Film

Dear You: Surat, Perpisahan, dan Jejak Imigran Teochew di Thailand

Dear You mengisahkan perantauan, keluarga, dan surat yang menghubungkan masa lalu dengan generasi berikutnya dalam kisah diaspora Teochew.

👁 2
Daftar Isi
  1. Kisah Perantauan yang Menjadi Inti Cerita
  2. Misteri yang Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Kini
  3. Qiaopi Menjadi Bagian Penting Cerita
  4. Akting yang Membuat Cerita Terasa Hidup
  5. Lagu Teresa Teng Menambah Nuansa Nostalgia
Review Score
8.5
dari 10
Review Highlight

Dear You merupakan drama keluarga bernuansa sejarah yang mengutamakan emosi, nostalgia, dan kisah diaspora daripada konflik besar. Film ini cocok bagi penonton yang menyukai cerita keluarga yang tenang dengan latar sejarah dan budaya Teochew. Namun, penonton yang mengharapkan drama dengan tempo cepat dan konflik intens mungkin akan merasa alurnya cukup lambat.

Score 8.5/10 5 Kelebihan 4 Kekurangan
Kelebihan
  • Cerita keluarga yang kuat — mengangkat perpisahan, pengorbanan, dan hubungan antargenerasi dengan pendekatan yang sederhana.
  • Latar sejarah menarik — kehidupan diaspora Teochew di Thailand dan migrasi ke Asia Tenggara memberikan warna berbeda.
  • Penggunaan qiaopi — surat dan kiriman uang menjadi elemen penting yang memperkuat tema keluarga dan nostalgia.
  • Akting natural — Wang Yantong dan Li Sitong mampu membuat hubungan antarkarakter terasa cukup meyakinkan.
  • Nuansa nostalgia — penggunaan lagu Teresa Teng membantu memperkuat atmosfer emosional film.
Kekurangan
  • Tempo cerita cenderung lambat — pendekatan yang tenang mungkin terasa kurang menarik bagi penonton yang menginginkan konflik besar.
  • Minim drama yang eksplosif — film lebih mengandalkan emosi dan hubungan karakter daripada kejutan atau konflik intens.
  • Alur dua generasi — perpindahan antara masa lalu dan masa kini berpotensi membuat sebagian penonton membutuhkan waktu untuk mengikuti ceritanya.
  • Eksplorasi karakter terbatas — beberapa karakter pendukung belum mendapatkan ruang sedalam Bhagsen dan Lamgi.
Kesimpulan

Drama keluarga yang hangat dengan kekuatan utama pada kisah perantauan, surat, dan hubungan antargenerasi.

Dear You atau 给阿嬷的情书 (Love Letters to Grandma) merupakan film drama berbahasa Teochew yang menawarkan kisah keluarga dengan latar sejarah migrasi masyarakat Teochew ke Asia Tenggara. Disutradarai oleh Lan Hongchun, film ini tidak hanya bercerita mengenai kehidupan seorang perantau, tetapi juga tentang surat, keluarga, pengorbanan, dan kenangan yang perlahan terkubur oleh waktu.

Alih-alih menghadirkan drama keluarga yang penuh konflik besar, Dear You memilih pendekatan yang lebih sederhana. Film ini mengajak penonton melihat bagaimana keputusan seseorang untuk merantau dapat meninggalkan dampak panjang bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kisah Perantauan yang Menjadi Inti Cerita

Dear You

Cerita berfokus pada Den Bhagsen (Wang Yantong), seorang pria asal Shantou yang menikah dengan Sogriu (Wu Shaoqing) pada 1945. Keduanya kemudian memiliki tiga orang anak. Namun, kehidupan keluarga mereka berubah ketika Bhagsen memutuskan meninggalkan China pada 1955. Situasi politik dan kewajiban militer membuatnya memilih pergi demi mencari kehidupan yang lebih aman sekaligus mendapatkan penghasilan untuk keluarganya. Perjalanannya membawa Bhagsen ke Malaya sebelum akhirnya berpindah ke Thailand. Di sana, ia bekerja sebagai penarik becak di kawasan Chinatown. Kehidupan Bhagsen sebagai perantau menjadi salah satu bagian paling menarik dari film ini. Dear You memperlihatkan bahwa perjalanan seorang imigran bukan hanya mengenai mencari uang, tetapi juga bagaimana mereka membangun kehidupan baru di tempat asing.

Film ini juga menggambarkan komunitas Teochew di Thailand sebagai sebuah lingkungan yang memiliki ikatan kuat. Para perantau saling mengenal, membantu, dan menjadi semacam keluarga bagi satu sama lain ketika hubungan dengan kampung halaman begitu jauh. Pertemuan Bhagsen dan Lamgi

Salah satu karakter yang memberikan warna berbeda adalah Zia Lamgi, yang diperankan oleh Li Sitong. Lamgi merupakan perempuan keturunan Teochew yang tinggal di Thailand dan membantu ayahnya, Zia Laisung (Fang Peisong), mengurus sebuah penginapan. Pada awalnya, Lamgi tidak terlalu menyukai Bhagsen. Namun, pandangannya berubah setelah melihat bagaimana pria tersebut bekerja keras setiap hari demi mengirimkan uang kepada keluarganya di kampung halaman.

