Game

Terseret Kasus Kamera Tersembunyi, Tuntutan Hukum Mantan Direktur Pokemon Company Dilayangkan

Masalah ini bermula pada Oktober 2025 lalu, saat seorang manajer gerai Starbucks di Kirkland secara tidak sengaja menemukan perangkat kamera kecil di bawah wastafel yang diarahkan langsung ke area toilet.

👁 19
Daftar Isi
  1. Kronologi Penemuan Kamera Tersembunyi dan Alasan Pelaku
  2. Bukti Forensik dan Dakwaan Tindak Kriminal

Industri gim hiburan baru saja digemparkan oleh tuntutan hukum mantan direktur Pokemon Company yang diajukan oleh seorang mantan karyawan berinisial "Jane Doe".

Melansir laporan resmi dari TMZ, gugatan ini dilayangkan kepada Pokemon Company International karena dinilai gagal menjaga keamanan serta privasi para pekerja di kantor mereka yang berlokasi di Bellevue, Washington.

Target utama dari laporan hukum ini mengarah pada Ben Tsai, mantan Director Engineering di perusahaan tersebut.

Kronologi Penemuan Kamera Tersembunyi dan Alasan Pelaku

Pokemon

Kasus ini mulai terkuak ketika sebuah gugatan kamera tersembunyi Pokemon dan tempat umum lainnya diselidiki oleh pihak kepolisian.

Masalah ini bermula pada Oktober 2025 lalu, saat seorang manajer gerai Starbucks di Kirkland secara tidak sengaja menemukan perangkat kamera kecil di bawah wastafel yang diarahkan langsung ke area toilet.

Melalui bukti rekaman CCTV dan jejak transaksi kartu kredit senilai $7.89, pihak berwajib berhasil melacak kepemilikan alat tersebut hingga mengarah ke Ben Tsai.

Dalam berkas kasus voyeurism Ben Tsai yang dilaporkan oleh The Seattle Times, pelaku mengaku kepada polisi telah merekam wanita dan anak-anak secara diam-diam sejak tahun 2017.

Tsai mengakui telah memasang perangkat intip tersebut di toilet kantornya, dua gerai ritel, hingga kediaman pribadinya.

Saat diinterogasi mengenai alasannya, Tsai berdalih merasa penasaran dengan privasi orang-orang yang direkamnya, terutama karena keberadaan karyawan transgender di lingkungan kerjanya.

Bukti Forensik dan Dakwaan Tindak Kriminal

Hasil analisis forensik digital menemukan sekitar 89 rekaman video tersimpan dalam folder khusus bertuliskan "Pokémon 29" dan "Pokémon 27".

Sebanyak empat korban yang teridentifikasi dalam video tersebut mengonfirmasi bahwa aksi perekaman itu dilakukan tanpa persetujuan mereka.

Imbas penemuan bukti tersebut, skandal keamanan Pokemon Company ini berlanjut ke jalur pidana dengan penangkapan Tsai pada Juli lalu atas tuduhan voyeurism serta tiga pasal terkait pelecehan anak.

Saat ini, pihak tersangka diketahui mengajukan pembelaan tidak bersalah melalui pengacaranya, Bradley G. Barshis.

Di sisi lain, tuntutan hukum Jane Doe yang mewakili para korban terus berjalan untuk menuntut pertanggungjawaban manajemen.

Pihak Pokemon Company International sendiri menyatakan kepada TMZ bahwa fokus utama mereka saat ini adalah menjaga kesejahteraan para karyawan, dan mereka belum bisa memberikan tanggapan lebih detail karena proses hukum masih berlangsung di pengadilan.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.