Manga World Trigger Kembali Hiatus karena Kondisi Kesehatan Sang Mangaka
Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia manga Jepang. World Trigger, manga populer karya Daisuke Ashihara, kembali mengalami hiatus karena masalah kesehatan sang mangaka.
Seputar Otaku - Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia manga Jepang. World Trigger, manga populer karya Daisuke Ashihara, kembali mengalami hiatus karena masalah kesehatan sang mangaka. Pengumuman resmi disampaikan melalui akun media sosial manga tersebut pada hari Senin kemarin.
Akibatnya, chapter terbaru World Trigger tidak akan terbit dalam edisi majalah Jump SQ. berikutnya, yang dijadwalkan terbit pada 4 Agustus 2025. Namun, serial ini direncanakan kembali hadir pada edisi Oktober, tepatnya pada 4 September 2025, jika memungkinkan.

Penundaan ini bukanlah yang pertama kali. Sepanjang karirnya, manga World Trigger sering mengalami hiatus akibat kondisi kesehatan Daisuke Ashihara yang terkadang memburuk.
Beberapa contoh jeda sebelumnya:
Januari 2025: Ashihara beristirahat untuk menyelesaikan volume kompilasi terbaru.
Februari 2025: Hiatus diperpanjang karena alasan medis.
Maret 2025: Manga kembali aktif dalam edisi April majalah Jump SQ.
Agustus 2023 & Januari 2024: Kedua jeda ini juga dipicu oleh kondisi fisik sang kreator.
Masalah kesehatan pertama kali memengaruhi serial ini secara signifikan pada November 2016, yang menjadi awal dari siklus hiatus berkepanjangan. Setelah sempat kembali untuk lima edisi pada Oktober 2018, manga ini akhirnya berpindah dari Weekly Shōnen Jump ke Jump SQ. secara permanen pada Desember 2018.
Hingga saat ini, volume ke-28 manga World Trigger telah diterbitkan di Jepang pada 4 Februari 2025.
Rekomendasi
MAPPA Ungkap Visual Perdana Perayaan Ulang Tahun ke-15, Tampilkan Reze dari Chainsaw Man The Movie
1 week ago
Manga Just Like Mona Lisa Resmi Dapat Adaptasi Anime TV
1 week ago
Kontroversi VTuber Deme Picu Perdebatan soal Fan Art Dewasa
1 week ago
Ayane Sakura Bintangi Anime The One Within the Villainess
1 week ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.