Game

Qureate Ungkap Risiko Karakter Dada Kecil Bisa Diblokir Platform

Qureate mengungkap tantangan membuat game fanservice di tengah regulasi platform yang ketat, termasuk risiko karakter wanita dewasa berdada kecil.

👁 5
Daftar Isi
  1. Qureate Ungkap Risiko Karakter Dada Kecil Bisa Diblokir Platform
  2. Qureate dan Berbagai Revisi yang Harus Dilakukan
  3. Alasan Qureate Lebih Memilih Karakter Bertubuh Berisi
  4. Qureate Tetap Melihat Situasi Secara Positif
  5. Bunny Garden 2 Sudah Tersedia untuk Pemain

Di tengah semakin ketatnya regulasi platform digital, Qureate menghadapi tantangan baru dalam mengembangkan game fanservice yang tetap dapat lolos proses distribusi. Pernyataan terbaru dari pihak Qureate mengungkap bahwa desain karakter wanita dewasa dengan tubuh kecil atau dada datar kini dianggap memiliki risiko tertentu oleh beberapa platform game, sehingga berpotensi memicu masalah saat proses persetujuan rilis.

Qureate Ungkap Risiko Karakter Dada Kecil Bisa Diblokir Platform

Qureate Hadapi Tantangan Regulasi Platform dalam Desain Karakter

Sebagai salah satu studio yang dikenal lewat game bertema fanservice, Qureate kembali menjadi sorotan setelah CEO sekaligus produsernya, Yuji Usuda, membahas perubahan standar yang kini diterapkan oleh sejumlah platform distribusi game.

Menurut Usuda, menggambarkan karakter wanita dewasa dengan tubuh kecil atau dada datar kini dinilai cukup berisiko dalam proses peninjauan oleh platform game. Hal tersebut terjadi karena ada kemungkinan karakter tersebut dianggap menyerupai sosok yang belum cukup umur oleh sebagian pihak. Kondisi ini membuat Qureate harus lebih berhati-hati dalam menentukan desain karakter yang digunakan pada game mereka.

Studio tersebut selama ini dikenal menghadirkan berbagai judul dengan konsep unik dan penuh unsur hiburan. Berbagai karya Qureate sering mengombinasikan humor, desain karakter menarik, serta mekanisme permainan yang tidak biasa sehingga memiliki identitas tersendiri di pasar game Jepang.

Qureate dan Berbagai Revisi yang Harus Dilakukan

Dalam wawancara terbaru, Yuji Usuda menjelaskan bahwa Qureate beberapa kali harus melakukan penyesuaian konten agar dapat memenuhi standar yang diterapkan platform distribusi seperti Nintendo Switch.

Salah satu contoh yang disebutkan adalah versi Nintendo Switch dari Bunny Garden yang dirilis pada 2024. Pada salah satu adegan, cairan lotion wajah diubah menjadi cairan berwarna hijau karena dianggap lebih aman dari interpretasi yang dinilai terlalu sugestif oleh pihak peninjau. Kasus tersebut menunjukkan bagaimana Qureate harus beradaptasi dengan aturan yang berlaku.

Tidak hanya itu, terdapat pula adegan ketika seorang karakter terkena tumpahan susu saat masih mengenakan pakaian lengkap. Namun, visual cairan tersebut akhirnya dibuat tidak terlihat untuk menghindari kemungkinan interpretasi tertentu dari pihak platform. Situasi ini kembali memperlihatkan tantangan yang dihadapi Qureate selama proses distribusi game mereka.

Alasan Qureate Lebih Memilih Karakter Bertubuh Berisi

Usuda mengungkap bahwa keputusan menghadirkan karakter dengan tubuh yang lebih berisi bukan semata-mata didasarkan pada preferensi artistik. Menurutnya, Qureate harus mempertimbangkan berbagai faktor agar produk yang dikembangkan tetap dapat dirilis tanpa hambatan.

Ia menjelaskan bahwa ketika studio memasukkan karakter wanita dewasa dengan tubuh kecil atau dada datar, terdapat kemungkinan desain tersebut dianggap menyerupai karakter yang belum cukup umur oleh sebagian pihak. Risiko tersebut dinilai cukup besar sehingga Qureate memilih pendekatan yang lebih aman dalam proses pengembangan karakter.

Meskipun demikian, Usuda mengaku bahwa tim pengembang sebenarnya ingin menghadirkan variasi karakter yang lebih luas. Namun, menurutnya tidak ada manfaatnya mengambil risiko desain tertentu apabila hasil akhirnya justru membuat game gagal mendapatkan izin distribusi. Karena alasan tersebut, Qureate memilih menyesuaikan diri dengan kebijakan yang berlaku saat ini.

Qureate Tetap Melihat Situasi Secara Positif

Meski menghadapi berbagai pembatasan, pihak Qureate tidak memandang situasi tersebut sepenuhnya sebagai hambatan negatif. Usuda menyatakan bahwa dirinya lebih memilih menerima permintaan revisi dibandingkan harus menghadapi penolakan total terhadap sebuah proyek.

Menurutnya, adanya kesempatan untuk melakukan penyesuaian masih memberikan jalan bagi pengembang agar karya mereka tetap dapat dinikmati publik. Oleh karena itu, Qureate tetap berupaya mencari titik tengah antara kreativitas pengembang dan aturan distribusi yang berlaku.

Usuda bahkan menyampaikan apresiasinya kepada pihak platform yang masih membantu studio menemukan solusi agar game mereka dapat diterbitkan secara resmi. Pendekatan tersebut dinilai lebih konstruktif dibandingkan keputusan penolakan tanpa kesempatan untuk melakukan perubahan.

Bunny Garden 2 Sudah Tersedia untuk Pemain

Di tengah pembahasan mengenai regulasi dan desain karakter, Qureate juga tengah menjadi perhatian berkat kehadiran sekuel terbaru mereka, Bunny Garden 2. Game tersebut saat ini telah tersedia untuk pemain PC melalui Steam serta hadir di Nintendo Switch.

Epic Games Perkenalkan Unreal Engine 6 Resmi di Game Rocket LeagueEpic Games Perkenalkan Unreal Engine 6 Resmi di Game Rocket League

Kehadiran Bunny Garden 2 menunjukkan bahwa Qureate tetap aktif mengembangkan berbagai proyek baru meskipun harus menghadapi tantangan regulasi yang semakin kompleks. Dengan terus beradaptasi terhadap kebijakan platform, Qureate berupaya memastikan setiap game yang mereka kembangkan tetap dapat menjangkau para pemain di berbagai platform distribusi.

Komentar

0 komentar di artikel ini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.