Game

Astrae Oratio Ungkap Gameplay dan Sistem Pertarungan di TGS 2026

Astrae Oratio hadirkan sistem pertarungan 1v1, 34 karakter playable, dan konsep “magic meets bureaucracy” dalam Tokyo Game Show 2026.

👁 28

Dynamis One, bersama NC yang sebelumnya dikenal sebagai NCSoft, membagikan sejumlah informasi baru mengenai Astrae Oratio dalam sesi media di Tokyo Game Show 2026. Game RPG bergaya anime tersebut mengambil latar Tokyo versi fiksi dengan konsep dunia modern yang dipadukan dengan unsur supranatural. Dalam acara tersebut, Director Jong-gyu Lim dan Art Director In Kim menjelaskan konsep utama, sistem pertarungan, hingga sejumlah detail karakter.

Tim pengembang menyebut Astrae Oratio sebagai game bergenre “shindenki” atau “new denki”, yaitu konsep yang menghadirkan fenomena supernatural di tengah kehidupan sehari-hari. Cerita Astrae Oratio mengusung gagasan “magic meets bureaucracy”. Pemain akan berperan sebagai pejabat pemerintah yang bertugas mengawasi para pengguna sihir di kota.

Meskipun dikembangkan oleh studio asal Korea Selatan, game ini menghadirkan pengisi suara penuh dalam bahasa Jepang. Karakter utama pemain juga akan memiliki wujud visual yang ditampilkan secara langsung di dalam game. Pada Tokyo Game Show 2026, pengembang turut memperlihatkan trailer prolog terbaru yang memperkenalkan kelompok musuh bernama Other Cabinet. Sistem Pertarungan Astrae Oratio Pertarungan Astrae Oratio menggunakan sistem satu lawan satu, meskipun pemain dapat membentuk tim beranggotakan tiga karakter.

 

 

 

Dalam pertempuran melawan beberapa musuh, karakter akan menghadapi lawan secara bergantian. Musuh memiliki tanda serangan berdasarkan warna. Biru dapat dilawan menggunakan serangan normal, sementara kuning membutuhkan timing guard yang tepat. Adapun serangan berwarna merah tidak dapat dihindari dan akan memaksa pemain melakukan pergantian karakter. Pemain juga dapat menggunakan Combat Skills yang membutuhkan AP.

Kemampuan tersebut menjadi semakin kuat ketika digunakan berulang kali dalam satu giliran. Selain itu, terdapat Ultimate Skills yang memiliki kekuatan lebih besar dan dapat dikombinasikan dengan Combat Skills. Menurut Lim, sistem pertarungan tersebut mendapatkan inspirasi dari game fighting seperti Street Fighter. Astrae Oratio juga memiliki mekanik bernama Declaration of Dominion, yang memberikan keuntungan kepada pihak yang berhasil mengaktifkannya.

 

Saat dirilis, Astrae Oratio ditargetkan memiliki sekitar 34 karakter playable dari kurang lebih 10 faksi. Jumlah tersebut masih dapat bertambah setelah peluncuran. Sementara itu, Closed Beta Test (CBT) mendatang akan menyediakan sekitar tiga hingga lima hari konten dalam game. Astrae Oratio saat ini dikembangkan untuk smartphone, sedangkan versi PC masih menjadi kemungkinan untuk masa mendatang. Menariknya, Art Director In Kim juga memastikan bahwa AI tidak digunakan dalam pembuatan artwork Astrae Oratio. Informasi tambahan mengenai game ini dijanjikan akan hadir menjelang pelaksanaan CBT.

 

Editor : Muhammad Zaki

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.