Agraph: Mengenal Sosok Dibalik Soundtrack Anime Epic
Kenalan dengan Kensuke Ushio alias Agraph, komposer jenius di balik musik anime Chainsaw Man & Koe no Katachi. Simak biografinya di sini!
Daftar Isi
Mengenal Agraph

Agraph merupakan sebuah nama panggung dari seorang komposer musik yang sangat berbakat di dunia anime. Bagi kamu yang belum tahu, sosok asli di balik nama panggung ini adalah Kensuke Ushio. Ia adalah komposer musik yang bergerak aktif di industri anime dan telah sukses melahirkan berbagai musik ikonik di anime-anime yang pastinya sudah sangat kita kenal.
Kensuke Ushio lahir pada tanggal 1 Maret 1983 dengan nama asli Kensuke Ushio (牛尾憲輔). Ketertarikannya pada dunia musik sudah terlihat sejak ia masih kecil, di mana ia sangat gemar bermain piano. Kecintaannya tersebut kemudian membawa Ushio untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan dengan mengambil jurusan musik. Di waktu yang bersamaan dengan masa kuliahnya, ia juga aktif mempelajari software audio editor secara mendalam hingga resmi memulai karir profesionalnya pada tahun 2007 dengan nama panggung Agraph.
Agraph di Dunia Anime

Sebelum ia memutuskan untuk terjun dan memfokuskan dirinya ke industri anime, Kensuke Ushio sempat bergabung dengan sebuah band yang bernama Lama. Perkembangan karir dan pengalamannya yang matang di dalam band tersebut ternyata membuka jalan lebar bagi dirinya. Hal ini membuat ia mendapatkan kesempatan besar untuk mulai berkarir di industri perfilman dan juga dunia anime. Proyek anime pertama yang lagunya ditulis langsung oleh Ushio adalah Space Dandy yang dirilis pada tahun 2014 silam.
Dua tahun berselang, tepatnya pada tahun 2016, ia mendapatkan kepercayaan besar untuk menggarap seluruh soundtrack dari film anime layar lebar legendaris yang kita kenal dengan judul Koe no Katachi (A Silent Voice). Musik-musik yang ia susun dengan penuh perasaan di film Koe no Katachi ini menjadi sebuah titik balik tersendiri bagi perjalanan karirnya. Berkat kesuksesan besar tersebut, reputasinya meroket hingga ia terus dipercaya untuk membuat soundtrack dari berbagai deretan anime besar lainnya seperti Devilman Crybaby, Liz to Aoi Tori, Chainsaw Man, BokuYaba, Dandadan, dan masih banyak lagi.
Relasi Agraph

Penulisan musik yang dilakukan oleh Kensuke Ushio untuk proyek film Koe no Katachi bisa diibaratkan seperti sebuah bibit kecil yang tumbuh menjadi pohon yang sangat besar. Dalam proyek tersebut, Ushio menulis soundtrack sebanyak 1 album full untuk Koe no Katachi. Komposisi yang luar biasa di dalam album tersebut rupanya berhasil memikat perhatian dari beberapa staf produksi yang terlibat.
Salah satu orang yang paling tertarik dengan gaya bermusiknya adalah Naoko Yamada, seorang sutradara ternama yang akhirnya sering melakukan kolaborasi hebat dengannya di berbagai proyek ke depan. Hubungan profesional yang solid ini membuat nama Agraph semakin lekat dengan karya-karya mahakarya visual garapan Yamada.
Ikatan dengan Naoko Yamada

