Game

Ubisoft Tutup Dua Studio, 380 Karyawan Terancam PHK

Ubisoft menutup studio Winnipeg dan Belgrade serta merestrukturisasi bisnisnya. Hingga 380 karyawan berpotensi terdampak.

👁 15
Daftar Isi
  1. Ubisoft Tutup Dua Studio dan Lanjutkan Restrukturisasi Global
  2. Studio Ubisoft Winnipeg Resmi Ditutup
  3. Ubisoft Belgrade Juga Menghentikan Operasional
  4. Program Penghematan Ubisoft Terus Berjalan
  5. Target Penghematan 200 Juta Euro Jadi Fokus Utama

Gelombang efisiensi di Ubisoft kembali berlanjut. Perusahaan game asal Prancis tersebut mengambil langkah besar dengan menutup dua studio Ubisoft sekaligus serta menjalankan program PHK karyawan di sejumlah divisi. Kebijakan terbaru ini menjadi bagian dari strategi penghematan yang sedang dijalankan perusahaan dan berpotensi memengaruhi ratusan pekerja di berbagai lokasi.

Ubisoft Tutup Dua Studio dan Lanjutkan Restrukturisasi Global

Keputusan Ubisoft, studio Ubisoft, dan PHK karyawan kembali menjadi sorotan setelah perusahaan mengumumkan penutupan studio di Winnipeg, Kanada, serta Belgrade, Serbia. Selain menutup dua fasilitas pengembangan tersebut, perusahaan juga melakukan restrukturisasi pada kantor Ubisoft Barcelona yang akan mengalami perubahan fokus operasional.

Langkah Ubisoft, restrukturisasi perusahaan, dan penghematan biaya ini diperkirakan dapat berdampak pada hingga 380 karyawan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program efisiensi yang sudah berjalan dalam beberapa waktu terakhir dan menyasar berbagai divisi di dalam perusahaan.

Tidak hanya melakukan penutupan studio, Ubisoft, Rainbow Six, dan Ubisoft Barcelona juga mengumumkan perubahan arah pengembangan untuk kantor mereka di Barcelona. Studio tersebut tidak ditutup, namun akan difokuskan sepenuhnya untuk mendukung proyek yang berkaitan dengan franchise Rainbow Six, khususnya Tom Clancy’s Rainbow Six Siege.

Pada saat yang sama, Ubisoft, Global Publishing, dan pengurangan posisi kerja juga mengonfirmasi adanya perubahan organisasi di tim Global Publishing. Restrukturisasi tersebut akan menyebabkan sejumlah posisi di berbagai bagian perusahaan ikut terdampak dalam proses penyesuaian operasional yang sedang berlangsung.

Studio Ubisoft Winnipeg Resmi Ditutup

Studio Ubisoft Winnipeg, Anvil Engine, dan Snowdrop Engine menjadi salah satu unit yang terdampak langsung dalam kebijakan terbaru ini. Studio yang berdiri pada tahun 2018 tersebut memiliki sekitar 100 karyawan dan selama ini berperan dalam pengembangan teknologi internal perusahaan.

Kontribusi Ubisoft Winnipeg, engine game, dan pengembangan teknologi lebih banyak difokuskan pada dukungan terhadap Anvil dan Snowdrop. Kedua teknologi tersebut merupakan fondasi penting yang digunakan dalam berbagai proyek game besar Ubisoft selama bertahun-tahun.

Penutupan Ubisoft Winnipeg, efisiensi perusahaan, dan penghematan biaya menunjukkan bahwa strategi pengurangan pengeluaran tidak hanya menyasar tim pengembangan game, tetapi juga unit yang berfokus pada pengembangan teknologi pendukung.

Ubisoft Belgrade Juga Menghentikan Operasional

Selain Winnipeg, Ubisoft Belgrade, The Crew 2, dan Rainbow Six juga menjadi bagian dari kebijakan penutupan studio. Studio yang beroperasi sejak tahun 2016 tersebut dikenal memiliki kontribusi terhadap berbagai proyek penting milik Ubisoft.

Devil May Cry 5 Catat Rekor Penjualan Tertinggi di Tahun KetujuhDevil May Cry 5 Catat Rekor Penjualan Tertinggi di Tahun Ketujuh

Selama bertahun-tahun, Ubisoft Belgrade, Riders Republic, dan Skull and Bones terlibat dalam proses pengembangan sejumlah game perusahaan. Keberadaan studio ini menjadi salah satu pendukung berbagai proyek yang dirilis Ubisoft dalam beberapa tahun terakhir.

Penutupan Ubisoft Belgrade, studio Ubisoft, dan restrukturisasi perusahaan semakin memperlihatkan bahwa perusahaan sedang menjalankan transformasi besar demi menyesuaikan kondisi bisnis yang dihadapi saat ini.

Program Penghematan Ubisoft Terus Berjalan

Kebijakan Ubisoft, penghematan global, dan proyek game yang dijalankan perusahaan tidak hanya berdampak pada tenaga kerja. Sejauh ini, program efisiensi tersebut telah menyebabkan setidaknya enam proyek game dibatalkan dan tujuh proyek lainnya mengalami penundaan.

Langkah Ubisoft, pembatalan proyek, dan penundaan game menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengendalikan biaya operasional. Beberapa studio lain juga sebelumnya telah mengalami penutupan maupun pengurangan jumlah karyawan sebagai bagian dari strategi yang sama.

Pada Maret lalu, Ubisoft, Red Storm Entertainment, dan PHK karyawan juga mengumumkan sekitar 100 pemutusan hubungan kerja di studio yang dikenal melalui berbagai game Tom Clancy tersebut. Keputusan itu menjadi salah satu indikator bahwa program efisiensi telah berlangsung secara luas di berbagai unit perusahaan.

Tidak berhenti di sana, Ubisoft Paris, pengurangan staf, dan restrukturisasi perusahaan sebelumnya juga mengusulkan penghapusan hingga 200 posisi kerja di kantor pusat mereka di Prancis. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 18 persen dari total karyawan yang bekerja di lokasi tersebut.

Selain Paris, Ubisoft Toronto, PHK karyawan, dan efisiensi perusahaan juga telah terdampak oleh program pengurangan biaya yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk mencapai target penghematan yang telah ditetapkan perusahaan.

Target Penghematan 200 Juta Euro Jadi Fokus Utama

Menurut perusahaan, Ubisoft, 200 juta Euro, dan penghematan biaya menjadi target utama yang ingin dicapai dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Seluruh kebijakan penutupan studio, restrukturisasi, hingga pengurangan tenaga kerja merupakan bagian dari rencana tersebut.

Manajemen Ubisoft, reset besar, dan restrukturisasi global menyebut proses yang sedang berlangsung sebagai bagian dari sebuah “reset besar”. Melalui langkah ini, perusahaan berharap dapat menyesuaikan struktur organisasi dan pengeluaran agar lebih selaras dengan target bisnis jangka panjang yang telah ditetapkan.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.