Anime

Gen Urobuchi Akui Kesulitan Pahami Generasi Muda Saat Tulis Sekuel Madoka Magica

Ia mengaku cukup kesulitan untuk mengulang formula penulisan yang sama seperti saat ia menggarap seri orisinalnya pada 2011 silam.

👁 1

Gen Urobuchi, penulis skenario di balik kesuksesan anime ikonik Puella Magi Madoka Magica, membagikan sudut pandangnya terkait tantangan menulis di era modern.

Ia mengaku cukup kesulitan untuk mengulang formula penulisan yang sama seperti saat ia menggarap seri orisinalnya pada 2011 silam.

Faktor utama di balik kendala tersebut adalah pesatnya perubahan zaman yang membuat kesenjangan generasi (generation gap) terasa semakin lebar.

Perubahan Zaman dan Pengaruh Media Sosial

Madoka Magica

Saat mengerjakan Madoka Magica versi orisinal, Urobuchi merasa sangat terhubung dengan psikologis karakter, ia bisa memahami secara mendalam apa yang menjadi penderitaan, kecemasan, serta ketakutan para gadis penyihir.

Namun, dinamika kehidupan modern membawa tantangan baru:

  • Dominasi Smartphone & Media Sosial: Perkembangan teknologi digital mengubah cara generasi muda berinteraksi, mengekspresikan diri, dan merespons trauma.

  • Pergeseran Emosional: Urobuchi merasa bentuk kecemasan maupun rasa bahagia yang dirasakan anak muda zaman sekarang sudah sangat berbeda dibanding satu dekade lalu, sehingga lebih sulit untuk diselami.

Tetap Garap Sekuel Langsung Rebellion

Madoka Magica

Meski dihadapkan pada pergeseran budaya tersebut, Urobuchi dipastikan kembali menulis skenario untuk sekuel langsung dari film Puella Magi Madoka Magica The Movie: Rebellion.

Seri Madoka Magica sendiri diakui secara luas sebagai salah satu karya dekonstruksi genre magical girl paling berpengaruh. Pendekatan dark fantasy dan psychological thriller yang kelam berhasil merombak konvensi manis yang biasanya melekat pada genre tersebut.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.