Ubisoft kembali menjadi sorotan industri game setelah mengumumkan strategi baru berupa “reset besar”. Langkah ini melibatkan pembatalan sejumlah game, penundaan proyek penting, serta pembagian internal Ubisoft menjadi lima creative house untuk meningkatkan fokus dan efisiensi. Strategi Ubisoft ini diharapkan mampu mengembalikan kualitas game, memperkuat portofolio, dan memaksimalkan pengalaman pemain di masa depan.
Ubisoft Membatalkan Game dan Menunda Proyek Besar
”Ubisoft resmi mengumumkan langkah besar yang mereka sebut sebagai “major reset”, termasuk pembatalan enam game yang sedang dikembangkan dan penundaan tujuh proyek lain. Salah satu keputusan paling mengejutkan adalah pembatalan Prince of Persia: Sands of Time Remake, sementara lima proyek lain yang dibatalkan adalah judul yang belum pernah diumumkan ke publik. Ubisoft menekankan bahwa keputusan ini bertujuan menjaga standar kualitas dan fokus kreatif, sehingga setiap game yang dikembangkan memiliki nilai jangka panjang. Dengan langkah ini, Ubisoft berharap dapat menghadirkan pengalaman bermain yang lebih maksimal dan berkesinambungan bagi para pemainnya.”

Restrukturisasi Internal dan Pembentukan Creative House
”Ubisoft melakukan restrukturisasi internal dengan membagi perusahaannya menjadi lima creative house, masing-masing dengan fokus khusus pada IP dan proyek tertentu. Selain itu, Ubisoft menutup beberapa studio seperti Ubisoft Halifax dan Ubisoft Stockholm, serta memangkas karyawan di RedLynx, Ubisoft Abu Dhabi, dan Massive Entertainment. Langkah Ubisoft ini dirancang untuk membuat tim lebih fokus dari awal pengembangan hingga pemasaran. CEO Ubisoft, Yves Guillemot, menyebut keputusan ini sebagai langkah penting agar Ubisoft mampu bersaing di industri game AAA yang semakin mahal dan kompetitif, sambil menjaga efisiensi serta kualitas produksi.”
Fokus Ubisoft pada Open-World dan Games as a Service
”Dalam strategi baru, Ubisoft menekankan dua pilar utama: pengembangan game open-world berskala besar dan pengalaman Games as a Service. Ubisoft juga berkomitmen untuk terus berinvestasi pada teknologi terbaru, termasuk generative AI, yang langsung berdampak pada pengalaman pemain. Proyek yang ditunda, seperti dugaan remake Assassin’s Creed Black Flag, diberikan waktu tambahan untuk memastikan kualitas dan nilai bisnis jangka panjang. Dengan strategi ini, Ubisoft berharap dapat menghadirkan produk yang lebih matang, menarik, dan berdaya saing tinggi di pasar global.”
Rekomendasi
Fighting Force Collection Siap Rilis 23 Januari Besok
1 jam yang lalu
Busan Indie Connect Festival 2026 Siap Kembali Mengguncang Industri Game
1 jam yang lalu
10,5% Anak Muda Jepang Alami Masalah Finansial Akibat Game Gacha
1 jam yang lalu
Crimson Desert Resmi Rampung, Game RPG Epik Segera Rilis
1 jam yang lalu