dapat menjadi bagian dari perjalanan hidup. Ditambah dengan kehadiran berbagai makhluk dari mitologi Filipina, Forgotten Island memiliki identitas yang cukup menarik. Film ini tidak hanya menghadirkan petualangan fantasi, tetapi juga membawa penonton mengenal berbagai unsur folklore Filipina melalui sebuah cerita yang berfokus pada hubungan dua sahabat. Bagi penonton yang menyukai film animasi dengan kombinasi fantasi, petualangan, persahabatan, dan mitologi, Forgotten Island menjadi salah satu tontonan yang menarik untuk diperhatikan.
Editor : Muhammad Zaki
Rekomendasi
Kalanoro: Petualangan Penuh Warna dengan Sentuhan Budaya Madagaskar
3 days ago
Dear You: Surat, Perpisahan, dan Jejak Imigran Teochew di Thailand
6 days ago
KENAPA DUNIA & LORE DUNE KENTAL SEKALI DENGAN BUDAYA TIMUR & ISLAM?
1 month ago
Trailer Baru Film Resident Evil Hadirkan Easter Egg Ikonik
2 months ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.