Game

Google Classroom: Diserbu Ulasan Positif Komunitas Genshin Impact

Memasuki perayaan ulang tahun ke-6 gim buatan HoYoverse (miHoYo) tersebut, halaman Google Classroom di Google Play Store justru dipenuhi ulasan positif berbintang lima dari para player.

👁 2

Aplikasi Google Classroom yang biasanya menjadi "korban salah sasaran" atau review bomb saat perayaan anniversary Genshin Impact, kini mengalami nasib yang berbanding terbalik.

Memasuki perayaan ulang tahun ke-6 gim buatan HoYoverse (miHoYo) tersebut, halaman Google Classroom di Google Play Store justru dipenuhi ulasan positif berbintang lima dari para player.

Fenomena unik ini langsung mendadak viral di berbagai komunitas media sosial dan Reddit sebagai momen redemption arc bagi aplikasi pembelajaran milik Google tersebut.

Mengapa Google Classroom Jadi "Korban" Saban Tahun?

Genshin

Sejarah kelam ini bermula pada perayaan anniversary pertama Genshin Impact di tahun 2021. Ketika bansos (hadiah) ulang tahun dinilai sangat minim oleh komunitas, terjadi aksi review bomb massal di Google Play Store.

Saat Google mulai menghapus ulasan-ulasan berbintang satu di aplikasi Genshin Impact, beberapa player yang frustrasi secara acak melampiaskan kekesalan mereka ke aplikasi Google lainnya, dan Google Classroom menjadi target utama hingga menjadi meme abadi di komunitas gacha.

Alasan Banjir Ulasan Positif Tahun Ini

Genshin

Genshin

Situasi berbalik total pada perayaan anniversary ke-6 (Versi 7.1) tahun ini. Pemicu utamanya adalah kebijakan HoYoverse yang tergolong sangat royal dalam memberikan reward, meliputi:

  • Selector B5 Limited Gratis: Pemain bisa memilih satu dari deretan karakter bintang lima limited (seperti Tartaglia, Varesa, Clorinde, Nilou, Chiori, atau Baizhu).

  • Selector B5 Standar Gratis: Ketersediaan pilihan karakter standar permanen.

  • Banjir Primogem & Intertwined Fates: Total puluhan gacha pull gratis melalui login harian dan mail gim.

Gembira atas "bansos" melimpah ini, para player berbondong-bondong memberikan bintang lima di Google Classroom sebagai bentuk lelucon apresiasi sekaligus "permohonan maaf" atas aksi review bomb di tahun-tahun sebelumnya.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.