Game

Sukses Assassin’s Creed Black Flag Resynced Diwarnai PHK Massal

Kesuksesan game Assassin’s Creed Black Flag Resynced ternyata membawa nasib pahit. Puluhan karyawan Ubisoft Barcelona justru resmi terkena PHK.

👁 9
Daftar Isi
  1. Rencana Lama Efisiensi Perusahaan Mengorbankan Hak Pekerja
  2. Tanda-Tanda Ketidakpastian Sebelum Tanggal Rilis
  3. Ironi Penjualan Tinggi Berbanding Terbalik Nasib Studio

Peluncuran sebuah karya hiburan digital biasanya menjadi momen perayaan, namun realita berbeda harus dihadapi oleh para pengembang di balik kesuksesan Assassin’s Creed Black Flag Resynced. Di tengah antusiasme pasar yang melimpah, puluhan karyawan Ubisoft justru terpaksa kehilangan mata pencaharian mereka secara mendadak. Kabar mengejutkan bagi para pelaku industri ini pada akhirnya berujung pada penutupan operasional Ubisoft Barcelona secara permanen.

Rencana Lama Efisiensi Perusahaan Mengorbankan Hak Pekerja

Menurut laporan yang disampaikan oleh media “Insider Gaming” melalui jurnalis Tom Henderson, terdapat lima puluh satu karyawan Ubisoft yang terdampak langsung oleh pemutusan hubungan kerja ini. Pembubaran Ubisoft Barcelona rupanya sudah dikonsepkan oleh manajemen pusat sejak jauh hari, sehingga tidak terpengaruh oleh pencapaian gemilang dari proyek Assassin’s Creed Black Flag Resynced. Dedikasi bertahun-tahun dalam menggarap versi daur ulang tersebut seolah tidak bermakna di hadapan rencana besar yang sudah dikunci oleh pihak perusahaan.

Tanda-Tanda Ketidakpastian Sebelum Tanggal Rilis

Pada kondisi normal, para karyawan Ubisoft biasanya sudah menerima kepastian mengenai penugasan baru bahkan satu tahun sebelum proyek yang sedang berjalan itu rampung. Akan tetapi, kejanggalan nasib mulai menghantui tim Ubisoft Barcelona sejak pertengahan tahun 2025 ketika tawaran proyek lanjutan tersebut tak kunjung tiba. Hingga tahap akhir penyelesaian Assassin’s Creed Black Flag Resynced, perayaan peluncurannya di kantor pun kabarnya hanya digelar secara amat sederhana tanpa acara besar.

Ironi Penjualan Tinggi Berbanding Terbalik Nasib Studio

Situasi ini terasa sangat memprihatinkan apabila melihat performa Assassin’s Creed Black Flag Resynced yang sebenarnya tergolong luar biasa di pasaran. Sebagai bukti, judul ini sukses mendominasi angka prapemesanan di PlayStation Store dan terjual lima kali lipat lebih banyak dibandingkan seri Shadows di platform Steam. Kendati berhasil mencatatkan rekor peluncuran terbaik dalam beberapa tahun terakhir, prestasi itu sama sekali tidak bisa menyelamatkan masa depan karyawan Ubisoft yang selama ini bernaung di Ubisoft Barcelona.

Tanggapi Tudingan Mirip Monster Hunter, Ini Penjelasan Monster FantasyTanggapi Tudingan Mirip Monster Hunter, Ini Penjelasan Monster Fantasy

Gelombang Pemangkasan yang Diproyeksikan Hingga Beberapa Tahun ke Depan

Langkah pemutusan kerja ini memang menjadi bagian dari restrukturisasi yang telah memangkas sekitar dua puluh persen total karyawan Ubisoft sejak tahun 2022. Sebelum Ubisoft Barcelona resmi ditutup, perusahaan juga telah memberhentikan sekitar seratus pekerja di San Francisco serta menutup cabang di Winnipeg dan Belgrade, dengan “program penghematan biaya” yang ditegaskan akan terus berlanjut hingga tahun 2028. Rentetan kejadian pasca peluncuran Assassin’s Creed Black Flag Resynced memberikan gambaran keras bahwa karya yang meledak di pasaran tidak lagi menjamin stabilitas profesi para pengembangnya.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.