Pemerintah Jepang dan Indonesia Sepakati Pembicaraan Lebih Jauh Mengenai Pengembangan Alusista
Pemerintah Indonesia dan Jepang kembali melanjutkan pembicaraan mengenai kerja sama pembuatan alusista
Kamis, 9 Januari 2025 | 14:52 WIB

Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat untuk kembali membahas pengembangan bersama kapal angkatan laut, setelah negosiasi ini terhenti selama beberapa tahun terakhir. Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan Jepang, Jenderal Nakatani, dan Wakil Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, di Jakarta pada Selasa.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Indonesia, Brigjen Frega Wenas, menyebutkan bahwa kedua negara menyambut baik peluang kerja sama ini, khususnya dalam pengembangan kapal angkatan laut dan peralatan militer lainnya, termasuk transfer teknologi.
“Kerja sama ini masih perlu dijajaki lebih dalam, baik terkait jenis kapal maupun alutsista lain yang akan dikembangkan bersama,” ujar Wenas.
Photo Achmad Ibrahim
Kerja Sama di Tengah Pembatasan Ekspor Jepang
Jepang tidak dapat mengekspor kapal angkatan laut seperti fregat atau kapal selam dalam bentuk jadi, sesuai pedoman transfer teknologi dan peralatan militernya. Oleh karena itu, opsi pengembangan bersama dinilai sebagai solusi paling realistis.
Menurut laporan media Jepang, Nakatani membawa proposal untuk melanjutkan pengembangan fregat berdasarkan desain kelas Monogami. Desain ini sebelumnya menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Fregat ini dirancang untuk dioperasikan oleh 90 awak, setengah dari jumlah kru kapal perusak konvensional.
Namun, negosiasi ini sempat terhenti di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, karena fokus besar Indonesia pada proyek relokasi ibu kota baru. Selain dengan Indonesia, Jepang juga menawarkan proyek pengembangan fregat kelas Monogami kepada Australia dan Jerman.
Photo Achmad Ibrahim
Prioritas Prabowo dalam Memperkuat Militer
Pertahanan menjadi salah satu fokus utama Prabowo Subianto. Selain rencana pembelian kapal selam, fregat, dan jet tempur, Prabowo juga ingin memperluas kerja sama pertahanan dengan berbagai negara.
Dalam kunjungannya ke Jakarta, Jenderal Nakatani berharap hubungan strategis dengan Indonesia, sebagai salah satu negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, semakin erat. “Asia Tenggara adalah kawasan penting secara strategis, terutama di jalur laut kami. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan Indonesia,” ujar Nakatani.
Photo Achmad Ibrahim
Langkah ke Depan
Kedua menteri pertahanan juga sepakat untuk mengadakan konsultasi lebih lanjut terkait keamanan maritim dan kerja sama teknologi. Sebelum kembali ke Tokyo pada Rabu, Nakatani dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Prabowo Subianto.
Photo Achmad Ibrahim
Kunjungan ini diharapkan menjadi landasan untuk pertemuan antara Prabowo dan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini. Dengan rencana ambisius ini, hubungan pertahanan Indonesia-Jepang berpotensi memasuki babak baru yang lebih erat dan strategis.
Penulis

Danindra
bang DanBaca Juga




