Pop Kultur

Ilustrator Doujinshi Bleach Minta Laporkan Karya AI yang Tiru Art Style-nya, Malah Dihujat Netizen Jepang

Ilustrator doujinshi BLEACH minta pengikutnya melaporkan karya AI yang meniru gayanya, tapi warganet Jepang menyoroti hak cipta dan gaya gambar karya turunan.

👁 4

Seputar Otaku - Seorang ilustrator doujinshi BLEACH di Jepang menuai kritik warganet setelah mengajak pengikutnya melaporkan doujinshi buatan AI yang disebut meniru gaya gambarnya. Ilustrator itu adalah Iwao (@iwao178minus), yang dikenal lewat doujinshi dewasa dan fan art BLEACH. Ajakannya memicu perdebatan tentang batas kepemilikan atas gaya gambar dalam karya turunan.

Dalam unggahan di X, Iwao menyebut menerima beberapa laporan bahwa ada pihak yang menjual doujinshi buatan AI dengan meniru gayanya. Ia mengaku berusaha tidak melihat hal semacam itu karena membuatnya tidak nyaman, tetapi meminta pengikut yang punya waktu untuk melaporkannya sebagai plagiarisme. Ia juga mengaku tidak terlalu berharap ada tindakan dari platform.

Bleach

Reaksi muncul hampir seketika. Sejumlah pengguna mempertanyakan klaimnya, karena karakter dan gaya yang dimaksud berasal dari BLEACH karya Tite Kubo. Salah satu pengguna menulis bahwa ia tidak membela penjual doujinshi AI, tetapi menilai sikap Iwao terlalu arogan. Iwao kemudian membalas dengan menyatakan bahwa gaya gambar Kubo tidak seburuk gayanya, tanggapan yang justru memperpanjang kritik. Pengguna lain menilai gaya yang dipakai Iwao tidak bisa disebut sepenuhnya miliknya.

Di sisi lain, sebagian kreator membahas persoalan hukumnya. Pengguna bernama Tanukichi (@Tanukichi_mingo) menilai aturan bahwa gaya gambar tidak dilindungi hak cipta terasa janggal. Menurutnya, gaya adalah identitas seorang penulis, dan persoalannya bukan sekadar inspirasi, melainkan mesin yang mampu mereplikasi gaya dengan presisi tinggi sehingga hasilnya dikira karya baru sang penulis asli.

Orihime

Komunitas pun membedakan dua situasi: pencipta dengan semesta karya sendiri yang gayanya direplikasi, dan kreator karya turunan tanpa izin resmi yang mengklaim eksklusivitas atas gambarnya.

 

Di forum gambar Jepang seperti 2channel/5channel, komentar bernada keras. Banyak yang menyoroti bahwa doujinshi bergantung pada sikap longgar para penerbit dan pengarang manga, dan mempertanyakan apakah Iwao pernah meminta izin Shueisha serta Tite Kubo. Sebagian lain menyarankan agar ia membuat karakter orisinal jika ingin mempertahankan gayanya sendiri.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.