Anime

Kodansha dan Kurogo Luncurkan Synchro Project untuk Ciptakan IP Anime Baru lewat Lagu Pembuka

👁 17
Daftar Isi
  1. Kolaborasi Antar-Kreator dan Pembagian Pendapatan yang Adil
  2. Lagu Pertama Berlatar Dunia Pasca-Apokaliptik Kuliner
  3. Membangun Ekosistem Industri Kreatif yang Berkelanjutan

Langkah terobosan baru di industri kreatif Jepang resmi dimulai setelah Kodansha dan Kurogo luncurkan Synchro Project sebagai wadah kolaborasi antar-kreator.

Proyek ini mengusung konsep unik, yakni membuat video urutan pembuka (opening sequence) dari sebuah judul anime fiksi.

Jika lagu dan konsep visual yang diunggah berhasil memikat perhatian publik, karya tersebut nantinya bakal diadaptasi menjadi anime penuh, manga, novel, hingga berbagai bentuk media turunan lainnya.

Kolaborasi Antar-Kreator dan Pembagian Pendapatan yang Adil

Mekanisme kerja proyek Synchro Project anime fiksi ini mengadopsi model pengembangan mix-media yang berawal dari karya indie atau episode pilot.

Menggunakan draf cerita Orisinal sebagai titik mula, kolaborasi ini menyatukan musisi, animator, hingga ilustrator dalam satu proyek lagu.

Menariknya, para pekerja seni yang terlibat mendapatkan imbalan lewat sistem bagi hasil (revenue sharing) dari pendapatan karya setelah dipotong biaya operasional.

Dalam skema kerja sama ini, Kurogo bertindak mengelola jajaran artis, sementara divisi Kodansha Creators Lab memberikan dukungan penuh untuk pembuatan konten orisinal.

Pada fase pertama, ada lima lagu pembuka yang disiapkan dan akan dirilis secara berkala tiap bulan di YouTube resmi mereka serta platform streaming musik seperti Spotify.

Lagu Pertama Berlatar Dunia Pasca-Apokaliptik Kuliner

Luncuran lagu pertama Synchro Project bertajuk "Pakaian, Makanan, Makanan, Makanan, Perumahan" sudah resmi diperkenalkan ke publik.

Mengangkat ide cerita dari komikus Ken Sogen, lagu ini mengisahkan Hotaru, gadis 13 tahun amnesia yang berkeliling di reruntuhan kota Tokyo menggunakan gerobak makanan demi menghidupkan kembali budaya kuliner yang punah akibat pemanasan global.

Penggarapan lagu tersebut melibatkan nama-nama ternama, seperti DÉ DÉ MOUSE di bagian musik dan HITOMITOI pada vokal, serta didukung tim animasi pre_sktch dan Ontama.

Konflik cerita makin menarik saat perjalanan kuliner Hotaru berbenturan dengan rencana rahasia untuk mengubah manusia menjadi makhluk tanpa perlu makan dan tidur.

Membangun Ekosistem Industri Kreatif yang Berkelanjutan

Direktur Perwakilan Kurogo, Gin Kudo, menjelaskan bahwa tujuan utama dari ekosistem IP baru Kodansha Kurogo ini adalah menciptakan ruang di mana kreator dan karya mereka bisa tumbuh beriringan secara finansial.

Dukungan penonton lewat akumulasi jumlah tayangan, streaming musik, hingga pembelian merchandise akan menjadi modal utama untuk mewujudkan adaptasi lagu anime Synchro Project ini menjadi serial animasi utuh di masa depan. Apakah kamu tertarik mendukung karya-karya kreatif ini?

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.