Harga Game Trails in the Sky 1st Chapter Bikin Pemain Indonesia Kecewa
Game Trails in the Sky 1st Chapter dibanderol Rp1 juta di Steam dan membuat banyak pemain Indonesia kecewa.
Daftar Isi
Game Trails in the Sky 1st Chapter baru saja dirilis sebagai remake dari seri perdana Kiseki. Namun, harga yang dipatok di Steam justru mengejutkan banyak pemain Indonesia. Dengan banderol mencapai lebih dari Rp1 juta, game ini memicu perdebatan hangat di media sosial dan menimbulkan rasa kecewa di kalangan penggemar.

Harga Game Trails in the Sky 1st Chapter di Indonesia
Game Trails in the Sky 1st Chapter diluncurkan dengan peningkatan visual dan teknis yang signifikan dibanding versi orisinalnya. Namun, di Indonesia, pemain Indonesia terkejut karena harga game di Steam mencapai Rp1.022.310, belum termasuk konten DLC yang jika ditotal bisa lebih dari Rp2 juta. Harga ini ditetapkan tanpa regional pricing dari Steam, karena penerbit GungHo Online Entertainment hanya mengonversi harga 59,99 USD ke rupiah. Akibatnya, game yang seharusnya banyak dinantikan justru menimbulkan kekecewaan besar di kalangan pemain.

Reaksi Pemain Indonesia terhadap Harga Game

Respon pemain Indonesia terhadap harga Trails in the Sky 1st Chapter terbilang keras. Banyak yang menganggap harga game hampir setara seperempat gaji minimum Jakarta sangat tidak masuk akal. Padahal, antusiasme sudah cukup tinggi sejak game diumumkan pada 2024 lalu. Namun, saat perilisan, minat itu menurun drastis. Di Facebook, warganet melontarkan kritik, bahkan sumpah serapah. Beberapa menyarankan membeli game lain seperti Hollow Knight: Silksong. Menariknya, banyak juga yang mempertanyakan keputusan Nihon Falcom menunjuk GungHo sebagai penerbit, bukan XSeed seperti seri sebelumnya.
Rekomendasi
Dragon Quest Monsters: The Withered World Resmi Diumumkan
1 day ago
Take-Two Interactive Siapkan Sekuel, Remaster, dan IP Baru hingga 2029
3 days ago
Game Kingdom Come Baru Diumumkan, Target Rilis Tahun 2027
3 days ago
The Elder Scrolls VI Masih Jauh, Rumor Rilis Baru Tahun 2028-2029
3 days ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.