Event & Press Release

Pameran Puru Puru Punk: Jakarta Arc Kosuke Hashijima Resmi Dibuka di LQID Creative Space Jakarta

Pameran Puru Puru Punk: Jakarta Arc karya Kosuke Hashijima di LQID Creative Space, 10 Okt–6 Nov 2026. Pre-order novel dwibahasa dibuka.

👁 10

JAKARTA, 9 Oktober 2026 – Pameran Puru Puru Punk: Jakarta Arc, pameran tunggal perdana Kosuke Hashijima di luar negeri, resmi dibuka hari ini di LQID Creative Space, Jakarta. Digelar Hangover Plate Inc., pameran karya direktur kreatif, penulis, sekaligus seniman asal Jepang ini berlangsung hingga Jumat, 6 November 2026. Pameran ini juga menandai ulang tahun pertama LQID Indonesia, perusahaan di balik STOKE PAINT, merek cat yang akrab di kalangan street culture dunia.

Puru Puru Punk

Jakarta Arc adalah babak terbaru dari semesta fiksi ilmiah Puru Puru Punk yang berlatar di Jakarta. Pengunjung diajak masuk ke dalam lukisan-lukisan Hashijima. Selain itu, ia akan membuat karya kolaborasi langsung di lokasi bersama seniman muda Indonesia, Rool Rama (@roolrama).

Cerita Jakarta Arc berlangsung di linimasa alternatif dan mengikuti sepasang kembar, Selatan dan Utara. Bersama tokoh-tokoh lokal, mereka berpacu melintasi kota dalam satu hari yang terasa begitu panjang. Rangkaian karya dalam pameran ini merekam potongan-potongan dunia dari hari tersebut.

Hashijima memilih Jakarta karena beberapa alasan. Puru Puru Punk menggambarkan beragam emosi di tengah dunia yang serba tidak pasti, dengan sebuah “Cincin” yang melingkari Bumi. Cincin yang terlihat dari Jepang tampak sangat berbeda dari yang terlihat di garis khatulistiwa. Inti proyek ini adalah mengubah gagasan mekanika kuantum bahwa sesuatu menjadi nyata karena diamati menjadi bentuk penerimaan diri. Hashijima ingin melihat bagaimana proses itu bekerja dalam budaya yang berbeda dari Jepang. Ada pula alasan personal: Jakarta menjadi cara ia memaknai lebih dari lima tahun yang ia habiskan di Asia Tenggara.

Puru Puru Punk

“Branding adalah praktik menciptakan sebuah dunia,” tulis Hashijima dalam pernyataan senimannya. Ia mengaku mencurahkan seluruh kemampuan itu untuk dirinya sendiri lewat proyek ini, yang lahir di tengah pandemi.

Sejalan dengan pameran, Binatang Press menerbitkan edisi dwibahasa Jepang–Indonesia dari novel Puru Puru Punk: Jakarta Arc. Buku setebal 160 halaman (tanpa sampul) berukuran 12,8 x 18,8 cm ini diterjemahkan oleh Yoko Takebe dan dicetak dengan teknik Risograph untuk menghadirkan nuansa yang lebih raw. Sampulnya memadukan tinta fluorescent pink dan kuning yang ditumpuk hingga menghasilkan oranye mencolok, warna yang dekat dengan wajah kota Jakarta, dari transportasi umum hingga klub bolanya. Tinta seafoam green menyeimbangkan palet tersebut dan menggaungkan “dinding viridian” yang terus muncul sepanjang cerita.

Pre-order novel dwibahasa dan T-shirt eksklusif pameran dibuka pada 4–18 Oktober 2026 melalui formulir online dan dapat dilakukan langsung di lokasi. Pemesan berkesempatan mendapat bonus: keychain yang bisa dirangkai sendiri tanpa biaya tambahan, Riso pin, dan bookmark. Delapan pemesan online pertama mendapat keychain acak, dan sepuluh pemesan berikutnya mendapat Riso pin acak. Khusus pengunjung pameran, tersedia sneak peek crossword dan book jacket bertanda tangan. Harga novel dan T-shirt akan diumumkan kemudian.

Puru Puru Punk berawal dari novel fiksi ilmiah bergenre Cyberpunk × City Pop sepanjang sekitar 300.000 karakter. Novel ini berlatar Kamakura dan Fukui pada musim panas 2036, tentang dua remaja yang bertemu lewat pertemuan kuantum. Karya ini lolos babak pertama Hayakawa SF Contest ke-14, di mana hanya 46 dari 1.012 naskah yang terpilih. Semestanya kemudian berkembang ke lukisan, penerbitan, dan apparel.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.