Game

Yoko Taro Akui Bahwa Alasan Ia Masih Bekerja Hingga Saat Ini Adalah Agar Ia Tidak Terkena Demensia

Yoko Taro mengungkap alasan tetap membuat game demi menjaga aktivitas mental, sementara Keisuke Okabe ingin mengembangkan JRPG 2D dan 3D.

šŸ‘ 8
Daftar Isi
  1. Keisuke Okabe Ingin Membuat JRPG 2D dan 3D
  2. Yoko Taro Merasa Impiannya Membuat Game Sudah Tercapai
  3. Yoko Taro Tetap Membuat Game untuk Menjaga Aktivitas Mental
  4. Diskusi Kreator Game Jepang tentang Masa Depan Industri

Kreator NieR dan Drakengard, Yoko Taro, mengungkapkan bahwa salah satu alasannya tetap bekerja di industri game adalah untuk menjaga dirinya tetap aktif dan menghindari risiko demensia setelah pensiun. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi diskusi bersama sutradara Ender Lilies: Quietus of the Knights dan Ender Magnolia: Bloom in the Mist, Keisuke Okabe, di acara budaya game Jepang The Tenth Mosaic.

Sesi bincang-bincang yang dihadiri media game 4Gamer.net dan Denfaminicogamer itu membahas pendekatan kreatif kedua pengembang, pandangan mereka terhadap masa depan industri game Jepang, serta ambisi pribadi dalam menciptakan karya baru.

Dalam diskusi tersebut, Okabe mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan Japanese role-playing game (JRPG). Ia tertarik membuat game RPG dengan visual 3D, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menggarap JRPG 2D, mengingat gaya visual tersebut menjadi salah satu pendekatan yang paling sering digunakannya.

Keisuke Okabe Ingin Membuat JRPG 2D dan 3D

Keisuke Okabe

Okabe menilai bahwa JRPG 2D memiliki peluang untuk berkembang kembali. Ia berpendapat bahwa pasar mungkin masih membuka ruang bagi sebuah game yang dapat menjadi referensi utama dalam genre tersebut, terutama setelah kesuksesan Undertale.

Pandangan ini memperlihatkan ketertarikan Okabe terhadap potensi eksplorasi visual dan desain permainan dalam genre RPG. Selain menghadirkan pengalaman bermain yang menarik, pengembangan JRPG juga dapat menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi cara baru dalam menyampaikan cerita dan membangun dunia permainan.

Sebagai sutradara Ender Lilies dan Ender Magnolia, Okabe telah terlibat dalam pengembangan game dengan pendekatan visual dan atmosfer yang khas. Keinginannya menggarap JRPG pun menjadi salah satu hal menarik dari diskusi mengenai arah kreatifnya di masa mendatang.

Yoko Taro Merasa Impiannya Membuat Game Sudah Tercapai

Yoko Taro

Berbeda dengan Okabe, Yoko Taro mengaku tidak memiliki proyek atau ambisi khusus yang ingin diwujudkannya pada masa depan. Kreator NieR tersebut justru merasa bahwa dirinya telah mencapai tujuan pribadi melalui pengembangan Drakengard.

Menurut Yoko Taro, Drakengard memberinya kesempatan untuk membuat game sesuai dengan keinginannya. Karena itu, ia memandang perjalanan kariernya setelah proyek tersebut sebagai bagian tambahan dari kehidupannya, bukan lagi sebagai upaya untuk mengejar mimpi yang belum tercapai.

Ia juga menyinggung kondisi finansialnya yang mulai membuatnya merasa tidak harus terus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Dengan tabungan dan dana pensiun yang diperkirakan dapat menopang kehidupannya, Yoko Taro mengaku mulai kehilangan keinginan untuk terus bekerja dari sudut pandang emosional.

Dalam pernyataannya yang diterjemahkan oleh Automaton, Yoko Taro menggambarkan dirinya seolah telah menyelesaikan perjalanan profesionalnya. Ucapan tersebut mencerminkan pandangan pribadinya mengenai pekerjaan dan pencapaian setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam industri game.

Yoko Taro Tetap Membuat Game untuk Menjaga Aktivitas Mental

Yoko Taro

Meski mengaku tidak lagi memiliki ambisi besar dalam membuat game, Yoko Taro menyebut pencegahan demensia sebagai salah satu alasan dirinya tetap bekerja. Ia menceritakan bahwa dirinya pernah mendengar kisah tentang orang-orang yang sangat berorientasi pada pekerjaan, tetapi mengalami penurunan kondisi kognitif setelah memasuki masa pensiun.

Pengalaman mendengar kisah tersebut membuat Yoko Taro mempertimbangkan pentingnya menjaga aktivitas dan rutinitas setelah berhenti bekerja. Ia pun menjadikan alasan itu sebagai salah satu cara untuk memotivasi diri ketika menghadapi tekanan selama proses pengembangan game.

Yoko Taro mengakui bahwa pekerjaannya masih sering menimbulkan frustrasi. Namun, ia berusaha melihat tantangan tersebut dari sudut pandang berbeda dengan menganggap bahwa aktivitas berpikir dan bekerja dapat menjadi alasan untuk terus menjalani rutinitas profesionalnya.

Pernyataannya disampaikan dengan gaya khas Yoko Taro yang kerap mengundang perhatian karena cara pandangnya yang tidak biasa. Meski demikian, komentarnya mengenai demensia perlu dipahami sebagai alasan pribadi untuk tetap aktif, bukan sebagai klaim medis bahwa bekerja membuat seseorang terhindar dari kondisi tersebut.

Diskusi Kreator Game Jepang tentang Masa Depan Industri

Pertemuan Yoko Taro dan Keisuke Okabe dalam The Tenth Mosaic memperlihatkan perbedaan cara pandang dua kreator terhadap masa depan karier mereka. Okabe masih memiliki keinginan untuk mengeksplorasi genre JRPG, sedangkan Yoko Taro merasa telah mencapai sebagian besar ambisi kreatifnya.

Keduanya mewakili pendekatan yang berbeda dalam industri game Jepang. Di satu sisi, terdapat keinginan untuk terus menjelajahi kemungkinan baru dalam desain dan genre permainan. Di sisi lain, ada kreator berpengalaman yang mulai memandang pekerjaannya sebagai bagian dari rutinitas dan cara mempertahankan aktivitas sehari-hari.

Terlepas dari perbedaan pandangan mereka, Yoko Taro dan Keisuke Okabe tetap menjadi bagian dari industri game Jepang yang terus berkembang melalui beragam pendekatan kreatif.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.