Kensuke Ushio bisa dikatakan memiliki sebuah ikatan tak kasat mata yang sangat kuat dengan Naoko Yamada. Tentu saja ikatan ini dipahami dalam konteks profesional dan artistik, bukan dalam artian hubungan romantis. Sejak kesuksesan besar film Koe no Katachi, keduanya menjadi sangat sering berada di dalam satu tim produksi yang sama untuk menggarap proyek anime. Contoh nyata dari kolaborasi apik mereka bisa kita lihat langsung pada anime Liz to Aoi Tori, Heike Monogatari, hingga proyek film anime terbaru dengan Naoko Yamada yang berjudul Kimi no Iro (The Colors Within) serta film anime Chainsaw Man: Reze Arc dengan musik ter-ikoniknya. Menariknya lagi, bahkan ketika terjadi perpindahan studio produksi dari Kyoto Animation ke Science Saru, mereka berdua terpantau masih tetap setia mengerjakan proyek anime yang sama. Polanya selalu konsisten: di mana ada Naoko Yamada yang bertindak menjadi sutradara, maka di situlah Agraph yang akan maju menjadi komposer musiknya.
Melalui sebuah sesi wawancara mengenai film Liz to Aoi Tori, Kensuke Ushio sendiri sempat mengaku bahwa ia merasa seperti sedang membentuk sebuah band bersama Naoko Yamada sejak mereka pertama kali dipertemukan di film Koe no Katachi. Ushio dan Yamada kebetulan memiliki usia yang hampir sama, sehingga komunikasi dan pembicaraan mereka bisa saling terhubung dengan sangat baik satu sama lain. Ikatan kuat ini tidak hanya berlaku untuk pembicaraan kasual sehari-hari saja, melainkan juga dalam hal pekerjaan profesional mereka. Ushio mengaku bahwa bekerja bersama Yamada adalah pengalaman yang cukup menyenangkan karena mereka dapat saling memahami visi masing-masing dengan mudah. Arahan-arahan emosional yang diberikan oleh Naoko Yamada sebagai sutradara kepada Ushio dalam proses pembuatan lagu sangat membantunya untuk menuangkan ekspresi terbaik ke dalam lagu tersebut sekaligus menyesuaikan diri dengan suasana di anime yang sedang dikerjakan.
Review Film The Colors Within, Film Terbaru Karya Naoko Yamada
Indahnya Karya Agraph

Sisi paling spesial dari seorang Kensuke Ushio sebenarnya bukanlah sekadar fakta bahwa ia menyusun lagu untuk deretan anime terkenal saja. Lebih dari itu, musik yang ia tulis dan susun cenderung memiliki makna yang sangat mendalam serta penuh dengan pesan kuat, baik yang disampaikan secara tersirat maupun tersurat. Mengingat lagu-lagu yang ia susun sebagian besar cenderung bertipe instrumental tanpa adanya lirik, kemampuan penyampaian makna lewat instrumen ini justru menjadi jauh lebih hebat dan berkesan.
Agraph tidak hanya menyampaikan pesan mendalam melalui melodi instrumennya saja. Judul lagu yang ia buat pun sering kali menyimpan teka-teki dan menjadi suatu referensi tersendiri yang berkaitan erat dengan cerita anime tersebut. Contoh nyatanya adalah komposisi musik di anime Koe no Katachi yang keunikannya sempat dibahas tuntas oleh Megane-Sensei. Contoh keindahan lain bisa kita temukan pada anime Liz to Aoi Tori yang merupakan sebuah tayangan bertema musik dengan fokus utama pada cerita pertemanan. Jika kita mau mendengarkan dan memperdalam setiap lagu yang ada di dalamnya, masing-masing track terbukti memiliki makna emosional tersendiri yang sangat kuat.
Absolute Cinema

Secara pribadi, gw merasa cukup bersyukur karena telah menonton series Hibike! Euphonium hingga menonton film Liz to Aoi Tori. Pengalaman menonton itulah yang akhirnya berhasil membuat saya berkenalan dengan karya-karya Kensuke Ushio dan mendorong gw untuk mengulik latar belakangnya secara lebih dalam lagi. Agraph mungkin menjadi sebuah nama yang jarang dicari, didengar, atau dikenal oleh orang awam. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa dampak dan kontribusi musiknya pada beberapa anime terkenal terbukti sangat krusial.
Musik-musiknya yang digarap dengan indah dan penuh makna selalu sukses memberikan kenyamanan tersendiri di telinga para penontonnya. Suasana romantis yang begitu kental di anime BokuYaba hingga atmosfer unik dan lucunya anime Dandadan, mungkin rasanya tidak akan bisa tersampaikan sebaik ini kepada penonton tanpa adanya sentuhan musik magis dari Ushio. Ushio terbukti mampu menciptakan sebuah karya yang penuh dengan perasaan, seolah-olah setiap musik yang ia tulis memiliki rasa, jiwa, dan maknanya sendiri. Musik adalah salah satu elemen paling penting di dalam industri anime. Melalui karya-karya luar biasa dari Kensuke Ushio ini, kita diajarkan bahwa musik bukanlah sekadar penambah suasana di latar belakang saja, melainkan sebuah sarana utama untuk menyampaikan perasaan terdalam dari sebuah cerita.
Sumber:
Tagar
Rekomendasi
Review Agents of the Four Seasons: Anime Drama Action Karya Penulis Violet Evergarden
1 hour ago
Studio Khara Rayakan 20 Tahun, Hideaki Anno Siapkan Proyek Baru Evangelion
1 month ago
Toei Perkenalkan THE KAMENRIDER ANIMATED
2 months ago
KADOKAWA Dirikan Studio Animasi Baru
2 months ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.