Protes Jepang Meme IP Anime Pemerintahan Trump Berujung Teguran Diplomatik
Kementerian Luar Negeri Jepang menilai tindakan tersebut sama sekali tidak pantas dilakukan oleh lembaga publik karena melanggar hak cipta secara terang-terangan.
Daftar Isi
Pemerintah Jepang dilaporkan telah berulang kali melayangkan teguran keras kepada pemerintah Amerika Serikat terkait penggunaan karakter ikonik seperti Mario, Pokémon, hingga Naruto tanpa izin.
Protes Jepang meme IP anime pemerintahan Trump ini mencuat setelah akun media sosial resmi pemerintah AS terus-menerus mengunggah konten propaganda militer dan kebijakan politik dengan memanfaatkan kekayaan intelektual (IP) dari Negeri Sakura.
Kementerian Luar Negeri Jepang menilai tindakan tersebut sama sekali tidak pantas dilakukan oleh lembaga publik karena melanggar hak cipta secara terang-terangan.
Deretan Kasus Penggunaan IP Tanpa Izin untuk Propaganda Politik

Aksi pencatutan kekayaan intelektual ini dinilai memicu pelanggaran hak cipta anime AS yang cukup parah sepanjang setahun terakhir.
Pada September 2025 lalu, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS sempat mengunggah kolase gambar Ash Ketchum bersanding dengan cuplikan penggerebekan ICE.
Tak berhenti di situ, akun resmi Gedung Putih juga menyandingkan cuplikan gim Wii Sports dan waralaba populer lain seperti Yu-Gi-Oh! serta Dragon Ball dengan video serangan udara militer.
Penggunaan meme politik Pokemon Naruto Mario ini mencapai puncaknya pada Juni 2026, ketika Presiden Trump membagikan video rekayasa AI yang menampilkan dirinya sebagai karakter Naruto di platform Truth Social.
Menanggapi eskalasi tersebut, Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi dan Menteri Kabinet Kimi Onoda secara tegas mengkritik tindakan tersebut dalam konferensi pers resmi.
Pihak Jepang menekankan bahwa mengantongi izin dari pemilik hak cipta merupakan prinsip dasar yang tidak boleh dilanggar, bahkan untuk konten media sosial sekalipun.
Gelombang Reaksi Fans dan Petisi Publik
Langkah teguran diplomatik Jepang AS yang dikirimkan via Kedutaan Besar AS ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat sipil dan komunitas pencinta pop kultur.
Seorang penggemar bernama Nana Suzuki memelopori gerakan petisi Lindungi Manga Jepang melalui Change.org yang berhasil menyita perhatian media internasional seperti BBC dan New York Times.
Petisi yang sempat diserahkan ke Kantor Kabinet Jepang pada Maret tersebut kembali dibuka pada Juni untuk memperkuat tekanan publik terhadap AS.
Meskipun memicu kontroversi luas dari The Pokémon Company, pengisi suara Master Chief Steve Downes, hingga para penggemar global, pihak Gedung Putih justru terkesan acuh.
Juru bicara pemerintahan, Abigail Jackson, sebelumnya sempat mengklaim bahwa strategi unggahan sarat meme tersebut terbukti sangat efektif untuk menyampaikan agenda politik presiden ke masyarakat luas.
Kasus ini kini menjadi cerminan rumitnya perlindungan hak cipta di tengah era disrupsi konten digital dan propaganda media sosial.
Rekomendasi
Film Live-Action NARUTO Resmi Buka Audisi Global untuk Pemeran Utama
4 weeks ago
PUBG MOBILE Rilis Teaser Anime Resmi Kolaborasi Naruto, Rilis 9 Juli
1 month ago
TV Tokyo Siapkan Proyek Game Naruto Baru, Janjikan Kualitas Lebih Mumpuni
2 months ago
Seorang Pria Berusia 35 Tahun Ditangkap Karena Mengancam di Kantor Gubernur Akibat Tidak Bisa Menonton Anime
11 hours ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.