Director Pragmata Ungkap Alasan Game Sering Tertunda
Director Pragmata jelaskan alasan game selalu tertunda sejak 2020, hingga akhirnya dijadwalkan rilis 2026 mendatang.
Daftar Isi
Game Pragmata menjadi salah satu proyek ambisius dari Capcom yang diperkenalkan pada tahun 2020. Namun, perjalanan game ini penuh tantangan karena sering mengalami penundaan perilisan. Sang Director akhirnya angkat bicara mengenai alasan di balik keputusan menunda game tersebut berulang kali.

Alasan Director Menunda Game Pragmata
Dalam wawancara bersama TheGamer di ajang Tokyo Game Show 2025, Cho Yonghee selaku Director Pragmata menjelaskan bahwa penundaan game dilakukan demi memastikan mekanik permainan berjalan seimbang. Menurutnya, ada begitu banyak proses trial and error yang dilakukan tim untuk mencari formula paling efektif. Hal ini membuat game memerlukan lebih banyak waktu sebelum siap diluncurkan.

Dua Mekanik Utama Jadi Fokus Pengembangan
Selain penjelasan dari sang Director, produser Naoto Oyama menambahkan bahwa game Pragmata menghadirkan dua mekanik inti. Pertama adalah peran Hugo dengan gaya shooter, dan kedua adalah kemampuan hacking dari karakter Diana. Keduanya memerlukan pengembangan mendalam agar memberikan pengalaman bermain yang lebih sempurna. Inilah alasan utama game selalu mengalami penundaan sejak diumumkan.

Motivasi Tim Kembangkan Pragmata
Meski penundaan game cukup panjang, Director Pragmata menegaskan bahwa pengumuman perdana pada tiga tahun lalu menjadi motivasi besar. Ia menyebutkan bahwa tanpa usaha untuk menyempurnakan mekanik game, Pragmata tidak akan menjadi sesuatu yang berarti bagi tim maupun penggemar. Kini, game ini dijadwalkan meluncur pada tahun 2026 untuk PS5, Xbox Series X/S, dan PC melalui Steam.
Rekomendasi
Dragon Quest Monsters: The Withered World Resmi Diumumkan
1 day ago
Take-Two Interactive Siapkan Sekuel, Remaster, dan IP Baru hingga 2029
3 days ago
Game Kingdom Come Baru Diumumkan, Target Rilis Tahun 2027
3 days ago
The Elder Scrolls VI Masih Jauh, Rumor Rilis Baru Tahun 2028-2029
3 days ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.