Witch Hat Atelier Rilis MV Dari Nakamura Hak’s ‘Hikari’
Witch Hat Atelier merilis video musik anime Hikari karya Nakamura Hak. Simak detail lagu ending, konser online, dan staf produksinya.
Daftar Isi
Paruh pertama tahun ini menjadi momen menarik bagi penggemar Witch Hat Atelier, terutama setelah perilisan video musik anime Hikari yang dibawakan oleh Nakamura Hak. Kehadiran video musik tersebut tidak hanya memperkuat atmosfer serial fantasi populer ini, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual dan musikal yang semakin mendalam bagi para penonton. Dengan memadukan adegan anime dan penampilan vokal yang selaras dengan lirik lagu, Witch Hat Atelier, Nakamura Hak, dan Hikari kembali menjadi sorotan di kalangan komunitas anime.
Witch Hat Atelier Hadirkan Pengalaman Baru Lewat Video Musik Hikari
Anime Witch Hat Atelier, lagu Hikari, dan penyanyi Nakamura Hak kembali mencuri perhatian setelah versi anime dari video musik lagu tersebut resmi dirilis. Lagu ini pertama kali ditayangkan sebagai lagu penutup atau ending theme pada Episode 8 yang tayang pada 25 Mei.

Video musik terbaru tersebut memadukan berbagai cuplikan dari anime Witch Hat Atelier, penampilan Nakamura Hak, dan nuansa emosional dari Hikari menjadi satu kesatuan visual yang harmonis. Sinkronisasi antara adegan anime dengan vokal yang ditampilkan memberikan pengalaman yang mampu menggambarkan suasana cerita sekaligus emosi yang terkandung dalam lirik lagu.
Perilisan video musik ini menjadi bagian penting dalam promosi Witch Hat Atelier, sekaligus memperlihatkan bagaimana Hikari dan Nakamura Hak berkontribusi dalam membangun identitas musikal dari serial tersebut. Kehadiran lagu ending yang kuat sering kali menjadi faktor penting dalam memperdalam kesan penonton terhadap sebuah anime.
Tiga Lagu Nakamura Hak Jadi Ending Theme Witch Hat Atelier
Selain Hikari, penyanyi Nakamura Hak juga membawakan dua lagu lain yang digunakan sebagai lagu penutup dalam anime Witch Hat Atelier, yaitu “Tada Utsukushii Noroi” dan “Yoru ni Ukabu”.
Tragedi Habis 100 Juta Hanya Demi 1 Waifu! Throwback Monkey Gate Incident
Ketiga lagu tersebut kemudian dikumpulkan dalam sebuah CD single berjudul Tada Utsukushii Noroi yang dirilis pada 10 Juni. Kehadiran rilisan fisik ini menjadi kabar menarik bagi penggemar Witch Hat Atelier, pendengar Nakamura Hak, dan penikmat lagu Hikari yang ingin menikmati seluruh lagu ending dalam satu paket.
Hal yang membuat rilisan ini semakin spesial adalah ilustrasi sampulnya yang dibuat langsung oleh Kamome Shirahama. Keterlibatan kreator Witch Hat Atelier, Kamome Shirahama, dan lagu Hikari dalam satu produk memberikan nilai tambah tersendiri bagi para kolektor maupun penggemar setia serial tersebut.
Konser Online Perdana Nakamura Hak Digelar Global
Bersamaan dengan momentum perilisan Witch Hat Atelier, penyanyi Nakamura Hak, dan lagu Hikari, diumumkan pula konser daring pertamanya yang bertajuk “TOKYO NODE × maximum10 presents / Unplugged Live”.
Konser tersebut akan berlangsung pada 29 Mei pukul 20.00 JST dan dapat disaksikan secara gratis oleh penonton dari seluruh dunia melalui YouTube. Kehadiran acara ini memberikan kesempatan bagi penggemar Witch Hat Atelier, penikmat Hikari, dan pendengar Nakamura Hak untuk menikmati penampilan langsung sang musisi tanpa batasan wilayah.
Acara tersebut sekaligus menjadi langkah penting dalam perjalanan karier Nakamura Hak, terutama setelah lagu Hikari mendapatkan perhatian luas berkat anime Witch Hat Atelier yang tengah tayang.
Daftar Staf Produksi Anime Witch Hat Atelier
Keberhasilan anime Witch Hat Atelier, lagu Hikari, dan kontribusi Nakamura Hak tidak lepas dari kerja keras tim produksi yang terlibat di balik layar.
Serial ini diadaptasi dari karya Kamome Shirahama dengan Ayumu Watanabe sebagai sutradara dan Shun Shinohara sebagai asisten sutradara. Naskah dikerjakan oleh Hiroshi Seko, sementara desain karakter dan posisi chief animation director dipegang oleh Kairi Unabara.
Posisi chief animator dipercayakan kepada Satoshi Nakano, sedangkan desain kostum ditangani Akane Ogawa. Desain properti dikerjakan oleh Noritaka Suzuki dan Goichi Iwahata. Untuk latar visual, Ryota Goto bertugas sebagai art director dengan Shuhei Tada dan Mika Nakashima sebagai penata art setting.
Naomi Nakano bertanggung jawab atas desain warna, Tadashi Kitaoka sebagai director of photography, dan Yuki Honda sebagai editor. Sementara itu, Kisuke Koizumi menjabat sebagai sound director, Yuka Kitamura mengisi posisi komposer musik, dugout menangani produksi suara, avex pictures mengurus produksi musik, dan BUG FILMS menjadi studio animasi yang menggarap Witch Hat Atelier.
Mengenal Kisah Fantasi Witch Hat Atelier
Manga Witch Hat Atelier karya Kamome Shirahama mulai diserialisasikan di majalah Morning Two milik Kodansha pada Juli 2022. Hingga saat ini, sebanyak 15 volume telah diterbitkan di Jepang dan versi bahasa Inggrisnya tersedia melalui Kodansha USA.
Cerita Witch Hat Atelier, karakter Coco, dan dunia sihir yang dihadirkan berfokus pada seorang gadis bernama Coco yang memiliki impian sederhana untuk menjadi penyihir. Namun, di dunia tersebut, semua orang percaya bahwa penyihir terlahir dengan bakat sihir dan bukan sesuatu yang dapat dipelajari.
Kehidupan Coco berubah ketika ia bertemu dengan seorang penyihir pengelana misterius bernama Qifrey. Setelah menyaksikan cara Qifrey menggunakan sihir yang belum pernah ia lihat sebelumnya, Coco mulai menyadari bahwa keyakinan yang selama ini dipercaya banyak orang mungkin tidak sepenuhnya benar.
Pertemuan tersebut menjadi awal perjalanan Coco dalam mengejar impiannya. Melalui kisah Witch Hat Atelier, karakter Coco, dan sosok Qifrey, penonton diajak mengikuti petualangan yang penuh keajaiban sekaligus mempertanyakan berbagai aturan yang selama ini dianggap mutlak dalam dunia sihir.
Rekomendasi
SPY x FAMILY Umumkan Event ANIME EXTRA MISSION II Pada November 2026
2 days ago
Isshiki-san Wants to Know About Love Rilis PV Perdana, Tayang Januari 2027
2 days ago
Historie Resmi Jadi Anime, Tayang Januari 2027 dan Ungkap Cast Utama
1 hour ago
Pengisi Suara Takahiro Fujiwara Meninggal di Usia 43 Tahun
2 days ago
Komentar
0 komentar di artikel ini
Komentar memakai akun Mokultur agar moderasi dan identitas komunitas tetap rapi.