Ketika Waifu Menjadi Nyata, Anime Ini Cuman Jual Fan Service?
Review 2.5 Dimensional Seduction (2024)
Diluar Ekspetasi

Jujur aja sebelum nonton gw gak terlalu kepikiran mau ikutin series ini. Dari sinopsis dan key visualnya menurut gw ini sekedar anime komedi yang cuman âjual fanserviceâ aja. Tapi penayangan episode pertamanya bikin gw berubah pikiran dan cukup mengejutkan.
Hal yang disajikan bukan sembarang fanservice namun cerita tentang dedikasi MC kalau ia tidak akan mencintai wanita 3D. Dari awal kita langsung dikasih liat apa yang terjadi di anime ini, lalu hambatan sang MC yaitu Ririsa yang ngecosplay waifunya dan bikin dia goyah dengan keyakinannya sendiri.
Kehadiran Ririsa ini bisa ngebuat MC merasa punya âkehidupan baruâ dengan adanya seorang wanita yang sehobi dengannya apalagi sebagai seorang cosplayer juga. MC yang gak pernah ngebayangin bisa ketemu waifunya dalam dunia nyata harus berdamai dengan dirinya sendiri dan menjalani keseharian mereka sebagai suatu klub.
Eye-catching

Hal lain yang bikin gw kaget ketika nonton yaitu anime ini ternyata cukup eye catching. Secara visual, penggunaan warnanya bisa dibilang cukup berani dan gak bosen begitupun dengan interaksi karakter yang aktif. Untuk anime dengan genre seperti ini, memang bisa dibilang cukup diluar dugaan kalau bisa membuat kualitas yang cukup baik.
Kembali ke interaksi karakter, dari awal gw gak ngerasa bosen sama sekali walaupun cuman ada 2 karakter doang yang berinteraksi. Dialog-dialog yang ada seakan âpenuhâ untuk membuka anime ini sampe 2 karakter pun cukup untuk mengisinya. Interaksi karakter itu ditambah dengan visual yang âberaniâ ngebuat tensi ketika nonton ini selalu naik terus dan ga ada momen âflatânya.
Fanservice

Seperti yang dimention sebelumnya, memang ekspetasi gw ke anime ini hanyalah sebuah fanservice. Walaupun ternyata banyak hal yang membuat gw terkejut, tentu fanservice yang mereka sajikan juga bukanlah suatu hal yang dapat dilewatkan. Fanservicenya gw rasa disajikan dengan cukup baik dalam arti bukanlah suatu hal yang dipaksakan agar anime ini lebih menjual.
Sekalipun âbagian-bagianâ itu memang cukup frontal dan hampir diperlihatkan, gw masih cukup nyaman untuk menikmati cerita animenya ketimbang fokus akan fanservicenya. Gw bisa apresiasi kembali kepada sang MC yang sangat berdedikasi dengan pendiriannya walau ada rasa kesal karena dia terlalu naif.
So Many Hopes

Bisa gw bilang kalau anime ini akan sangat menarik kedepannya dan gak akan bosen. Genre komedi yang diberikan cukup hidup dan bener-bener bisa bikin gw ketawa. Ekspetasi gw akan jadi lebih tinggi karena genre harem yang tentu setiap heroine akan punya ciri masing-masing dan tak luput dari interaksi yang pasti konyol dengan sang MC.
Perlu diingat juga kalau fanservicenya mungkin akan lebih parah kedepannya, namun dari first impression ini gw yakin kalau mereka bisa menyajikan dengan baik dan ngebuat fanservicenya gak kerasa dipaksain. Selain itu, kita akan dikasih liat juga bagaimana sang MC berdedikasi dengan pendiriannya untuk mencintai wanita 2D sekalipun ia akan dikelilingin wanita cantik lain kedepannya.
Adanya kabar kalau anime ini akan berjumlah 24 episode tentu menjadi hal positif lainnya yang artinya pihak produksi bisa bikin anime ini untuk eksplor ceritanya lebih jauh. Namun jumlah episode yang banyak ini bisa aja jadi bumerang sendiri kalo mereka buat suatu kesalahan di tengah penayangan yang mungkin bikin penonton akan drop animenya.

Tagar
Rekomendasi
Video Musik 'Koe' HITSUJIBUNGAKU: Sebuah Perjalanan melalui Perjuangan dan Harapan
1 year agoJepang Tawarkan Kolaborasi Pembangunan Fregat dengan Indonesia untuk Perkuat Aliansi Keamanan di Asia Timur
1 year ago
Nonton Anime Wistoria: Wand and Sword Episode 5 Sub Indo, Preview dan Jadwal Rilis
1 year ago
HoYo FEST 2024 Resmi Dibuka di Indonesia!
1 year ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.