Hubungan keduanya berkembang secara perlahan dan terasa cukup natural. Film tidak terburu-buru membuat keduanya menjadi dekat, melainkan memperlihatkan proses ketika Lamgi mulai memahami alasan di balik perjuangan Bhagsen. Di sinilah karakter Lamgi terasa penting. Ia bukan hanya sekadar karakter pendamping, tetapi menjadi salah satu cara film memperlihatkan kehidupan masyarakat Teochew yang sudah menetap di Thailand.  Penampilan Li Sitong juga cukup mencuri perhatian. Sebagai aktris pendatang baru, ia mampu membawa karakter Lamgi sebagai perempuan yang tegas dan mandiri, terutama setelah kehilangan sosok ibunya.

Misteri yang Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Kini

Menariknya, cerita Dear You tidak berhenti pada kehidupan Bhagsen di tahun 1950-an. Cerita kemudian berpindah ke masa kini melalui Hiou Ui (Zheng Runqi), cucu Bhagsen dan Sogriu. Ia mengetahui bahwa sang kakek pernah pergi ke Thailand dan dikabarkan berhasil membangun kehidupan di sana. Namun, ada satu hal yang membuatnya penasaran.  Sejak sekitar 1978, kabar mengenai Bhagsen seolah menghilang. Bahkan, Sogriu tidak banyak menceritakan masa lalu suaminya kepada keluarga. Rasa penasaran tersebut akhirnya membuat Hiou Ui pergi ke Thailand untuk mencari jejak kakeknya. Bagian ini menjadi penghubung antara dua generasi. Penonton tidak hanya mengikuti perjalanan Bhagsen sebagai seorang imigran, tetapi juga melihat bagaimana ketidaktahuan mengenai masa lalu dapat membuat generasi berikutnya mencari jawaban.

Dear You

Qiaopi Menjadi Bagian Penting Cerita

Salah satu elemen yang membuat Dear You terasa berbeda adalah penggunaan qiaopi, yaitu surat yang dikirim oleh para perantau Tionghoa kepada keluarga di kampung halaman, biasanya disertai kiriman uang. Konsep tersebut menjadi bagian penting dalam cerita karena surat bukan sekadar alat komunikasi. Bagi para perantau, surat menjadi bukti bahwa mereka masih mengingat keluarga meskipun terpisah ribuan kilometer. Inspirasi terhadap koleksi qiaopi yang tercatat dalam UNESCO Memory of the World juga membuat latar sejarah film terasa lebih kuat. Melalui surat-surat tersebut, Dear You menunjukkan bahwa sebuah benda sederhana dapat menyimpan cerita mengenai perjalanan hidup seseorang, hubungan keluarga, bahkan keputusan-keputusan besar yang dibuat pada masa lalu.

Dear You

Akting yang Membuat Cerita Terasa Hidup

Salah satu kekuatan utama film ini berada pada penampilan para pemainnya. Wang Yantong berhasil membuat Bhagsen terasa seperti seorang perantau biasa yang sedang berusaha bertahan hidup. Karakternya tidak dibuat sebagai sosok pahlawan yang berlebihan. Justru kesederhanaan tersebut membuat perjuangannya terasa lebih dekat dengan penonton. Sementara itu, Li Sitong memberikan kejutan melalui karakter Lamgi. Ekspresi dan pembawaannya membuat perkembangan hubungan Lamgi dengan Bhagsen terasa masuk akal. Akting para pemain juga membantu film menghindari kesan seperti sedang memberikan pelajaran sejarah. Penonton justru terasa diajak melihat kehidupan masyarakat Teochew dari dekat, terutama kehidupan mereka di Thailand pada era 1950-an.

Lagu Teresa Teng Menambah Nuansa Nostalgia

Elemen lain yang cukup menarik adalah penggunaan lagu “Harapanku”, yang dipopulerkan oleh Teresa Teng. Dalam film ini, lagu tersebut dibawakan oleh Chen Jia. Pemilihan lagu ini terasa cocok dengan tema cerita karena Dear You memang banyak berbicara mengenai perasaan yang disampaikan melalui surat dan hubungan yang dipisahkan oleh jarak. Lagu tersebut memberikan sentuhan nostalgia sekaligus memperkuat suasana emosional pada film, terutama ketika cerita mulai menghubungkan masa lalu dengan kehidupan generasi berikutnya. Kesimpulan Dear You bukan film yang mengandalkan konflik besar atau kejutan dramatis untuk menarik perhatian. Kekuatan utamanya justru berada pada cerita sederhana mengenai seorang perantau, keluarga yang ditinggalkan, dan surat-surat yang menjadi penghubung antara dua tempat yang sangat jauh.

 

Film ini juga memberikan gambaran mengenai komunitas Teochew di Asia Tenggara dengan cara yang cukup menarik. Latar Thailand pada era 1950-an membuat ceritanya terasa berbeda dari drama keluarga Mandarin pada umumnya. Bagi penonton yang menyukai film drama sejarah, kisah keluarga, atau cerita mengenai kehidupan diaspora Tionghoa di Asia Tenggara, Dear You bisa menjadi tontonan yang menarik. Film ini pada akhirnya mengingatkan bahwa sebuah surat bukan hanya kumpulan kata. Di baliknya bisa terdapat kerinduan, pengorbanan, harapan, dan kisah seseorang yang tidak pernah sempat diceritakan kepada keluarganya.

 

Editor : Muhammad Zaki

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.