ESports

Win Streak Terhenti, Dewa United Esports Kian Terjepit di MPL ID S18

Rentetan tiga kemenangan Dewa United Esports terhenti usai kalah 1-2 dari Geek Fam di MPL ID S18. Simak jalannya laga dan peluang playoff mereka.

👁 10
Daftar Isi
  1. Tiga Kemenangan Beruntun Dewa United Esports Kandas di Tangan Geek Fam
  2. Pelajaran dari Kemenangan Geek Fam di MPL ID S18

Laju positif Dewa United Esports akhirnya terputus di Week 7 MPL ID S18. Bertanding pada Sabtu (3/10/2026), Anak Dewa takluk 1-2 dari Geek Fam ID dalam seri yang berlangsung ketat hingga game ketiga. Kekalahan ini sekaligus menghentikan rentetan tiga kemenangan beruntun mereka dan membuat Dewa United tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara, posisi yang kian rawan menjelang akhir Regular Season.

Tiga Kemenangan Beruntun Dewa United Esports Kandas di Tangan Geek Fam

Kekalahan ini terasa pahit karena datang tepat ketika Dewa United sedang berada di performa terbaiknya pada leg kedua. Sebelum menghadapi Geek Fam, mereka berturut-turut menundukkan RRQ Hoshi, Alter Ego, dan Team Liquid ID. Kemenangan atas Team Liquid ID, yang dikenal sebagai salah satu tim terkuat di klasemen, bahkan sempat mendongkrak kepercayaan diri skuad dan menghidupkan kembali asa mereka menembus zona playoff.

DEWA

Namun, Geek Fam menjadi lawan yang sulit ditaklukkan. Ironisnya, Dewa United sempat memegang keunggulan objektif yang besar di game pertama, tetapi gagal mengubahnya menjadi kemenangan.

Game Pertama: Empat Lord Tak Mampu Meruntuhkan Base Geek Fam

Geek Fam membuka laga dengan tempo tinggi. Sejak early game, mereka langsung mengincar Hazle, jungler Dewa United, dan mengganggu area jungle milik Anak Dewa.

Tekanan itu memaksa Dewa United bermain lebih disiplin. Ketimbang berjudi lewat pertarungan berisiko, mereka memilih mengamankan objektif sembari menanti momen yang tepat untuk merebut momentum. Pertandingan pun berkembang menjadi adu kontrol map yang panjang.

Di atas kertas, Dewa United seharusnya memegang kendali. Mereka sukses mengamankan empat Lord sepanjang game pertama. Akan tetapi, Geek Fam bertahan dengan sangat rapi. Pengelolaan lane yang disiplin membuat setiap upaya siege Anak Dewa berhasil diredam sebelum menimbulkan kerusakan berarti. Alhasil, keunggulan objektif itu tak pernah benar-benar berbuah turret ataupun high ground.

Titik balik datang lewat teamfight di area jungle. Geek Fam memenangi duel tersebut, lalu langsung melancarkan serangan balik yang menutup game pertama pada menit ke-25. Dewa United pun tertinggal 0-1.

Game Kedua: Koordinasi Rapi, Anak Dewa Samakan Kedudukan

Dewa United merespons dengan jauh lebih baik di game kedua. Koordinasi antarpemain tampak lebih terjaga, dan mereka tampil solid dalam perebutan objektif maupun teamfight sehingga mampu mengumpulkan keuntungan sejak fase awal.

Berbeda dengan game pertama yang berlarut-larut, kali ini Anak Dewa menjaga kendali permainan hingga fase pertengahan. Keunggulan yang sudah di tangan tidak disia-siakan. Tekanan terus dijaga sambil mengamankan objektif penting. Strategi itu berbuah manis: Dewa United menang dan menyamakan skor menjadi 1-1, memaksa laga berlanjut ke game penentuan.

Game Ketiga: Geek Fam Kunci Kemenangan di Menit ke-14

Di game ketiga, Dewa United memilih pendekatan yang lebih sabar. Mereka tidak terburu-buru masuk ke pertarungan besar dan berusaha menjaga permainan tetap terbuka. Meski kalah jumlah Turtle dan eliminasi, Anak Dewa masih mampu bertahan hingga pertengahan laga.

Sayangnya, Geek Fam tak mengendurkan tekanan. Sedikit demi sedikit, kontrol map berpindah ke tangan mereka. Dewa United kesulitan mencari ruang untuk rotasi maupun pickoff. Puncaknya terjadi pada menit ke-14, saat Geek Fam berhasil menembus pertahanan Anak Dewa dan mengunci kemenangan 2-1.

Pelajaran dari Kemenangan Geek Fam di MPL ID S18

Laga ini menunjukkan bahwa keunggulan objektif tidak otomatis menjamin kemenangan, terutama dalam pertandingan panjang. Ketika lawan mampu menjaga lane dan sabar menunggu momen teamfight yang tepat, tekanan dari Lord bisa kehilangan tajinya.

Pendekatan inilah yang dijalankan Geek Fam dengan baik. Mereka tidak memaksakan pertarungan saat posisi belum menguntungkan, lalu menyambar kesempatan ketika koordinasi Dewa United goyah di area jungle. Satu teamfight yang dimenangkan itu menjadi penentu arah game pertama.

Bagi Dewa United, hasil ini menyisakan pekerjaan rumah yang jelas, yakni menjaga konsistensi dan mengonversi keunggulan objektif menjadi kemenangan. Game pertama menjadi contoh paling gamblang, sedangkan game kedua membuktikan bahwa ketika koordinasi berjalan baik, Anak Dewa mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Tantangannya kini adalah menghadirkan kualitas tersebut secara konsisten.

Posisi Dewa United Esports di Klasemen Kian Genting

Kekalahan ini membuat Dewa United tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara MPL ID S18. Situasinya cukup genting karena persaingan menuju playoff sudah memasuki fase penentuan, sementara sisa waktu Regular Season semakin sempit.

Setiap laga kini bernilai jauh lebih besar. Dewa United tidak cukup hanya meraih kemenangan, tetapi juga harus konsisten agar tidak tercecer dari persaingan enam besar.

Week 8: EVOS, NAVI, dan Bigetron Menanti

Ujian berikutnya tidak kalah berat. Pada Week 8, Anak Dewa dijadwalkan bertemu tiga tim yang juga punya kepentingan besar di klasemen, yaitu EVOS, Natus Vincere (NAVI), dan Bigetron by Vitality.

Hasil MPL ID S18: Dewa United Lumat Alter Ego 2-0!Hasil MPL ID S18: Dewa United Lumat Alter Ego 2-0!

EVOS punya kekuatan untuk memberi tekanan sepanjang laga, NAVI merupakan salah satu kandidat kuat penghuni papan atas, sedangkan Bigetron jelas bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Dengan ruang kesalahan yang makin tipis, kemenangan akan menjaga harapan Dewa United menuju playoff, sementara rentetan hasil buruk bisa membuat jarak dengan para pesaing kian sulit dikejar.

 

Win streak memang sudah berakhir, tetapi perjalanan Dewa United Esports di MPL ID S18 belum usai. Kekalahan dari Geek Fam semestinya menjadi bahan evaluasi, dan pekan depan akan menjawab apakah Anak Dewa mampu bangkit sekali lagi saat tekanan justru kian memuncak.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.