Game

Pendiri Zynga Ungkap Alasan Developer Tak Perlu Takut Meniru Game Sukses

Pendiri Zynga, Mark Pincus, menilai developer game tidak perlu gengsi meniru game sukses selama mampu menghadirkan inovasi baru.

👁 17
Daftar Isi
  1. Zynga dan Konsep “Proven Better New” dalam Pengembangan Game
  2. Mark Pincus Nilai Ego Sering Menghambat Developer Game
  3. Pengalaman Zynga dalam Membangun Zynga Poker
  4. Meniru Bukan Berarti Tidak Inovatif

Industri game terus berkembang dengan persaingan yang semakin ketat. Di tengah tuntutan untuk menghadirkan ide segar, muncul pandangan menarik dari pendiri Zynga, Mark Pincus. Menurutnya, banyak tim developer justru terjebak dalam keinginan untuk terlihat sepenuhnya orisinal, padahal mengambil inspirasi dari konsep yang sudah terbukti berhasil bukanlah sesuatu yang keliru. Pandangan tersebut ia tuangkan dalam buku terbarunya dan menjadi perbincangan karena menyentuh salah satu isu paling sensitif dalam dunia pengembangan game.

Zynga dan Konsep “Proven Better New” dalam Pengembangan Game

Dalam buku berjudul Life at the Speed of Play, pendiri Zynga, Mark Pincus, dunia developer game diperkenalkan pada sebuah pendekatan yang ia sebut sebagai “Proven Better New”. Konsep ini menekankan bahwa proses menciptakan produk tidak selalu harus dimulai dari nol.

Menurut Pincus, bagian “Proven” berarti memanfaatkan elemen yang sudah terbukti berhasil di pasar. Dalam konteks Zynga, hal tersebut mencakup fitur, mekanik permainan, hingga detail kecil yang telah diterima dan disukai oleh para pemain.

Setelah itu, tahapan berikutnya adalah “Better”. Pada fase ini, Zynga menjadi dasar untuk mencari aspek-aspek yang masih bisa ditingkatkan. Tujuannya bukan sekadar menyalin, melainkan memberikan pengalaman yang lebih baik dibandingkan produk sebelumnya.

Sementara itu, bagian terakhir adalah “New”. Menurut Pincus, inilah area yang paling berisiko karena menyangkut ide baru yang belum pernah diuji oleh pasar. Dalam pendekatan Zynga,, elemen baru tetap penting, tetapi porsinya perlu dibangun di atas fondasi yang telah terbukti efektif.

Mark Pincus Nilai Ego Sering Menghambat Developer Game

Pandangan lain yang disampaikan oleh Mark Pincus dan komunitas developer game adalah mengenai pengaruh ego dalam proses pengembangan produk. Ia menilai banyak tim, terutama yang masih baru, terlalu fokus menghindari label sebagai peniru.

Menurutnya, sebagian developer game dan inovasi game justru menghabiskan banyak waktu untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar berbeda, meskipun belum tentu dibutuhkan oleh pemain. Akibatnya, kesempatan untuk memanfaatkan konsep yang telah terbukti berhasil sering kali terlewatkan.

Pincus berpendapat bahwa lebih masuk akal apabila energi dan sumber daya diarahkan pada pengembangan inovasi baru di atas kerangka yang sudah diterima pasar. Dalam sudut pandang Mark Pincus pendekatan tersebut memungkinkan tim untuk mengurangi risiko sekaligus tetap menghadirkan nilai tambah.

Ia juga menegaskan bahwa selama dilakukan secara legal, meniru elemen yang telah bekerja dengan baik bukanlah tindakan yang salah. Dalam pandangannya, developer game yang berpengalaman justru mampu mengenali ide bagus dan tidak ragu untuk mengadopsinya.

Pengalaman Zynga dalam Membangun Zynga Poker

Sebagai contoh nyata Zynga Poker, Mark Pincus pernah menerapkan prinsip tersebut dalam pengembangan produknya. Pincus menjelaskan bahwa Zynga Poker tidak diciptakan dengan mengubah aturan dasar poker yang sudah dikenal luas.

Sebaliknya, Zynga Poker memanfaatkan aturan poker online yang telah akrab bagi banyak pemain. Diferensiasi utama justru hadir melalui kemudahan akses yang ditawarkan kepada pengguna.

Saat itu, Zynga dan Facebook menghadirkan pengalaman bermain tanpa perlu mengunduh aplikasi secara terpisah. Selain itu, penggunaan identitas asli pemain melalui Facebook menjadi nilai tambah yang membedakannya dari layanan lain yang sudah ada sebelumnya.

Pendekatan tersebut menjadi ilustrasi bagaimana sebuah produk dapat memanfaatkan fondasi yang telah dikenal pasar, kemudian menyempurnakannya melalui peningkatan pengalaman pengguna. Dalam perspektif Mark Pincus langkah seperti itu merupakan strategi yang masuk akal untuk membangun produk yang kompetitif.

Meniru Bukan Berarti Tidak Inovatif

Pendiri Zynga, Mark Pincus, gamejuga menyoroti bahwa proses saling menginspirasi merupakan hal yang lazim dalam industri game. Ia bahkan mengaku tidak mempermasalahkan ketika ada pihak lain yang mengambil inspirasi dari karya yang pernah dikembangkan Zynga.

Sebagai contoh, Pincus menyebut bahwa CityVille dan Zynga pernah mengadopsi banyak ide yang sebelumnya digunakan oleh Millionaire City. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses evolusi produk yang wajar terjadi dalam industri kreatif.

Game Persona 4 Revival Kantongi Rating Mature 17+Game Persona 4 Revival Kantongi Rating Mature 17+

Ia juga menyinggung bagaimana Hay Day, Supercell, dan FarmVille memiliki hubungan inspirasi yang serupa. Hay Day disebut sangat terinspirasi dari FarmVille, tetapi tetap berhasil berkembang menjadi produk yang sukses dengan identitasnya sendiri.

Bagi Pincus, contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa ide yang sudah terbukti berhasil tidak harus berhenti pada satu produk saja. Dalam pandangan sebuah konsep dapat terus berkembang ketika dipadukan dengan peningkatan kualitas dan penambahan fitur baru yang relevan.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.